Merawat lingkungan secara digital melalui Lindungi Hutan

Ilustrasi hutan pinus.
Ilustrasi hutan pinus.
© Adeng Bustomi /Antara Foto

Saat melakukan perjalanan ke beberapa pantai di Semarang, Jawa Tengah, Mifachtur Robani melihat banyak masalah lingkungan yang mengganggu kawasan tersebut. Ben, begitu Mifachtur biasa disapa, kemudian tergerak untuk mencari cara guna ikut membantu pemulihan lingkungan dan merawatnya.

Ia bersama beberapa rekannya kemudian mewujudkan keinginan tersebut dengan membangun sebuah perusahaan rintisan bernama Lindungi Hutan.

Saat ini di dalam negeri tengah marak berkembang rintisan e-dagang dan fintech (financial technology), Ben, yang merupakan salah satu peserta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Semarang, berusaha menciptakan rintisan yang menggabungkan tren tersebut.

"Lindungi Hutan adalah suatu platform crowdfunding yang bertujuan mengumpulkan dana untuk gerakan penghijauan hutan dan pemberdayaan petani," jelas Ben dalam rilis pers resmi yang diterima Beritagar.id, Kamis (13/2).

Ben menuturkan bahwa banyak rumah-rumah yang terkena abrasi air laut. Masalah tersebut terpampang nyata dan terlihat dampaknya. Namun banyak yang tidak peduli akan hal tersebut.

Ada segelintir orang yang peduli dan mau memperbaiki hal tersebut tapi tidak mempunyai sumber dana yang cukup untuk melakukannya.

"Oleh karena itu kami ingin membantu mereka dengan membuat Lindungi Hutan," ujar Ben.

Melalui situs resminya, lindungihutan.org, Lindungi Hutan sudah melakukan aksinya dalam ikut memperbaiki empat hutan di daerah Semarang dan Temanggung, Jawa Tengah.

Proses cara kerjanya cukup sederhana. Lindungi Hutan mengumpulkan dana dari para donatur yang peduli akan kelestarian hutan, kemudian menggunakan dana tersebut untuk mendanai gerakan kampanye penghijauan hutan bersama para petani lokal daerah yang menjadi sasaran.

Walaupun berangkat dengan tujuan sosial, hal tersebut tidak menghindari Lindungi Hutan dari mengalami berbagai kendala dalam mengembangkan platform yang mengusung slogan "Peduli, Solusi, Bersama" ini.

"Kendala terbesar yang kita alami itu perihal kepercayaan calon donatur. Karena kita sistemnya crowdfunding dan produk yang kita hasilkan tidak langsung dapat dirasakan, butuh proses dan waktu yang cukup lama untuk melihat hasil dari gerakan ini," jelas Ben lebih lanjut.

Lindungi Hutan turut berfokus dalam mengedukasi masyarakat mengenai permasalahan, bencana, tragedi alam serta pentingnya penanaman, dan penghijauan Indonesia sebagai solusi jangka panjang untuk generasi mendatang. Edukasi tersebut dikemas dengan menarik dalam berbagai akun sosial media resmi milik Lindungi Hutan.

"Harapannya semoga Lindungi Hutan dapat segera mengglobal, minimal dapat hadir di kota-kota lain di Indonesia, apa lagi mengingat Lindungi Hutan merupakan satu-satunya platform untuk crowdfunding penghijauan hutan," kata pemuda yang menjabat sebagai Chief Marketing Officer Lindungi Hutan tersebut.

"Kami juga berharap dapat bertemu pelaku-pelaku industri startup lainnya yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kami," pungkasnya.

Lindungi Hutan, bersama Tumbas.in dan Sampah Muda, menjadi tiga rintisan digital dari Semarang yang lolos ke tahap Inkubasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Ketiganya juga dinobatkan menjadi rintisan terbaik dalam tahapan Bootcamp untuk kota Semarang.

Bootcamp merupakan program pemberian materi mengenai pengembangan produk, desain, dan pemasaran melalui penyampaian materi, bimbingan, dan bekerja dalam tim untuk menyelesaikan produk. Bootcamp Semarang sendiri telah dilaksanakan pada 7-9 April 2017 di Impala Space, Kota Lama, Semarang.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital merupakan sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia pada tahun 2020 dengan mendirikan 1000 rintisan yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Gerakan ini berlangsung di 10 kota Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Malang, Pontianak, Makassar, Medan, dan Denpasar.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.