KESEHATAN

Infografik: Cegah osteoporosis sejak dini

Osteoporosis mengintai semua usia. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Osteoporosis mengintai semua usia. Mencegah lebih baik daripada mengobati. | Bagus Triwibowo /Beritagar.id

Sejak 1996, tanggal 20 Oktober diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia. Peringatan itu kali pertama digelar United Kingdom’s National Osteoporosis Society dan selanjutnya oleh International Osteoporosis Foundation.

Diperingatinya Hari Osteoporosis Sedunia bertujuan untuk menyadarkan masyarakat global tentang pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut. Osteoporosis merupakan kondisi menurunnya kepadatan tulang.

Zaman serba cepat seperti sekarang membuat sebagian besar orang menghabiskan banyak waktunya dengan duduk di kantor, hanya sesekali melangkah, mungkin untuk mengambil minum atau pindah ruangan untuk rapat. Kebiasaan demikian akhirnya membuat kualitas kesehatan menurun.

Menurut penelitian, perempuan lebih sering mengalami osteoporosis dibandingkan lelaki. Hasil penelitian, satu dari lima perempuan berusia 50 tahunan menderita osteoporosis, hanya tujuh persen penderita laki-laki. Kondisi ini pun menggambarkan, perempuan lebih rentan mengalami penyakit tulang rapuh saat memasuki usia lanjut.

Sebuah penelitian juga pernah mengungkapkan bahwa sebagian besar orang menghabiskan waktu untuk duduk dalam sehari minimal selama 7,7 jam. Rata-rata angka mayoritas selama 15 jam per hari untuk duduk.

Penelitian terhadap 1.500 responden yang telah menjalani masa pensiun tersebut menemukan bahwa mereka yang duduk selama sepuluh jam sehari dan hanya olahraga kurang dari 40 menit memiliki kualitas tubuh dengan usia delapan tahun lebih tua.

Risiko patah tulang

Dilansir NHS, tulang paling tebal dan terkuat kepadatannya meningkat hingga usia akhir 20-an. Seseorang secara bertahap mulai kehilangan kepadatan tulang dari sekitar usia 35 tahun.

Ini terjadi pada semua orang, tetapi beberapa orang menderita osteoporosis dan kehilangan kepadatan tulang lebih cepat dari biasanya. Ini berarti mereka berisiko lebih besar mengalami patah tulang.

Tahap awal biasanya tidak terjadi tulang keropos. Tetapi begitu tulang melemah lantaran osteoporosis; gejala yang akan dirasakan meliputi nyeri punggung, berkurangnya tinggi badan, dan postur membungkuk.

Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Saking rapuh sehingga jatuh, membungkuk, atau batuk dapat menyebabkan patah tulang di pinggul, pergelangan tangan atau tulang belakang.

Di Indonesia, insiden patah tulang tertinggi dialami perempuan pada umur 95-99 tahun sebanyak 1.680 kasus dan terendah pada umur 40-45 tahun sebanyak delapan kasus.

Sedangkan insiden patah tulang pinggul tertinggi pada laki-laki terlihat pada umur 90-94 tahun sebanyak 718 kasus dan terendah pada umur 40-44 tahun sebanyak 10 kasus.

Demi menurunkan angka insiden patah tulang, mulailah dengan lebih menjaga kesehatan tulang. Ini bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan kaya protein, kalsium, dan vitamin D.

Selain itu, disarankan untuk olahraga secara teratur. Orang dewasa berusia 19 hingga 64 tahun mesti melakukan setidaknya 150 menit aktivitas olahraga intensitas sedang, seperti bersepeda atau jalan cepat setiap pekan.

Selama ini, ada beberapa mitos mengenai osteoporosis. Jika telah mengalami osteoporosis atau mulai sadar untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini, mulailah dengan mengenali gejalanya sejak dini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR