ATURAN LALU LINTAS

YLKI sarankan tak ada pengecualian dalam perluasan ganjil-genap

Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyosialisasikan perluasan aturan ganjil genap di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyosialisasikan perluasan aturan ganjil genap di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). | Aditya Pradana Putra /Antara Foto

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan tak ada pengecualian dalam perluasan ganjil-genap oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta. Menurut YLKI, kebijakan tersebut mesti diterapkan pada sepeda motor lantaran menjadi penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta.

"Sepeda motor ikut perluasan ganjil genap, setidaknya untuk jalan protokol seperti Jalan Sudirman, Thamrin, dan Rasuna Said. Apalagi selama ini pengguna sepeda motor belum pernah dibatasi sebagaimana pengguna roda empat," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, Kamis, (15/8/2019).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), polusi yang dihasilkan sepeda motor mencapai 44,53 persen. Jumlah tersebut dua kali, bahkan tiga kali lebih besar dibandingkan polusi yang dihasilkan mobil (16,11 persen), bus (21,43 persen), truk (17,7 persen), dan bajaj (0,23 persen).

Selain sepeda motor, YLKI juga meminta taksi daring dikenakan kebijakan ganjil genap. Taksi daring merupakan angkutan sewa khusus berpelat hitam setara kendaraan pribadi.

Menurut Tulus, wacana pengecualian taksi daring dari kebijakan tersebut adalah langkah mundur dan bentuk inkonsistensi. Pengecualian ini akan memicu masyarakat berpindah ke taksi daring.

"Upaya mendorong masyarakat berpindah ke angkutan massal seperti Transjakarta, MRT, KRL akan gagal," tandasnya.

Tak hanya itu, YLKI juga mendorong masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan. Mestinya, kata dia, Pemprov DKI melarang penggunaan BBM jenis premium dan pertalite.

"Dan mewajibkan kendaraan bermotor untuk menggunakan BBM standar Euro 4. Sebab hanya dengan BBM standar Euro 4, kualitas udara di Jakarta bisa diselamatkan," imbuhnya.

Tulus melanjutkan, YLKI meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperkuat jaringan dan pelayanan transportasi umum, khususnya TransJakarta. "Jalurnya harus disterilkan agar waktu tempuhnya makin cepat," pintanya.

Pemerintah DKI Jakarta resmi memperluas rute jalan yang terkena sistem ganjil genap di Ibu Kota. Jika sebelumnya hanya 9 ruas jalan terkena kebijakan ini, kini ada 16 ruas tambahan.

Jangan coba-coba mengakali aturan ganjil-genap dengan cara melawan hukum, apalagi dengan memalsukan pelat nomor kendaraan. (Penjelasannya bisa disimak dalam infografik di bawah.)

Jangan coba-coba mengakali ganjil-genap dengan memalsukan pelat nomor kendaraan. Infografik arsip 2018.
Jangan coba-coba mengakali ganjil-genap dengan memalsukan pelat nomor kendaraan. Infografik arsip 2018. | Antyo® /Beritagar.id

Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo menyebutkan, ruas baru yang diterapkan sistem ganjil-genap tersebar di beberapa wilayah. Ada Jl Pintu Besar Selatan, Jl Gajah Mada, Jl Hayam Wuruk, Jl Majapahit, Jl Suryopranoto, Jl Balikpapan, Jl Kyai Caringin. Lalu ada Jl Salemba Raya, Jl Kramat Raya, Jl Senen Raya, dan Jl Gunung Sahari.

Sistem tersebut juga bakal berlaku di Jl Sisingamangaraja , Jl Panglima Polim, Jl Fatmawati (dari Blok A hingga Jl TB Simatupang), Jl Tomang Raya, dan Jl Pramuka.

Pemotor tak akan ditindak dengan kebijakan ini. Mereka bebas melintas tanpa dipengaruhi nomor pelatnya. Padahal dulu sempat dikaji kemungkinan pemotor juga kena aturan ini. Pegecualian juga dikenakan kepada kendaraan listrik.

Syafrin menyebut sistem ini diuji coba di ruas jalan tambahan mulai 12 Agustus-6 September 2019, sebelum diterapkan resmi pada 9 September 2019. Ganjil-genap diberlakukan pada Senin sampai Jumat, kecuali hari libur.

Durasi pemberlakuan kebijakan ini per hari juga bertambah. Jika sebelumnya hanya pada pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-20.00 WIB, kini untuk malam hari ditambah satu jam sampai pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR