FILM INDONESIA

Jagat Sinema Bumilangit bertaburan bintang

Sebagian pemain yang bergabung dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1
Sebagian pemain yang bergabung dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid 1 | Screenplay Bumilangit

Rumah produksi Screenplay Bumilangit akhirnya mengumumkan mega proyek Jagat Sinema Bumilangit (JSB) Jilid 1 kepada publik (18/8/2019). Isinya delapan film yang diawali perilisan Gundala pada 29 Agustus 2019. Laiknya mega proyek, para penggawanya juga mega bintang.

Mereka adalah Pevita Pearce (sebagai Sri Asih), Chicco Jerikho (Godam), Chelsea Islan (Tira), Zara JKT48 (Virgo), Vanesha Priscilla (Cempaka), Joe Taslim (Mandala), Tatjana Saphira (Mustika Sang Kolektor), Hannah Al Rashid (Camar), Kelly Tandiono (Bidadari Mata Elang), Dian Sastrowardoyo (Dewi Api), hingga Nicholas Saputra (Aquanus).

Kehadiran nama-nama familiar di industri perfilman tanah air itu melengkapi jajaran pemain ternama yang telah lebih dahulu hadir membintangi Gundala, yaitu Abimana Aryasatya (Gundala), Tara Basro (Merpati), Bront Palarae (Pengkor), Ario Bayu (Ghani Zulham), Daniel Adnan (Tanto Ginanjar), Lukman Sardi (Ridwan Bahri), Asmara Abigail, (Desti Nikita), dan Della Dartyan (Nila Umaya).

Mengumpulkan begitu banyak pemain bintang diakui Wicky V. Olindo bukan sebuah hal yang gampang. Mereka terlebih dahulu harus bisa meyakinkan para aktor tersebut bahwa film-film dalam JSB diproduksi secara berkelas sehingga bisa dibanggakan hingga ke mancanegara.

"Semisal waktu kami mengajak Joe Taslim agar bersedia memerankan Mandala. Kami harus meyakinkan dia bahwa semua aspek dalam film ini, mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, hingga karakter tokoh-tokohnya diproduksi dengan bagus," ungkap Wicky.

Proses mengajak para pemain belia, semisal Zara (16) dan Vanesha (19), juga tak kalah susah. "Mereka semua ini sudah kritis menerima tawaran bermain film. Saat kami tawari, masing-masing menanyakan detail karakter dari tokoh yang diperankannya," tambah Wicky.

Berkumpulnya para bintang ini bersambut antusiasme dari para penggemar. Alhasil atrium Plaza Senayan, Jakarta Selatan, yang menjadi tempat pengumuman langsung berjubel penggemar.

Setiap kali nama pemain beserta tokoh yang mereka perankan diumumkan melalui pengeras suara, para hadirin kontan menyambutnya dengan aplaus.

Di jagat maya, warganet tak kalah ramai. Nama-nama seperti Zara JKT48, Pevita Pearce, Dian Sastrowardoyo, hingga Nicholas Saputra menjadi topik percakapan di media sosial Twitter, Facebook, dan Instagram.

Segala harapan dan imaji mereka tumpahkan. Ada yang sudah tak sabar ingin melihat Nicholas Saputra memerankan Aquanus, membayangkan sosok Chicco mengenakan kostum Godam, atau rasa penasaran yang membumbung menantikan debut Zara dalam film yang mengandung unsur aksi laga.

Beberapa warganet yang lain bahkan mengaku sudah menciptakan imaji sendiri tentang sosok Pevita Pearce sebagai Sri Asih ciptaan R.A. Kosasih yang dijuluki Bapak Komik Indonesia.

Selain ketertarikan terhadap karakter dari tokoh Virgo yang diperankannya, Zara bergabung dalam film ini karena mengharuskannya melakoni adegan laga.

"Makanya mungkin aku akan latihan bela diri. Soalnya superhero kan harus bisa bela diri," ujar Zara yang terakhir membintangi film Dua Garis Biru dengan raihan lebih dari 2,5 juta penonton.

Alasan Vanesha bergabung karena ingin mengubah citranya selama ini yang kadung lekat sebagai pemeran Milea dalam film Dilan.

"Ini peran yang menantang buat aku. Karena di sini ceritanya menjadi jagoan, aku harus latihan kebugaran nih," kata Sasa, panggilan akrab Vanesha.

Antusiasme Dian juga tak kalah. Dari kaca mata pemeran tokoh Cinta dalam semesta film Ada Apa dengan Cinta?, sudah saatnya perfilman Indonesia merambah cerita-cerita dengan tema pahlawan super seperti ini.

Linimasa penceritaan JSB Jilid 1 juga diakuinya sangat menarik. Sebab delapan film ini bukan hanya berkisah tentang sosok-sosok pahlawan yang hidup pada era sekarang, tapi juga masa lampau. Dari situ ia bisa belajar untuk mengulik kekayaan budaya Nusantara.

Dari total delapan film yang termaktub dalam jilid pertama dari JSB, Wicky mengaku belum bisa menyebutkan linimasa penayangan film-film tersebut.

Pun demikian, secara berurutan pemunculan delapan film tersebut adalah sebagai berikut; Gundala, Sri Asih, Godam dan Tira, Si Buta Dari Gua Hantu, Patriot Taruna, Mandala, Gundala Putra Petir, dan Patriot.

Melihat daftar judul di atas, artinya JSB Jilid 1 akan menghadirkan perjalanan dua era dalam semesta ceritanya, yaitu era jawara dan patriot.

Era jawara berisi para pendekar pada zaman prakemerdekaan alias Nusantara. Barda Mandrawata alias Si Buta Dari Gua Hantu ciptaan Ganes TH, lalu Mandala yang diciptakan Mansyur Daman diceritakan hidup pada era ini.

Sementara tokoh-tokoh semisal Gundala, Godam, Tira, dan Sri Asih berasal dari era patriot alias masa sekarang.

Posisi Joko Anwar bukan hanya sutradara dan penulis naskah Gundala, ia juga diberikan tanggung jawab sebagai produser kreatif dalam mega proyek ini.

Artinya Joko bertugas menciptakan garis besar yang menjadi benang merah film dalam semesta cerita ini, menjaganya agar ketika berkelindan tidak membuat penonton bingung.

Keputusan memilih sutradara dan penulis skenario untuk film-film lain dalam JSB Jilid 1 juga datang dari rekomendasi Joko. Pun rekrutmen pemain.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR