Bleisure, cara perusahaan bahagiakan pegawai

Ilustrasi seseorang yang menikmati terbenamnya Mentari di tepi pantai sembari memperhatikan laptop.
Ilustrasi seseorang yang menikmati terbenamnya Mentari di tepi pantai sembari memperhatikan laptop. | Ditty_about_summer /Shutterstock

Bekerja terlalu lama di dalam kantor mungkin terasa membosankan bila dilakukan terus menerus. Sesekali, Anda barangkali mengharapkan bisa bekerja di luar gedung untuk mendapatkan suasana baru. Lalu bagaimana jika Anda, sebagai karyawan, ditawari untuk melakukan bleisure (business leisure) atau perjalanan bisnis sambil berlibur?

Bekerja sambil melancong akan memberikan pengalaman baru. Tak hanya dari sisi karyawan yang mendapatkan hiburan sambil kerja, tetapi perusahaan pun akan mendapatkan keuntungan dari bleisure ini.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh situs Booking.com, 30% karyawan rela menerima pekerjaan dengan gaji lebih rendah, tetapi banyak jalan-jalan.

Dengan menambahkan hiburan ke perjalanan bisnis, karyawan cenderung menemukan pengalaman yang berharga secara pribadi maupun profesional. Karyawan yang bahagia cenderung lebih produktif dan sukses dalam pekerjaan, sehingga perusahaan dan pegawai akan sama-sama untung.

Penelitian ini juga mencerminkan tren yang lebih luas. Menurut Booking.com for Business, karyawan semakin mencoreng garis batas antara bisnis dan liburan.

Laporan dari BridgeStreet menunjukkan bahwa tiga kegiatan utama saat bleisure adalah menikmati wisata, makan, dan mengeksplorasi budaya lokal.

Untuk menikmati waktu liburan setelah pekerjaan selesai, Carolyn Pearson, pendiri Maiden Voyage, merekomendasikan untuk memilih bagian kota yang tepat saat Anda memesan penginapan, terutama jika perjalanan Anda berlangsung selama akhir pekan.

"Penting untuk meneliti daerah yang akan Anda kunjungi," katanya. "Distrik bisnis di beberapa kota bisa sangat sepi akhir pekan dan semuanya bisa ditutup."

Booking.com melakukan pengumpulan data untuk "2017 Travel Predictions" dengan 12.781 responden pada bulan September 2016.

Responden harus berusia 18 tahun ke atas, harus menempuh perjalanan setidaknya satu kali pada tahun 2016, dan harus merencanakan setidaknya satu perjalanan untuk tahun 2017. Semua responden harus menganggap diri mereka sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan perjalanan mereka.

Menurut data, hampir separuh pelancong bisnis (49%) telah memperpanjang perjalanan bisnis mereka ke kota yang sama atau bahkan ke kota yang berbeda dalam 12 bulan terakhir. Hampir sepertiganya dari kelompok ini (27%) mengklaim bahwa mereka berniat melakukan hal yang sama pada tahun 2017.

Ripsy Bandourian, Direktur Pengembangan Produk, Booking.com for Business menyatakan bahwa bleisure tidak lagi dianggap akan membuat karyawan kehilangan waktu atau ketidaknyamanan karier, tetapi dilihat sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, menemukan inspirasi, dan kemajuan dalam berkarier.

Pengusaha nampaknya belum sepenuhnya menyadari potensi bleisure, alasannya karena tidak punya cukup waktu atau kebijakan perusahaan yang tidak mengizinkan.

Bleisure juga bisa menjadi kunci untuk mempertahankan pekerja milenial, yang sering dianggap tidak tetap dan kurang loyal secara profesional. Milenial akan bersemangat pada pekerjaan yang menawarkan jalan-jalan, mungkin karena mereka memiliki uang terbatas untuk liburan dan belum berkeluarga.

Data dari Global Business Travel Association menyatakan bahwa 48 persen karyawan berusia 18 sampai 34 tahun pernah melakukan bleisure.

Sebanyak 78 persen milenial sengaja memanfaatkan waktu pribadi dalam perjalanan bisnis. Selanjutnya, 60 persen milenial mengatakan bahwa liburan memang menguntungkan pekerjaan mereka, karena dapat membantu mereka berpikir secara lebih luas.

Booking.com for Business juga telah mengidentifikasi 10 kota dengan pertumbuhan tercepat bagi pelancong bisnis, yaitu:

1. Shanghai

2. Tokyo

3. Bangkok

4. Guangzhou

5. New York

6. Budapest

7. Singapura

8. Hong Kong

9. Praha

10. Amsterdam

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR