FILM INDONESIA

Ika Natassa memujikan Reza Rahadian dan Raihaanun

Ika Natassa (kanan) memuji performa akting Reza Rahadian yang berpasangan dengan Raihaanun dalam film Twivortiare
Ika Natassa (kanan) memuji performa akting Reza Rahadian yang berpasangan dengan Raihaanun dalam film Twivortiare | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Wajah Ika Natassa semringah. Tak hentinya ia mengucap syukur. Pertanda bahagia. Salah satu penyebabnya berkat kehadiran Reza Rahadian dan Raihaanun membintangi film Twivortiare yang merupakan adaptasi dari novel yang ditulisnya 12 tahun silam.

“Mereka adalah aktor dan aktris favoritku. Jadi, ketika mereka menyatakan setuju bergabung dalam film ini, rasanya luar biasa banget. Amazing,” ujar Ika dalam jumpa pers usai penayangan Twivortiare untuk kalangan wartawan di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat (19/8/2019).

Diakui Ika, sangat susah mencari pemain yang bisa menghidupkan karakter dari tokoh Beno Wicaksono dan Alexandra Rhea.

Apa yang dilakukan Reza (pemeran Beno) dan Haanun (Alex) justru melampaui ekspektasinya. Sebuah suguhan penampilan yang menakjubkan. Ibarat afirmasi keputusan dewan juri Festival Film Indonesia yang pernah menganugerahkan Piala Citra kepada mereka berdua.

Film arahan Benni Setiawan ini ditulis naskahnya oleh Alim Sudio. Kisahnya tentang hubungan seorang bankir sukses bernama Alexandra dengan Beno, dokter bedah jantung yang super sibuk.

Lantaran ego masing-masing, pernikahan mereka kandas. Pun demikian, sahabat Alex, Wina (Anggika Bolsteri), menyebutnya sebagai perceraian yang tak pernah serius berpisah.

Pasalnya tautan berbagai peristiwa senantiasa mempertemukan mereka. Bahkan ketika muncul laki-laki lain yang berusaha mengisi hati Alex, perasaannya tetap berpaut pada Beno. Perasaan cinta yang dipaksa untuk mati, malah makin bersemi.

Berselang dua tahun setelah bercerai, keduanya sepakat bersatu lagi. Beno dan Alex menikah lagi untuk kedua kalinya.

Kali ini Beno dan Alex berjanji akan menjalani pernikahan dengan sikap lebih dewasa, saling mengerti, dan mau mengalah. Mereka yakin mampu karena masih saling mencintai.

Apa lacur, konflik dan pertengkaran masih terus mewarnai bahtera rumah tangga mereka berdua. Pada titik inilah emosi penonton akan diaduk-aduk.

Dalam novel ketiganya yang telah difilmkan ini, menyusul Critical Eleven (2017) dan Antologi Rasa (2019), Ika teringat dengan kejayaan film-film drama romantis pada era 80an dan 90an.

“Ketika beranjak dari bioskop menonton film-film romcom pada era tersebut, hati kita hangat. I miss that feeling,” ungkap novelis yang juga bankir berusia 41 itu.

Selain memujikan performa semua departemen dalam produksi film ini, termasuk sutradara tentu saja, Ika juga memberikan kredit khusus kepada Alim Sudio. Ia menyebut naskah tulisan Alim berhasil menampilkan adegan demi adegan yang sesuai.

Sejak awal Ika mengaku tidak mengharuskan semua adegan dalam bukunya ditampilkan dalam film. Oleh karena itu, dibutuhkan kecakapan memilih mana fragmen yang harus diangkut dalam film, mana pula yang harus diabaikan.

“Aku bukan tipe penulis yang memaksakan adegan ini harus ada, adegan itu harus ada. Film enggak bakalan bisa selesai kalau caranya begitu. Lagi pula cara kita menikmati buku dan film kan emang beda,” ujar Ika saat diwawancarai reporter Graceldis Loanardo.

Ika sudah langsung yakin naskah tulisan Alim akan sangat memuaskan setelah membaca bagian berisi voice over milik Beno dan Alex.

Untuk membuktikan apakah segala sanjung yang dilayangkan Ika bukanlah pepesan kosong belaka, anda bisa membuktikannya saat Twivortiare tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019.

Selain Reza dan Haanun, film produksi MD Pictures ini juga menghadirkan Denny Sumargo, Arifin Putra, Ferry Salim, Boris Bokir, Citra Kirana, Dwi Yan, Lydia Kandou, Roy Marten, Aida Nurmala, dan Dimas Aditya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR