FILM HOLLYWOOD

Amunisi Disney+ menghadapi persaingan layanan pengaliran video

Kevin Mayer saat mempresentasikan apa saja isi konten Disney+ dalam D23 EXPO di Anaheim, California, AS (23/8/2019)
Kevin Mayer saat mempresentasikan apa saja isi konten Disney+ dalam D23 EXPO di Anaheim, California, AS (23/8/2019) | Jesse Grant/Getty Images /Disney

Perusahaan hiburan raksasa, Walt Disney, akhirnya menghamburkan amunisi yang akan mengisi layanan pengaliran (streaming) video Disney+ dalam acara D23 Expo di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat (23-25/8/2019).

D23 merupakan ekshibisi dua tahunan yang diselenggarakan Disney sejak 2009. Menjadi ajang tempat berkumpulnya para penggemar yang diisi beragam hiburan, dan tentu saja aneka barang-barang dagangan produksi perusahaan tersebut.

Memanfaatkan satu dekade perjalanan D23, tepat kiranya jika rumah besarnya Mickey si tikus ini menjadikannya ajang untuk mengumumkan konten-konten yang nantinya akan mengisi Disney+.

Disney+ merupakan layanan pengaliran video orisinal yang telah diumumkan Bob Iger, Chairman and CEO Walt Disney Company, sejak November 2019.

Berbeda dengan Hulu, yang juga platform streaming, tapi aslinya merupakan kongsi dengan NBCUniversal milik Comcast, layanan Disney+ adalah milik Disney seutuhnya. Kehadirannya merupakan jawaban atas maraknya layanan sejenis yang telah lebih dahulu meraksasa, seperti Netflix, Amazon Prime Video, dan Apple TV Plus.

Sejak awal ketika akan diluncurkan, langkah Disney sebenarnya sudah membuat para kompetitornya ketar-ketir.

Pasalnya isi layanan ini bukan hanya berasal dari Walt Disney Studios dan Walt Disney Television yang tentu saja sudah sangat ikonis, tapi juga akan hadir konten-konten orisinal dari Pixar, Marvel, Lucasfilm, National Geographic, dan 20th Century Fox yang notabene sudah menjadi milik Disney.

Lima pemasok konten untuk Disney+ ini sebelumnya juga sudah punya rekam jejak sebagai produsen konten untuk medium televisi dan bioskop yang memikat.

Disney+ menghadirkan beragam tayangan yang bisa dinikmati oleh para pelanggan. Mulai dari film, serial, dokumenter, kompetisi, acara realitas, hingga tayangan jalan-jalan.

Sebelumnya saat mengisi Hall H di San Diego Comic-Con International (22/7), Disney melalui Marvel Studios sudah membocorkan sejumlah serial yang spesial hanya hadir lewat Disney+, yaitu The Falcon and the Winter Soldier (Agustus 2020), WandaVision (awal 2021), Loki (awal 2021), What If…? (medio 2021), dan Hawkeye (akhir 2021).

Publik, terutama warganet di media sosial, kontan menulis sudah tak sabar ingin menyaksikan seperti apa petualangan para pahlawan super lungsuran jagat sinema Marvel tersebut.

Gongnya terjadi dalam ajang D23 Expo saat Disney mengumumkan lagi daftar konten-konten unggulan pengisi Disney+.

Daftarnya tidak sembarangan. Dari ranah fiksi, akan hadir serial The Mandalorian, sempalan Star Wars arahan Jon Favreau, Monsters at Work produksi Pixar, dan High School Musical: The Musical: The Series yang sebelumnya menjadi tayangan favorit di Disney Channel.

Lalu masih ada film Noelle (dibintangi Anna Kendrick dan Bill Hader), Lady and the Tramp (diisi suarakan oleh Tessa Thompson dan Justin Theroux), ekranisasi Stargirl (Grace VanderWaal), Togo (Willem Dafoe), Timmy Failure: Mistakes Were Made (Winslow Fegley), dan Magic Camp (Adam DeVine).

Pengisi tayangan nonfiksi, antara lain The World According To Jeff Goldblum, Encore!, Marvel's Hero Project, (Re)Connect, Be Our Chef, Ink & Paint, Rogue Trip, dan Shop Class.

Itu belum termasuk sejumlah tayangan yang masih dalam tahap penggarapan, seperti serial tentang Obi-Wan Kenobi yang kembali diperankan Ewan McGregor, serta tiga serial pahlawan super milik Marvel, seperti Ms. Marvel, Moon Knight, dan She-Hulk.

Seolah belum cukup membuat para pesaingnya terperanjat dengan sajian konten tadi, Disney+ juga datang membawa penawaran yang lebih murah.

Biaya berlangganan Disney+ “hanya” sebesar AS$6,99 (Rp99,845) per bulan. Itu sudah termasuk menikmati suguhan tayangan dengan resolusi 4K.

Untuk menikmati sajian paket serupa yang ditawarkan Disney+, pelanggan Netflix harus mengeluarkan uang AS$16 per bulan.

Keunggulan Netflix yang sudah hadir sejak 2007, mereka memiliki pustaka tayangan yang jumlahnya sangat banyak lagi beragam.

Pun demikian, pelan tapi pasti Disney+ diyakini akan semakin memperkaya koleksi tayangan mereka dalam beberapa tahun ke depan.

Khusus untuk memproduksi sejumlah tayangan orisinal, perusahaan yang eksis sejak 1923 itu menggolontorkan dana sebesar AS$3 miliar hingga 2024.

Gary Marsh, Kepala Disney Channel, mengatakan bahwa Disney+ akan menjadi rumah bagi lebih dari 5.000 episode konten dari The Disney Channel. Serta lebih dari 100 film yang berasal dari Disney Channel.

Menyitir Endgadget, dalam setahun ini Disney menjanjikan semua katalog terkait Pixar, Star Wars, Marvel Cinematic Universe, dan banyak lagi akan tersaji dalam perpustakaan konten mereka.

Jumlah tersebut akan menggelembung pada tahun kelima dengan tambahan 50 lebih judul serial orisinal, 10.000 lebih episode tayangan lawas, dan 500an film.

“Dengan kurang dari tiga bulan hingga diluncurkan, Disney + akan segera menghibur dan menginspirasi pemirsa dari segala usia untuk generasi mendatang,” ujar Kevin Mayer, Chairman Disney’s Direct-to-Consumer & International, dalam siaran pers.

Layanan streaming Disney+ akan diluncurkan secara resmi mulai 12 November untuk pemirsa di kawasan AS, Kanada, dan Belanda. Sepekan berselang giliran publik di Australia dan Selandia Baru yang dapat mengaksesnya.

Kawasan lain seperti Amerika Utara, Eropa, Asia Pasifik, dan Amerika Selatan akan menyusul secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Harga berlangganan berbeda pada tiap negara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR