Vonis 20 tahun Jessica dan drama yang bakal terus berlanjut

Jessica Kumala Wongso mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (20/10/2016).
Jessica Kumala Wongso mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (20/10/2016). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Sidang pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso telah mencapai klimaks berupa vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016). Hakim menjatuhkan vonis 20 tahun hukuman penjara terhadap Jessica. Drama sidang pembunuhan yang telah berlangsung 32 kali itu bakal berlanjut karena penasihat hukum langsung mengajukan banding.

Majelis Hakim menilai Jessica terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana seperti yang didakwakan jaksa. Vonis itu sesuai dengan tuntutan jaksa agar Jessica dihukum 20 tahun atas tuduhan pembunuhan berencana.

"Menjatuhkan pidana selama 20 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Kisworo saat membacakan putusan yang disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi, Kamis (27/10/2016). "Perbuatan terdakwa adalah keji dan sadis tersebut dilakukan terhadap teman terdakwa sendiri."

Mirna meninggal seusai meminum es kopi vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Jaksa menuntut Jessica 20 tahun penjara atas tuduhan pembunuhan berencana berdasarkan keterangan saksi-saksi. Jaksa mengatakan berdasarkan keterangan ahli yang sudah dihadirkan dalam persidangan, diyakini Mirna meninggal karena racun sianida.

Berkas putusan setebal 377 halaman itu dibacakan bergantian oleh hakim. Hakim meyakini Jessica lah orang yang memasukkan racun sianida ke dalam gelas es kopi yang diminum Mirna. Hakim juga menyatakan Jessica terbukti secara sengaja dan merencanakan membunuh Mirna.

Hakim Binsar Gultom mengatakan Mirna diyakini sebagai orang yang memasukkan racun sianida ke dalam gelas es kopi yang diminum Mirna. Binsar mengatakan Jessica menguasai gelas es kopi selama 51 menit meski tidak ada saksi mata.

Binsar juga mengungkapkan salah satu motif pembunuhan adalah Jessica menyimpan sakit hati terhadap Mirna yang pernah menasihati tentang pacar Jessica. Hakim juga menyatakan Jessica iri dengan hubungan mesra Mirna dengan suaminya Arief. Rasa kecewa makin menumpuk ketika Jessica tidak diundang ke pernikahan Mirna dengan Arief Soemarko di Bali pada 28 November 2015.

Binsar sempat menyinggung perilaku Jessica selama di persidangan. Hakim menilai Jessica memanfaatkan isak tangis. "Hakim melihat sebagai sandiwara terdakwa," kata Binsar.

Menanggapi putusan hakim, Jessica mengatakan tidak puas. "Putusan ini sangat tidak adil dan berpihak," katanya. Jessica menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum untuk banding.

Penasihat hukum, Otto Hasibuan langsung menyatakan upaya banding. Otto menyatakan prihatin dan kecewa karena hakim tidak memasukkan saksi dan ahli dari timnya.

Majelis hakim, kata Otto, juga telah bertindak seperti jaksa dengan menyerang profesi sebagai pengacara. Otto menegaskan putusan tidak adil dan berpihak. "Lonceng kematian di pengadilan ini, secara tegas kami menyatakan banding," kata Otto.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR