PILPRES 2019

Jokowi-Amin: Jangan kufur nikmat, ekonomi kita sudah baik

IKHTISAR

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Antara Foto /Wahyu Putro A.
  1. Jokowi-Amin: Jangan kufur nikmat, ekonomi kita sudah baik

    Dalam pernyataan penutupnya, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Amin meyakini bahwa kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat akan segera terwujud melalui upaya nyata. 


    “Reformasi struktural sudah mulai sejak 1998, tapi reformasi yang lebih substantif lebih kita rasakan sejak 2014. Mengapa? Karena Jokowi-JK telah banyak melakukan hal itu,” kata Amin.

    Amin meyakini, pekerjaan itu belum rampung, oleh karenanya kubu ini akan melanjutkan cita-cita besar dalam membangun infrastruktur, membangun kebijakan investasi hingga memperbaiki predikat investasi terbaik.

    “Mengapa? Karena kami bisa menjaga bangsa dan mengerti apa yang dihadapi,” tegas Amin.

    Jokowi menambahkan, untuk menjadi negara maju, sebagai sebuah negara besar tentu tantangan juga besar.

    “Tetapi kita wajib bersyukur, jangan kufur nikmat karena inflasi pangan rendah, kemiskinan satu digit, tingkat pengangguran terbuka turun,” kata Jokowi.

    Maka dari itu, Jokowi berpesan agar rakyat tak takut dengan tantangan dan kesulitan.

    “Bukan kesulitan yang buat kita takut, seringkali ketakutan yang buat jadi sulit. Jadi jangan pesimistis, jangan mudah menyerah. Kita harus selalu optimistis,” tutup Jokowi.

  2. Kinerja Garuda Indonesia dikritik

    Calon Presiden 02 Prabowo Subianto menyayangkan cara pengelolaan BUMN selama pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi. Bahkan untuk maskapai nasional sekelas Garuda Indonesia yang menjadi kebanggaan bangsa pun kesulitan mendapatkan profit.

    Mengutip laporan keuangan perseroan, kinerja bisnis Garuda Indonesia selama lima tahun terakhir cenderung tak stabil. Pada 2014, maskapai pelat merah ini membukukan rugi $371,9 juta. Pada 2015 dan 2016, Garuda sempat meraup untung masing-masing $77,9 juta dan $9,3 juta. Pada 2017, Garuda lagi-lagi merugi cukup besar hingga $213 juta. Akhirnya, pada tahun lalu maskapai penerbangan BUMN ini berhasil meraup margin sangat tipis $5,01 juta dolar atau 0,11 persen dari penjualan $4,37 miliar.

  3. Janji Prabowo-Sandi: tak akan ambil gaji

    Prabowo-Sandiaga dalam penutup debat pamungkas berjanji tak akan mengambil gaji mereka jika terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden RI. "Kami komitmen tak akan ambil gaji dan akan memberikan kepada negara dan kaum dhuafa," kata Sandiaga.

    Menurut Sandi, mereka yakin tuhan akan memberikan arahan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik.

    Mereka bertekat memberikan pemerintahan yang terbaik. Sandiaga menjanjikan jika ia terpilih akan memberikan yang terbaik buat semua kalangan pemilih.

    Sedangkan Prabowo, memberi penutup jika UU Desa sebenarnya sudah ada sejak Jokowi belum jadi presiden. "Saya justru sebagai inisiator sebagai ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia). Itu hak rakyat dan tak perlu dipolitisasi."

    Dengan klaim Freeport sebagai keberhasilan, saya pertanyakan katanya Indonesia akan kuasai 51 persen, tapi pihak sana (Freeport) sudah melaporkan menguasai keuntungan 82 persen. Prabowo mengucapkan berterima kasih kepada yang mendorong gerakan mereka. "Kami akan membela kalian."

  4. Setoran dividen BUMN cenderung naik

    Setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hingga semester I 2018, misalnya, angkanya mencapai Rp35,52 triliun atau meningkat 13 persen dari semester I 2017. Pencapaiannya 79 persen atau meleset sedikit dari target 79,48 persen untuk 2018.

  5. Prabowo akui sebagai bagian dari elit

    Prabowo mengakui jika dirinya sebagai bagian dari elit 1 persen yang memiliki kekayaan besar. Namun walau kaya, tapi Prabowo menyatakan siap memberikan kekayaannya karena cinta tanah air. "Jangankan harta, jiwa dan raga saya berikan buat nusa bangsa," ujarnya.

    Untuk urusan pemerataan, menurutnya harus diciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, investasi besar dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Serta investasi mendalami science, teknologi, engineering.

    Sandiaga menyatakan, menargetkan 15 juta lapangan baru, lewat sektor energi, pangan, manufaktur, dan perumahan. "Gerakan OK OCE menargetkan 2 juta lapangan kerja," ujarnya.

    Prabowo juga menyatakan akan mengintervensi kelaparan, dengan memberikan susu dan makan pagi bagi anak-anak sekolah hingga tingkat SMA. "Ini sudah dilakukan di Jakarta oleh Anies Baswedan. Sebab menurut studi, 1 dari 3 anak tak makan pagi."

  6. Jokowi: BUMN kita punya masa lalu

    Mengelola ulang kinerja badan usaha milik negara (BUMN) adalah salah satu upaya kubu calon presiden petahana dalam menciptakan badan usaha pelat merah itu punya standar dunia.

    Pernyataannya itu dibuktikan melalui pengambilalihan sejumlah perusahaan pengelola sumber daya alam yang selama ini dikelola asing oleh BUMN. Beberapanya adalah Blok Rokan, Blok Mahakam, dan Freeport Indonesia.

    “Kalau kita masih ragu dalam pengelolaan BUMN kita, bagaimana mereka memiliki kemampuan mengelola blok besar tentu saja memberi uang sangat besar?” tanya Jokowi.

    Jokowi mengakui bahwa beberapa BUMN memiliki catatan pengelolaan yang buruk sebelumnya. Namun, dirinya enggan menyalahkan melainkan berjanji akan memperbaiki tata kelolanya.

    “Bahwa ada masalah itu adalha tugas kita sebagai pemimpin. Say atidak mau membuka masa lalu BUMN,” tegas Jokowi.

    Di sisi lain, Jokowi juga akan memperkuat holding BUMN di berbagai sektor, baik migas, konstruksi, infrastruktur, pertanian, dan seterusnya.

  7. Jokowi: Mengelola ekonomi makro tidak bisa dari aduan

    Kubu pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Amin mendapat pertanyaan dari Sandiaga Uno dalam debat terbuka terkait strategi mengembalikan neraca dagang.

    Jokowi menekankan, posisi neraca dagang Indonesia pada 2018 memang turun. Namun, perbaikan terlihat pada kuartal I/2019 dengan penurunan defisit sekitar $0,67 miliar AS.

    “Usaha kita menekan defisit bukan main-main. Apa yang ingin kita lakukan? Substitusi barang impor harus dikerjakan di Indonesia. Petro-chemical harus ada di Indonesia, karena impor terbesar ada di situ,” kata Jokowi.

    Dalam sektor minyak dan gas (migas), pemerintahannya telah memulai membangun kilang mandiri, dengan harapan ke depannya defisit bisa ditekan.

    “Ada pembatasan ekspor yang berkaitan dengan sumber daya alam, ini untuk membatasi agar tidak terjadi transfer pricing antara kita dan pembeli dari luar,” ujarnya.

    Jokowi kemudian mengkritik cara Sandiaga dalam melakukan kebijakan ekonomi makro yang diukur atas aduan masyarakat.

    Menurutnya, kebijakan untuk makro tidak bisa semudah itu. Ada sisi permintaan dan persediaan yang harus dihitung secara seksama melalui data dan angka yang faktual.

    “Tidak mungkin kita membuat kebijakan berdasarkan satu, tiga orang yang menyampaikan keluhan,” terang Jokowi.

  8. Neraca dagang cetak surplus usai 4 bulan defisit

    Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus tipis sebesar $330 juta AS pada Februari 2019. Posisi ini merupakan surplus pertama kali sejak defisit berturut-turut dalam empat bulan terakhir. Defisit disebabkan oleh posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar $12,53 miliar AS, lebih rendah dibandingkan nilai neraca impor yang sebesar $12,2 miliar AS.

  9. Rasio elektrifikasi per 2018 capai 96,2 persen

    Rasio elektrifikasi merupakan perbandingan antara jumlah rumah tangga berlistrik dan seluruh rumah tangga, Pada tahun 2018, rasio elektrifikasi Indonesia sudah mencapai 96,2 persen.

    PLN merencanakan tahun 2024 rasio elektrfikasi untuk seluruh Indonesia mencapai 100 persen atau lebih cepat dibanding draf (RUKN 2015-2034).

    Hingga akhir 2018, terdapat lima provinsi yang rasio elektrifikasinya sudah mencapai 100 persen. Masing-masing adalah Bali, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Sementara, Kalimantan Tengah (70,4 persen), Nusa Tenggara Timur (70 persen), dan Papua (65 persen) masuk kategori rasio elektrifikasi rendah.

  10. Apa rencana Prabowo-Sandiaga dalam ekonomi digital?

    Menurut Sandiaga, e-sport salah satu sektor yang berkembang dalam ekonomi digital. Kita punya peluang menciptakan produk yang menguasai dunia. Karena anak muda Indonesia hebat-hebat dan optimis.

    Kita tak bisa meregulasi industri yang cepat berkembang. Tujuannya untuk membuka lapangan kerja. Pembangunan ekonomi digital ini untuk membuka lapangan kerja anak muda. Jangan sampai Indonesia diserbu produk impor.

    "Kami akan fasilitasi, dengan rumah siap kerja. Kami akan buat event pelatihan, agar punya juara dunia." Tapi jangan sampai e-sports mempengaruhi mereka sampai tak punya akhlak.

    Sedangkan Prabowo menyatakan, bakal fokus pada kebijakan hal-hal yang mendasar yang menjawab kebutuhan pangan. Tingkatkan produksi pangan, tingkatkan penghasilan petani dan nelayan. "Digital itu bagus, tapi rakyat butuh pangan. Itu yang perlu dijaga."

  11. Ma’ruf Amin: Standar halal kita sudah dipakai di dunia

    Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menekankan bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan syariah telah lama ada di Indonesia.

    Salah satunya adalah melalui keberadaan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai langsung oleh Presiden Jokowi.

    Untuk itu, jika dirinya terpilih, maka target utamanya adalah membuat Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah di dunia yang meliputi semua sektor, mulai dari digital ekonomi, fintech, dan juga produk-produk yang ramah pasar (market friendly).

    “Mendorong industri halal bukan hanya untuk dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Standar halal kita sudah jadi standar halal dunia.

    Jokowi turut menambahkan, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dirinya optimistis Indonesia mampu menjadi ekonomi syariah terbesar di dunia.

    “Kita akan fokus dan konsentrasi di sini dengan produk halal, minggu depan akan kita resmikan Halal Park di dekat GBK (Gelora Bung Karno Jakarta), nanti diperbesar lagi jadi District Park,” tutup Jokowi.

  12. Kenaikan tax ratio terlalu cepat timbulkan shock economy

    Calon presiden petahana Joko “Jokowi” Widodo mengkritik niat Prabowo yang hendak menaikkan tax ratio dari 10 persen menjadi 16 persen setiap tahun. Menurutnya, dengan kenaikan seperti itu maka ekonomi kita akan kaget atau shock economy.

    Hal ini lantaran kenaikan drastis tax ratio tersebut sama artinya dengan penarikan sekitar 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang ada.

    Oleh karenanya, Jokowi menilai kunci yang terpenting adalah menaikkan tax ratio secara bertahap dengan memperbanyak tax based.

    “Tahun lalu kita ada tax amnesty, ketika itu ada deklarasi Rp4.800 triliun, income yang masuk Rp114 triliun. Kita ingin tax based makin besar,” kata Jokowi.

    Dalam mendukung penguatan tax based tersebut, pihaknya berjanji akan mereformasi sistem perpajakan yang ada di Indonesia.

    “Kita akan konsisten melakukan reformasi dalam pelayanan pajak karena akan memberikan dampak yang signifikan kepada para pembayar pajak, datang membayar pajaknya karena mereka merasa dilayani dengan baik,” tandas Jokowi.

  13. Indonesia penerbit sukuk ritel terbesar

    Tahun 2019, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan Sukuk Ritel (SR) seri SR-011 dengan tingkat imbal hasil atau kupon tetap sebesar 8,05 persen per tahun. Sebelumnya, SR-010 mencapai hasil penjualan sebesar Rp8,44 triliun dengan jumlah investor hingga 17.922 orang.

    Menurut DJPPR Kemenkeu, SR adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset surat berharga syariah negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual dengan volume minimum yang telah ditentukan.

    Hingga November 2018, Indonesia menjadi penerbit sukuk terbesar di dunia. Pada September 2018, misalnya, Indonesia mendapat penghargaan Asia Pacific Green/SRI Bond Deal of the Year dari Global Capital/Euromoney. Penghargaan diberikan atas keberhasilan Indonesia menerbitkan Sukuk Negara di pasar keuangan internasional untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan (Green Sukuk) senilai $1,25 miliar AS pada Maret 2018.

  14. Sandiaga ingin naikkan batas pajak

    Sandiaga menyatakan akan memisahkan direktorat penerimaan negara dari Kementerian Keuangan, tapi langsung lapor ke Presiden. Sehingga bisa dipantau langsung dan ditingkatkan pendapatannya.

    Sandiaga menyatakan, akan menggenjot penerimaan pajak. "Kami akan kurangi tarif pajak perorangan dengan menaikkan PTKP (Pendapatan Tak Kena Pajak). Sehingga (uangnya) bisa digunakan sehari-hari, sehingga bisa meningkatkan daya beli." Selain itu, Sandiaga ingin menurunkan pajak korporasi, sehingga menarik investasi.

    Masalah penerimaan negara, bagi Prabowo-Sandi sangat krusial. Prabowo menyatakan, KPK menilai harusnya Indonesia terima 4 ribu triliun, tapi hanya 2 ribu triliun. Pada 1997, menurutnya, tax ratio sempat mencapai 16 persen. Sekarang merosot jadi 10,3 persen. "Berarti kehilangan sekitar $60 miliar AS," ujarnya.

    Menurut Prabowo, tax ratio Thailand mencapai 19 persen karena mereka mengimplementasikan teknologi sehingga penerimaan pajak transparan."Kami pun ingin melebarkan tax base. Kita harus berani mengejar yang menghindari pajak."

    Sandiaga menyatakan, untuk masalah zakat, menurut pengalamannya, harus dilakukan jemput bola.

  15. Perempuan masih termarjinalkan dalam ekonomi

    Keterlibatan perempuan di sektor ekonomi dianggap masih kurang ketimbang laki-laki. Terdapat rentang yang luas jika melihat gender dalam kontribusi perekonomian. Indeks Ketimpangan Gender Indonesia 2018 yakni 0,691 atau berada pada ranking 85. Partisipasi ekonomi pun belum merata, dengan skor 0,629 atau menempati urutan 96 dari total 149 negara. Bank Dunia mencatat hanya 50,7 persen perempuan usia kerja lebih dari 15 tahun yang bekerja, masih jauh dari persentase laki-laki dengan kelompok usia yang sama, yakni 81,8 persen pada 2017.

  16. Rasio pajak Indonesia naik tipis

    Rasio pajak (tax ratio) Indonesia tahun 2018 sebesar 11,5 persen meningkat 0,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini adalah peningkatan pertama setelah rasio pajak menurun tiada henti dalam lima tahun terakhir.

    Rasio pajak adalah perbandingan penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto. Rasio ini merupakan alut ukur untuk menilai kinerja penerimaan pajak suatu negara. Komponen penerimaan pajak di Indonesia mencakup penerimaan pajak pusat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) minyak dan gas, dan PNBP pertambangan umum.

  17. Peneliti INDEF: Deindustrialisasi Indonesia tercepat di Asia Tenggara

    Peneliti muda Institute for Development and Economics and Finance (INDEF) Izzudin Al Farras dalam diskusi online menyebut deindustrialisasi dini yang terjadi di Indonesia terjadi lebih cepat dari negara ASEAN lainnya.

    Meski deindustrialisasi dan transformasi struktural ekonomi merupakan fenomena alamiah dan terjadi secara global, namun fenomena ini terjadi cepat di Indonesia.

    “Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia mengalami penurunan porsi manufaktur terhadap PDB sebesar 7 persen, yang mana negara sebaya (peers) di ASEAN (Thailand dan Malaysia) tidak lebih dari 4 persen,” kata Izzudin

    Setidaknya ada tiga hal sebagai akibat dari menurunnya porsi industri manufaktur: (1) turunnya penerimaan perpajakan, padahal manufaktur menjadi sektor tertinggi (30 persen) dalam menyumbang pajak; (2) daya serap tenaga kerja oleh sektor manufaktur semakin berkurang; (3) secara agregat, pertumbuhan PDB tidak dapat terdongkrak naik secara cepat karena kontribusi maupun pertumbuhan manufaktur turun dan tumbuh semakin lamban.

    Deindustrialisasi makin diperberat melalui perubahan pola investasi asing (FDI) yang cenderung berada di sektor tersier dibandingkan sekunder.

  18. Jokowi: Mekaar dan UMMI kunci produktivitas perempuan

    Calon presiden petahana menjelaskan selama 4 tahun terakhir beragam upaya untuk memberikan akses permodalan telah dilakukan.

    Salah satunya melalui program Mekaar (bekerja sama dengan PNM) dan juga UMMI. Melalui dua program tersebut, kaum perempuan dapat mengajukan pinjaman mikro dari mulai Rp500 ribu hingga Rp3 juta untuk modal bekerja.

    “[Pinjam] Lebih dari Rp10 juta akan kita larikan ke KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang bunganya 7 persen,” kata Jokowi.

    Pihaknya menekankan, bahwa pemberian modal ini tidak cair begitu saja. Akan ada pendampingan dalam menggunakan modal demi mengembangkan usaha.

    “Kita akan koreksi program ini. Akan terus kita besarkan sehingga wanita lebih produktif,” tandas Jokowi.

  19. Peran perempuan dalam ekonomi menurut Prabowo-Sandi

    Prabowo berpendapat partisipasi perempuan sangat penting dan vital. Indonesia pernah memiliki presiden perempuan. Dalam Pemilu ini, peran emak-emak sangat besar. "Dengan peranan ini, pasti kebijakan atau Undang-Undang akan benar-benar mencerminkan kepentingan mereka," kata Prabowo.

    Sandiaga menilai, 2/3 ekonomi keluarga ditopang oleh UKM yang digerakkan perempuan. Perempuan yang mandiri ini, menurutnya, menginginkan kebijakan yang lebih berpihak agar mereka mendapat akses pelatihan dan permodalan. Sandiaga melihat, OK OCE dengan dominasi perempuan. Mereka betul-betul menjadi tulang punggung. "Kami perecaya enterpreunership bisa mendorong pembukaan lapangan kerja. Jika ekonomi bisa ditopang perempuan, ketimpangan bisa dikurangi."

    Selain itu menurut Sandiaga, perempuan jika mendapat pinjaman permodalan, 99 persen uangnya kembali.

  20. Jokowi: Hilirisasi kunci stabilisasi harga komoditas

    Calon presiden nomor urut 01 Joko “Jokowi” Widodo mengakui bahwa Indonesia telah lama bergantung kepada pasar luar negeri (ekspor) dalam bentuk barang mentah (raw material).

    Untuk itu, dalam strateginya untuk menstabilisasikan harga komoditas petani terwujud, maka ke depannya adalah dengan melakukan hilirisasi dan industrialisasi dalam mengelola ulang cara kita berekspor.

    “Hilirisasi, mencegah ekspor kita tidak dalam bentuk mentahan, minimal setengah jadi, atau kita tekan dikirim dalam bentuk barang jadi,” kata Jokowi menjawab pertanyaan moderator debat pada sesi pertama.

    Dalam hal ini, pasangan calon nomor urut 01 ini juga sepakat akan menggandeng anak muda dalam membangun ekosistem ekonomi digital. Harapannya, ekosistem ini dapat memberikan akses kepada petani pun nelayan dalam meraih permodalan dan seterusnya.

    Ketika merespons pernyataan Prabowo, Jokowi menekankan bahwa upayanya dalam melakukan pemerataan ekonomi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

    “Mengelola ekonomi makro berbeda dengan mikro. Karena makro itu agregat industri, sisi permintaan dan suplai harus dijaga dengan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

    Dalam pengelolaan ekonomi makro, Jokowi melihat bahwa pemerintahan saat ini berupaya dalam mengoptimalkan agregasi produksi. Seperti misalnya pertambangan untuk sektor primer dan manufaktur untuk sektor sekundernya.

    “Infrastruktur yang dibangun akan terhubung dengan kawasan industri dan pariwisata. Tahapan besar pertama adalah pembangunan infrastruktur, kedua sumber daya manusia, ketiga reformasi struktural, dan keempat teknologi,” tandas Jokowi.

  21. Strategi Prabowo, perlu hilirisasi bidang pertanian

    Bagi Prabowo inilah letak masalah untuk menaikkan daya beli petani adalah tak terjadi deindustrialisasi dan tak ada strategi pemerintah.

    Menurut Prabowo, niat Presiden Jokowi sudah bagus. Beliau sudah berkuasa 4,5 tahun tapi mengizinkan impor. "Kenapa fokus infrastruktur. Jangan-jangan mempermudah masuknya barang impor," kata dia.

    Menurutnya, perlu ada reorientasi pembangunan, perlu polisi yang tegas mencegah keluarnya dana keluar negeri. "Kemudian fokus membangun dan hilirisasi.Kenapa bapak tak melakukan (hilirisasi) dan malah mengizinkan anak buah bapak untuk impor."

    Sedangkan Sandiaga menilai kuncinya adalah enterpreneurship. Berpihak kepada pengusaha nasional. "Perlu kepastian usaha, kepastian hukum, sehingga mempermudah membangun usaha."

  22. Pertumbuhan industri yang terus menurun

    Pertumbuhan industri pengolahan dan penyerapan tenaga kerja industri
    Pertumbuhan industri pengolahan dan penyerapan tenaga kerja industri | Lokadata /Beritagar.id

    Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pernah menyatakan Indonesia memang sudah masuk fase deindustrialisasi. Sektor industri sudah tidak mampu tumbuh di atas pertumbuhan PDB dan sumbangannya ke PDB terus menurun. Data menunjukkan tingkat pertumbuhan industri pengolahan atau manufaktur sepanjang 2008 hingga 2017 tidak pernah mencapai dua digit dan cenderung stagnan. Pertumbuhan industri manufaktur pernah mencapai puncaknya pada 2011, yakni 6,26 persen.

    Namun, sejak saat itu, tingkat pertumbuhan industri manufaktur terus menurun hingga mencapai 4,27 persen pada 2017. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,07 persen tahun lalu.

  23. Jokowi: Ekonomi untuk pemerataan

    Kubu pasangan calon nomor urut 01 Joko "Jokowi" Widodo-Ma'ruf Amin dalam visi misi ekonominya sepakat membawa kembali watak asli pembangunan negara yang tak hanya bertumpu pada pertumbuhan saja, melainkan juga pemerataan.

    "Karena tanpa pemerataan maka akan muncul ketimpangan baik antara yang kaya dan miskin, antarwilayah, dan menciptakan keadilan," kata calon presiden petahana Jokowi.

    Oleh karenanya, selama menjabat dalam 4,5 tahun terakhir, Jokowi giat membangun infrastruktur di luar Jawa. Indonesia-sentris, sebutnya. Dengan misi tersebut, Jokowi yakin titik perekonomian baru di luar Jawa akan tumbuh baik berupa kawasan industri kecil, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan KEK Pariwisata.

    Selain itu, Jokowi menekankan bahwa salah satu target utama dalam kerjanya adalah memperjuangkan kemandirian ekonomi Indonesia. Hal itu dibuktikannya melalui pengambilalihan perusahaan pengelola sumber daya alam (SDA) yang selama ini dikuasai asing seperti Blok Mahakam (Kalimantan Timur), Blok Rokan (Riau), dan Freeport Indonesia (Papua).

    "Kemandirian sangat penting karena dengan ini ekonomi yang adil dan kesejahteraan masyarakat akan bisa kita lakukan," tegas Jokowi.

    Terakhir, tiga kartu akan diterbitkannya jika terpilih lagi. Kartu tersebut adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako Murah.

  24. Prabowo menilai Indonesia salah arah

    Pasangan Prabowo-Sandiaga memandang bangsa Indonesia sekarang dan sudah sejak lama berada dalam arah yang salah.

    "Arah ini kalau diteruskan tak akan memungkinkan membawa kesejahteraan bagi bangsa," kata dia. Ini sudah terbukti bahwa kita telah menyimpang dari cita cita para pendiri bangsa.

    Menurut Prabowo, dalam UUD 1945 sangat jelas rancang bangun ekonomi Indonesia. Prabowo menilai, kekayaan nasional mengalir ke luar negeri tak bisa dibiarkan. Menurut Prabowo, Pemerintah mengakui banyaknya kekayaan mengalir.

    Menurutnya, terjadi deindustrialisasi. Bangsa Indonesia tak produksi apa-apa. Malah mengimpor. "Ini keliru, harus kita ubah. Kami nilai bangsa suah menyimpang dan tak punya strategi pembangunan," ujarnya.

    Sedangkan Sandiaga menyatakan, telah bertemu dengan rakyat banyak dan bersemangat. Menurut Sandi, mereka menitipkan harapan, semua menginginkan tema ini sebagai referendum ekonomi. "Ekonomi yang tumbuh sekarang belum dirasakan masyarakat," kata dia.

    Pertumbuhan 5 persen yang ada selama ini, laiknya jebakan dan tak mengalir ke kelompok ekonomi bawah. "Menurut kami ekonomi yang tumbuh harus berimbas membuka lapangan kerja dan menurunkan harga sembako," ujarnya.

    Pasangan ini berkeyakinan dengan membuka lapangan kerja dan menurunkan harga pokok, mereka bisa menang.

  25. Kekayaan rerata orang dewasa Indonesia

    Rata-rata kekayaan orang dewasa di Indonesia (menurut kurs saat ini) hingga pertengahan 2018 tercatat $8.919 AS, meningkat 2,7 kali lipat dibandingkan tahun 2010 sejumlah $2.370 AS. Mayoritas kekayaan tersebut terdiri dari kekayaan non-finansial, 84,2 persen, diikuti dengan kekayaan finansial, 15,8 persen.

    Di Indonesia, 85 persen dari total populasi orang dewasa memiliki kekayaan kurang dari $10.000 AS, jauh di atas rata-rata dunia yang hanya 64 persen. Sebanyak 0,9 persen orang dewasa Indonesia memiliki harta lebih dari $100.000 AS, jauh di bawah angka global, 9,4 persen.

    Data tersebut diambil dari Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia oleh Badan Pusat Statisitk yang diolah oleh Credit Suisse. Selain Indonesia, lembaga konsultan keuangan dan investasi asal Swiss ini juga mengolah data rata-rata kekayaan penduduk di lebih dari 200 negara sejak 2000 hingga pertengahan tahun 2018. (AA)

    SUMBER: Global Wealth Report 2018, Credit Suisse

  26. Prabowo: Kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menegaskan narasi kekayaan Indonesia yang dibawa pergi ke luar negeri. Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra ini sebelum masuk ke ruang debat putaran kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

    "Itu yang kita perjuangkan bahwa kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Itu yang saya perjuangkan," ujar Prabowo dilansir detikcom.

    Sementara sang wakil presiden 02, Sandiaga Uno, berharap debat putaran pamungkas kali ini bisa memberi tambahan informasi bagi para pemilih. "Kita berdoa agar masyarakat bisa mendapatkan tambahan informasi untuk lebih mantap memilih Prabowo-Sandi," katanya.

  27. Jokowi: Jangan takut ke TPS

    Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko "Jokowi" Widodo, menyampaikan masyarakat agar tak takut untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pemilihan Rabu (17/4/2019). Hal itu disampaikan capres petahana ini saat tiba di lokasi debat putaran kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

    "Jangan takut untuk ke TPS karena Polri dan TNI sudah siap mengamankan proses pemilu 2019," tegasnya seperti disiarkan langsung TV One, satu di antara empat stasiun televisi penyelenggara siaran debat pamungkas ini.

    Sementara calon wakil presiden 01, Ma'ruf Amin, berpesan kepada masyarakat agar waspada dan tak mudah diprovokasi oleh pihak tak bertanggung jawab.

  28. Moderator dan panelis

    Dua moderator untuk debat capres-cawapres putaran kelima, Balques Manisang (tiga kanan) dan Tomy Ristanto (tiga kiri), berpose bersama Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) serta Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi (kanan), Viryan (kiri) dan Evi Novida Ginting Manik (kedua kiri) usai Penandatanganan Pakta Integritas Panelis dan Moderator di Jakarta, Rabu (10/4/2019).
    Dua moderator untuk debat capres-cawapres putaran kelima, Balques Manisang (tiga kanan) dan Tomy Ristanto (tiga kiri), berpose bersama Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) serta Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi (kanan), Viryan (kiri) dan Evi Novida Ginting Manik (kedua kiri) usai Penandatanganan Pakta Integritas Panelis dan Moderator di Jakarta, Rabu (10/4/2019). | Muhammad Adimaja /Antara Foto

    Debat putaran kelima akan dimoderatori oleh Balques Manisang dan Tomy Ristanto. Mereka ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum sejak awal April 2019.

    Adapun kedua moderator merupakan usulan dari stasiun televisi penyelenggara siaran debat; Balques dari TV One dan Tomy dari Net TV. Penunjukkan mereka sudah disetujui Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

    Sementara 10 panelis yang merumuskan seluruh pertanyaan untuk debat pamungkas ini tentu saja berlatar belakang ilmu ekonomi. Mereka adalah;

    1. Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Muhammad Nasih
    2. Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof. Eddy Suratman
    3. Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Muhammad Arief Mufraini
    4. Dekan FEB Universitas Diponegoro Semarang, Dr.Suhartono
    5. Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi Manado, Dr.Herman Karamoy
    6. Dekan FEB Universitas Udayana Denpasar, Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa
    7. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang, Dr. Harif Amali Riva'i
    8. Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Prof. Dermawan Wibisono
    9. Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga Ph.D
    10. Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti‎.
  29. Tetap enam segmen

    Debat putaran kelima atau pamungkas ini akan berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019), mulai pukul 20.00 WIB. Debat akan membahas isu ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

    Debat akan diikuti oleh calon presiden dan calon wakil presiden. Sementara durasi debat yang akan disiarkan oleh Net TV, TV One, AnTV, dan Beritasatu TV ini mencapai sekitar 90 menit.

    Sementara jumlah segmen debat akan tetap sama seperti seluruh putaran terdahulu. Masing-masing segemen adalah;

    • Segmen 1: Penyampaian visi-misi (4 menit)
    • Segmen 2: Pendalaman visi-misi lewat pertanyaan tim panelis dengan tema ekonomi dan kesejahteraan sosial
    • Segmen 3: Pendalaman visi-misi lewat pertanyaan tim panelis dengan tema keuangan dan investasi, dilanjut perdagangan dan industri
    • Segmen 4 dan 5: Debat terbuka (masing-masing 2 menit untuk bertanya dan menjawab)
    • Segmen 6: Pernyataan penutup.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR