HARI BATIK NASIONAL

Infografik: Merawat batik, merawat Indonesia

Merawat batik Indonesia yang tercatat memiliki 5.849 motif batik dari Aceh hingga Papua, merupakan bagian dari merawat Indonesia.
Merawat batik Indonesia yang tercatat memiliki 5.849 motif batik dari Aceh hingga Papua, merupakan bagian dari merawat Indonesia. | Bagus Triwibowo /Beritagar.id

Kekayaan Indonesia tak hanya soal keindahan alam dan keanekaragaman flora dan fauna di 13.466 pulau, 726 bahasa daerah atau 640 bahasa versi UNESCO, 5.300 makanan khas, serta keragaman suku.

Para penjelajah dari Eropa, sejak abad ke-16, telah melaporkan adanya kain-kain bercat warna-warni di Pulau Jawa. Negeri berjulukan "seribu pulau" ini tercatat memiliki 5.849 motif batik dari Aceh hingga Papua. Kain batik, memiliki sejarah panjang di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

Wajar, jika UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam, mengakui batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pengakuan UNESCO itu kemudian diiringi dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 yang menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Meski bukan sebagai hari libur nasional, surat keputusan itu disambut dengan rasa bangga oleh khalayak. Melalui Surat Edaran nomor SE-11/SESKAB/X/2013 tertanggal 1 Oktober 2014, Sekretaris Kabinet juga meminta para menteri beserta seluruh Lembaga Pemerintahan Non-Kementerian agar mengimbau seluruh pegawai di bawah jajarannya untuk mengenakan batik pada tanggal 2 Oktober 2014 itu.

Pamor batik makin naik dan dikenal. Ini menjadi titik revolusi batik. Bahkan demi merawat batik, dibuat jurusan Teknologi Batik dalam Fakultas Ilmu Batik di Universitas Pekalongan (Unikal). Batik pun mendapat tempat di hati kalangan milenial (Simak --> Laporan Khas).

Selamat Hari Batik Nasional. Mari merawat batik yang menjadi bagian kekayaan Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR