TSUNAMI SELAT SUNDA

Kondisi pengungsi masih memprihatinkan

IKHTISAR

Presiden Joko Widodo mengamati bangunan Hotel Mutiara Carita yang rusak akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (24/12/2018). Presiden meninjau lokasi terdampak tsunami, menemui korban luka serta pengungsi di Kecamatan Labuan.
Presiden Joko Widodo mengamati bangunan Hotel Mutiara Carita yang rusak akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (24/12/2018). Presiden meninjau lokasi terdampak tsunami, menemui korban luka serta pengungsi di Kecamatan Labuan. Antara Foto /Bayu Prasetyo
  1. Kondisi pengungsi masih memprihatinkan

    Kondisi puluhan pengungsi di posko Labuhan, Pandeglang, Banten, masih cukup memprihatinkan. Mereka belum mendapatkan kebutuhan pokok yang memadai. "Saya sudah dua hari belum ganti baju ini. Semua (harta) habis terbawa ombak," ucap Pasni warga Desa Teluk, Kampung Kelip, Labuhan, Banten kepada Andya Dhyaksa dari Beritagar.id, Senin (24/12/2018) sore.

    Pasni dan warga lain sementara mengungsi di Posko milik TNI Angkatan Laut di daerah Labuhan. Sejauh ini, menurut Pasnipara pengungsi belum mendapatkan bantuan yang memadai. Bantuan yang cukup rutin adalah makanan. "Lauknya ikan (sarden) atau telor. Itu saja ganti-ganti setiap harinya," ucap Heri, warga desa lainnya.

    Menurut Heri, ia atau Pasni tidak masalah dengan kondisi seperti ini. Namun, di posko tersebut banyak anak berumur di bawah lima tahun. "Mereka (anak-anak) juga ada yang belum ganti baju dua hari. Ada yang sudah dapat karena dikasih orang," ucap Heri.

    Menurut Eni, warga lainnya, ia butuh pakaian, selimut, dan susu untuk anaknya. "Sampai saat ini (dua hari mengungsi), baru tadi siang dapat susu," kata Eni. "Kami juga butuh selimut, dingin kalau malam."

    Suasana pengungsian di posko kesehatan TNI AL di Labuhan, Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018) sore.
    Suasana pengungsian di posko kesehatan TNI AL di Labuhan, Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018) sore. | Andya Dhyaksa /Beritagar.id
  2. Kapal negara disiapkan untuk salurkan bantuan

    Kementerian Perhubungan menyiapkan kapal-kapal negara untuk menyalurkan bantuan buat korban bencana tsunami di Selat Sunda. "Kami akan membantu menyalurkan bantuan dari instansi dan masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk misi kemanusiaan ini," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo seperti dinukil dari Kompas.com, Senin (24/12/2018)

    Kapal-kapal negara yang disiapkan yaitu kapal patroli KPLP dari pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP), Kapal negara Kenavigasian dan Kapal patroli KSOP.

    Kapal yang sudah siap di Dermaga Indah Kiat Pulp and Paper di Cilegon adalah KNP Clurit 203, KNP Golok P.206, KN Edam, KNP Jembio P.215. Beberapa kapal lain juga tengah menuju Banten adalah kapal patroli KPLP KNP. Trisula P 111.

    Bantuan akan dipusatkan di tiga posko. Yakni di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, PT ASDP Indonesia cabang Merak Banten dan Posko Ditjen Hubla Peduli di Dermaga PT Indah Kiat Pulp and Paper Banten, Cilegon.

  3. Korban dan daerah terdampak tsunami

  4. Polri cari korban hingga 7 hari ke depan

    Kepolisian RI akan mencari korban hilang dalam tsunami Selat Sunda hingga 7 hari ke depan. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo, mereka akan mengirimkan personel tambahan untuk membantu proses evakuasi tsunami di Selat Sunda.

    “Dari Brimob Kelapa Dua 1 SSK akan merapat ke Banten untuk bantu proses evakuasi korban,” terang Dedi saat dikonfirmasi Republika.co.id Senin (24/12).

    Sedangkan Badan SAR Nasional, juga fokus pada pencarian korban yang belum ditemukan. Mereka mengirimkan 151 personel. Tim gabungan sebanyak 111 orang akan mencari korban di wilayah Banten. Sedangkan 40 personel akan mencari korban di Lampung. Pencarian ini dilengkapi dengan helikopter dan kapal.

  5. Penyebab tsunami dipastikan longsoran Gunung Anak Krakatau

    BMKG memastikan longsor karena erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi penyebab tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018). Menurut Kepala BMKG Dwikorita Kurnawati kepastian ini diperoleh usai BMKG mengumpulkan data pascatsunami. Mereka mengamati citra satelit Anak Gunung Krakatau yang longsor, lalu jatuh ke arah laut dan akhirnya menimbulkan tsunami.

    "Jadi tsunami ini memang ada kaitannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Kepala BMKG Dwikorita Kurnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (24/12/2018), seperti dikutip dari detikcom.

    Dia mengatakan ada juga geteran tremor gempa vulkanik setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,4. Gempa vulkanik itu yang memicu terjadinya longsoran. Selain itu, adanya gelombang tinggi akibat air pasang juga ikut mendorong tsunami.

  6. Orang hilang bisa dicari di PMI

    Palang Merah Internasional (PMI) membuka layanan pencarian korban hilang karena bencana tsunami Selat Sunda. Informasi layanan tersebut bisa diakses di sini.

    Situs itu melayani tiga soal. Mencari orang yang hilang, mendaftarkan orang yang hilang, atau mendaftarkan diri anda sendiri sehingga orang lain tahu Anda sudah selamat. Layanan ketiga ini mirip Facebook Safety Check.

    Hingga Senin pagi, jumlah korban hilang masih bertambh. Jumlah pastinya belum diketahui. BNPB menghitung korban hilang mencapai 57 orang. Sedangkan Polri mengidentifikasi korban hilang sudah mencapai 408 orang.

  7. Aktivitas masyarakat masih terbatas

    Dua hari pascabencana tsunami di kawasan barat Banten, aktivitas masyarakat di sekitar Jl. Raya Karang Bolong, Cinangka, Serang, Banten, masih sepi dari kegiatan bisnis. Mayoritas pedagang di sana memilih tutup, entah karena warung ambruk atau khawatir bencana susulan bakal datang.

    Meski demikian, ada sejumlah warung yang memilih untuk buka. Seperti yang dilakukan oleh Herman.

    "Kalau tutup semua kasihan. Banyak orang yang butuh warung untuk sekedar ngopi," kata Herman kepada Beritagar.id, Senin (24/12/2018) siang.

    Herman mengatakan baru hari ini warungnya buka. Kemarin, dia hanya menggelar dagangan seadanya.

    "Ya ada aja yang beli. (Seperti) wartawan yang lagi ngeliput atau orang-orang yang ngasih bantuan (relawan)," katanya.

    Lain Herman, lain pula Jimmy. Pria yang tiap hari berjualan minuman tepat di bibir Pantai Anyer, tak dapat berjualan. Pasalnya, warung dagangnya ambruk dan rata dengan tanah.

    "Saya nyari barang-barang tersisa yang bisa buat diriin warung aja," ucap Jimmy. "Kalau kondisi begini, paling dua sampai tiga bulan lagi baru buka. Semoga ada bantuan pemerintah."

    Dari pengamatan Beritagar.id di lapangan, memang masih banyak warung yang memilih tutup di sekitar Jl. Raya Karang Bolong. Pun demikian dengan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret.

    Bencana yang menewaskan lebih dari 200 jiwa tersebut memang menghantam ekonomi masyarakat sekitar.

    Baik Jimmy maupun Herman memiliki satu pernyataan yang sama untuk menggambarkan bencana ini: terbesar yang pernah mereka rasakan.

    Jimmy, yang sudah sejak kecil tinggal di sana, mengatakan bahwa tiap tahun air naik hingga warungnya memang selalu terjadi. Namun, ketinggian air tak sebesar dua hari lalu.

    "Ini yang terbesar yang pernah saya alami. Sebelumnya, paling dua meter dari pantai," kata Jimmy. Sekadar catatan, jarak warung Jimmy dengan bibir pantai sekitar 15-20 meter.

    Hal yang sama dikatakan Herman. "Saya sudah sejak tahun 2000 di sini. Seingat saya ada tiga kali banjir besar, 2014, 2015, dan sekarang. Namun yang terbesar sekarang ini. Di jalan (pascabencana) motor-motor pada bergeletakan," katanya.

    Herman tengah menyiapkan warung dagangannya di kawasan Jl. Raya Karang Bolong, Cinangka, Serang, Banten, Senin (24/12/2018) siang.
    Herman tengah menyiapkan warung dagangannya di kawasan Jl. Raya Karang Bolong, Cinangka, Serang, Banten, Senin (24/12/2018) siang. | Andya Dhyaksa /Beritagar.id
    Jimmy berusaha mendirikan kembali warungnya yang roboh di pinggir Jl. Raya Karang Bolong, Cinangka, Serang, Banten, Senin (24/12/2018) siang.
    Jimmy berusaha mendirikan kembali warungnya yang roboh di pinggir Jl. Raya Karang Bolong, Cinangka, Serang, Banten, Senin (24/12/2018) siang. | Andya Dhyaksa /Beritagar.id
  8. Presiden Jokowi bertolak kunjungi korban

    Presiden Joko Widodo bertolak menuju Banten dan Lampung mengunjungi korban dan daerah yang terdampak bencana, Senin (24/12/2018) pagi. Dari Bandara Atang Sendjaja, Bogor, Presiden lepas landas pukul 09.00 WIB menggunakan Helikopter EC725 Caracal milik TNI AU.

    Dalam kunjungan ini, Presiden ingin memastikan bahwa penanganan dampak bencana tsunami dapat diselesaikan dengan cepat dan baik, terutama evakuasi korban dan adanya bantuan pelayanan kesehatan. "Saya juga telah memerintahkan (jajaran kabinet dan lembaga terkait) untuk melakukan langkah-langkah darurat menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-cepatnya," kata Presiden Jokowi lewat akun Twitter Kantor Staf Presiden, Senin (24/12/2018).

    Turut mendampingi Presiden adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Komandan Paspampres Brigjen TNI Maruli Simanjuntak.

  9. Longsoran Anak Krakatau diduga hingga 64 hektare

    Deputi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin memprediksi longsoran yang diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai 64 hektare.

    Sampai saat ini, longsoran yang terjadi di dasar laut itu masih terus terjadi seiring dengan aktivitas gunung yang belum mereda.

    Bersama dengan BMKG, BPPT, LIPI, BIG, dan Badan Geologi, Ridwan mengaku bakal melakukan survei laut untuk membuktikan adanya endapan-endapan material longsor tersebut.

    "Kita akan kirim kapal dengan peralatan untuk membuktikan itu. Namun, pelaksanaannya kita tunggu sampai kondisi aman," sebut Ridwan, dalam detikcom.

    Sampai Minggu (23/12/2018), Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan letusannya. Salah satu juru foto ANTARA mengabadikan momen yang diambil dari udara, berikut ini.

    Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut).
    Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut). | Nurul Hidayat /AntaraFoto/Bisnis Indonesia
    Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut).
    Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut). | Nurul Hidayat /AntaraFoto/Bisnis Indonesia
    Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut).
    Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut). | Nurul Hidayat /AntaraFoto/Bisnis Indonesia
    Petugas BMKG melakukan pemantauan kondisi gelombang air laut pascatsunami di wilayah pesisir Banten dan Lampung di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (24/12/2018). Dalam pantauan tersebut gelombang air laut di kawasan itu dalam status aman dan untuk pantauan hasil PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, status gunung tersebut dalam status waspada level II.
    Petugas BMKG melakukan pemantauan kondisi gelombang air laut pascatsunami di wilayah pesisir Banten dan Lampung di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (24/12/2018). Dalam pantauan tersebut gelombang air laut di kawasan itu dalam status aman dan untuk pantauan hasil PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, status gunung tersebut dalam status waspada level II. | Muhammad Adimaja /AntaraFoto
  10. Senin pagi, ditemukan 281 jiwa korban tewas

    Jumlah korban tewas tsunami Selat Sunda hingga Senin (24/12/2018) pukul 07.00 WIB sudah mencapai 281 jiwa. Sedangkan korban lain meliputi 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Tsunami juga menghantam 611 unit rumah hingga rusak, 69 unit hotel-vila, 60 warung-toko, dan 420 perahu-kapal.

    Korban dan kerusakan ini tersebar di 5 kabupaten terdampak yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

    Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain. Di Pandeglang tercatat korban 207 orang meninggal dunia, 755 orang luka-luka, 7 orang hilang, dan 11.453 orang mengungsi. Sedangkan kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah, 69 hotel dan vila, 60 warung-toko, 350 perahu-kapal, dan 71 unit kendaraan.

    Daerah pesisir di sepanjang pantai dari Pantai Carita, Pantai Panimbang, Pantai Teluk Lada, Sumur, dan Tanjung Lesung banyak mengalami kerusakan. 10 kecamatan di Pandeglang terdampak dari terjangan tsunami. Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

    Data korban dan kerusakan kemungkinan bisa bertambah karena petugas masih mendata kondisi di lapangan.

  11. PLN kebut pemulihan listrik di lokasi tsunami

    Listrik di wilayah Banten akan segera pulih. Begitu janji Kepala Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka,

    "Sedang diperbaiki, 1-2 hari semoga normal kembali," kata Made dalam konferensi pers di kediamannya, Minggu (23/12/2018) dilansir CNBC Indonesia.

    PLN sudah mengirim 16 mobil dan tim Pelayanan Teknik yang terdiri dari 128 personil, tim Detasemen Layanan Khusus, dan mobil Hyap.

    Juga material kelistrikan berupa 10 haspel kabel Jaringan Tegangan Rendah (JTR), 20 haspel kabel Sambungan Rumah (SR), dan 285 pin isolator disalurkan dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

    Akibat tsunami yang menghantam Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam, 102 gardu listrik tidak berfungsi. "Tapi masih ada 146 gardu yang normal, yang hidup," kata Made dalam kesempatan lain.

    Selain itu ada 41 tiang listrik rusak, dua roboh, dan 39 tiang lain patah. Kondisi ini lah yang membuat upaya evakuasi daya lebih sulit.

    Walau di sebagian wilayah Banten belum dialiri listrik lagi, Made menjamin pasokan listrik untuk kawasan industri di wilayah Cilegon tetap aman. "Pasokan ke industri ke Cilegon; Jawa, dan Bali Insya Allah masih jalan ke depan. Bisa digantikan pembangkit. Kalau ada kendala, bisa digantikan pembangkit lainnya," terangnya.

    Tidak hanya mengerahkan bantuan dan unit material teknis ketenagalistrikan, PLN UID Jakarta Raya dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Jakarta Raya juga mengirim relawan non-teknis dan mobil ambulans.

    Mereka berangkat membawa serta bantuan non-teknis berupa makanan, susu, popok bayi, pembalut, perlengkapan sanitasi, pakaian, selimut, kain kafan, dan obat-obatan untuk korban tsunami Selat Sunda.

  12. Indonesia belum punya peringatan dini tsunami karena longsoran

    Indonesia ternyata belum memiliki sistem peringatan dini tsunami yang disebabkan longsor bawah laut dan erupsi gunungapi. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, yang ada saat ini sistem peringatan dini yang dipicu gempa, bukan dipicu longsoran bawah laut.

    Longsor bawah laut ini memicu tsunami Maumere tahun 1992 dan tsunami Palu tahun ini. "Indonesia harus membangun sistem peringatan dini yang dibangkitkan longsor bawah laut dan erupsi gunungapi," tulis Sutopo dalam akun Twitternya, Senin (24/12/2018).

    Sekarang ada 127 gunungapi di Indonesia. Sebagian di antaranya berada di laut dan pulau kecil yang dapat menyebabkan tsunami saat erupsi.

    Saat tsunami di Selat Sunda pada (22/12/2018) malam muncul, tak ada peringatan dini karena peralatan sistem peringatan dini mendeteksi. Akibatnya, masyarakat tidak memiliki waktu evakuasi.

  13. Korban tewas bertambah 7 orang

    Korban tewas dalam tsunami Selat Sunda hingga Minggu (23/12/2018) pukul 23.30 WIB telah mencapai 229 Orang alias bertambah 7 orang dari data pukul 16.00 WIB. Sementara 408 orang hilang, 720 lainnya luka-luka, dan 4.411 jiwa mengungsi.

    Menurut data yang dihimpun dari BNPB, korban tersebar di lima kabupaten di dua provinsi. Korban paling banyak di Pandeglang dengan 167 korban tewas, 380 orang hilang, 476 orang luka-luka, dan 4.177 orang mengungsi. Data kemungkinan berubah karena belum semua daerah bisa didata.

    Kondisi terakhir, jalan raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami. Jalan Raya Tanjung Lesung belum bisa dilalui karena pohon tumbang. Sedangkan jalan Anyer depan Puri Retno 2 belum bisa dilalui kendaraan umum. Beberapa hal yang dibutuhkan segera adalah alat berat, dump truck, bahan pokok makanan, dan tenda pengungsi.

  14. 3.050 warga mengungsi

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang melaporkan sekitar 3.050 warga mengungsi akibat tsunami yang menghantam sebagian wilayah Serang dan Lampung, Sabtu (22/12/2018).

    Sebagian besar pengungsi berasal dari Kabupaten Pandeglang, wilayah yang paling terdampak tsunami. Sekitar 2.500 warga Kecamatan Panimbang, Pandeglang, mengungsi di wilayah Kecamatan Angsana. Ratusan lain berada di Kecamatan Cimanggu dan Patia. Beberapa warga dari Kecamatan Carita dan Labuan juga mengungsi di Kecamatan Pulosari.

    "Jumlahnya masih mungkin bertambah. Kami masih menunggu laporan dari lapangan," sebut Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Pandeglang, Lilis, dikutip dari ANTARA, Senin (24/12/2018).

    Minggu (23/12/2018), sejumlah warga Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, juga memilih bertahan di daerah perbukitan pasca-kabar potensi tsunami susulan beredar luas.

    "Sudah kosong semua, warga Cipanon, Citerep. Saya ke arah Cibaliung ini, ke dataran tinggi," sebut salah satu warga Tanjung Lesung, Endang, kepada detikcom.

    Dari pantauan media, beberapa pertokoan dan rumah warga di sepanjang Pantai Carita kosong oleh penghuni. Perkampungan juga relatif sepi karena warga masih memilih bertahan ke daerah lebih tinggi.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengonfirmasi pihaknya tidak pernah mengeluarkan peringatan tsunami susulan. Kendati begitu, pihaknya tetap mengimbau warga untuk menjauhi wilayah pantai untuk sementara waktu.

  15. Jumlah korban tewas mencapai 222 orang, kebanyakan di Pandeglang

    Jumlah korban tsunami di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 WIB, korban tewas mencapai 222 orang, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang. Semua korban dipastikan warga Indonesia dan tak ada korban warga negara asing.

    Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi selesai didata.

    Kerusakan ditemukan di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang dan Serang, keduanya masuk wilayah Banten. Lalu kabupaten Lampung Selatan dan Tanggamus, keduanya bagian dari Provinsi Lampung.

    Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang. Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami.

    Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, dan 73 kendaraan rusak. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

    Korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

    Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten Tanggamus terdapat 1 orang meninggal dunia. Jumlah pengungsi belum diketahui karena masih didata.

  16. Infrastruktur telekomunikasi berjalan normal di Banten

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah memastikan bahwa tak ada kerusakan infrastruktur telekomunikasi seluler setelah terjangan tsunami di Selat Sunda, kawasan Anyer, Banten, dan Lampung.

    Pihak terkait memastikan sampai dengan tadi pagi, Minggu (23/12), layanan telekomunikasi seluler tetap berjalan normal.

    Namun, beberapa Base Transceiver Station (BTS) memang dilaporkan tidak berfungsi karena listrik padam usai tsunami berlangsung.

    “Berdasarkan pantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika, ada beberapa BTS yang tidak bisa berfungsi normal karena listrik padam di sejumlah kawasan Banten dan Lampung Selatan,” jelas Ferdinandus Setu, Plt, Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, dalam keterangan resmi yang dikutip Liputan6.

    Tim lapangan Kominfo dilaporkan sudah siap siaga bertolak ke lokasi BTS untuk menyiapkan genset atau melakukan pergantian baterai sebagai catu daya BTS di kawasan yang mengalami pemadaman listrik.

    Salah satu penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi yang telah memberikan informasi terkait kondisi kualitas jaringan seluler di Banten adalah Indosat Ooredoo.

    Dalam keterangan resmi, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Turina Farouk, menyatakan, meski ada beberapa BTS yang terdampak karena ketiadaan pasokan listrik dari PLN, tetapi jaringan mereka masih memberikan pelayanan pada masyarakat sekitar dengan baik.

    Dia menjelaskan bahwa tim teknisi jaringan milik perseroan terus memantau situasi dan tetap berupaya memulihkan kondisi jaringan lebih cepat.

  17. Tsunami diduga karena longsor dan gelombang pasang

    BNPB menduga tsunami yang muncul dari Selat Sunda disebabkan dua faktor, gelombang pasang dan longsor di bawah laut karena aktivitas Gunung Anak Krakatau.

    Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan Badan Geologi awalnya mendeteksi adanya erupsi Gunung Anak Krakatau pada pukul 21.03 Sabtu malam. Tapi alat pengukur seismik di Stasiun Setung tak merekam adanya getaran tremor dengan frekuensi tinggi. "Seismik Stasiun Sertung memang merekam adanya getaran tremor terus menerus, namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan," ujarnya seperti dikutip dari Tempo.co, Minggu (23/12/2018).

    Aktivitas itu yang diduga membuat longsor di bawah laut. Pada saat yang bersamaan, kata dia, gelombang pasang juga disebabkan oleh bulan purnama. "Jadi ada kombinasi fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang," katanya. Gelombang ini awalnya disebut BMKG sebagai gelombang pasang.

    Namun ternyata, gelombang itu tak seperti gelombang pasang biasanya. "Kalau berdasarkan laporan masyarakat dan laporan BPBD (tingginya) antara 2 sampai 3 meter," ujar Sutopo di Kantor BPBD DIY, seperti dinukil dari detikcom, Minggu (23/12/2018). Namun BMKG kemudian meralatnya dengan tsunami.

    Tsunami itu terjadi tiba-tiba. Tak ada gempa yang terdeteksi, baik gempa lokal maupun gempa di Samudra Hindia. Menurut Sutopo, tidak ada peringatan dini dari BMKG maupun BNPB.

  18. BMKG tidak mengeluarkan peringatan tsunami susulan

    Sirene peringatan tsunami di perairan Selat Sunda diduga rusak. Sirine ini sempat berbunyi dan membuat masyarakat panik.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada Minggu (23/12/2018) di Kantor BPBD Yogyakarta menyatakan, kemungkinan sirine itu rusak.

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menegaskan, BMKG tak mendeteksi gejala tsunami lanjutan di wilayah perairan Selat Sunda. BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan tsunami lanjutan.

    Sebab, pendeteksi tsunami di perairan itu dan sensor di Cigeulis tidak menunjukkan adanya kenaikan gelombang permukaan air di Selat Sunda. "Yang pasti kami dari BMKG tidak mencatat adanya satu hal signifikan dan serius sehingga adanya tsunami susulan," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (23/12/2018).

    BMKG tengah mengecek sirine mana yang berbunyi dan apa yang membuatnya berbunyi. Atau dibunyikan oleh pihak lain. "Di sana juga ada sirine yang milik perusahaan baja di Cilegon Bisa jadi itu diaktivasi. Tapi semua itu masih simpang siur," ujarnya.

  19. BMKG dan Badan Geologi masih cari penyebab tsunami

    Pihak berwenang, Badan Meterologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masih menganalisis penyebab pasti tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam WIB.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan pihak berwenang masih terus mempelajari data-data yang dikumpulkan. Sejauh ini, dugaannya adalah akibat letusan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Ini disertai pula oleh angin kencang dan hujan lebat.

    Diwkorita menyebutkan ada sejumlah peristiwa yang terjadi sepanjang Sabtu hingga Minggu (dini hari WIB). Pada Sabtu, 13.51 WIB, menurut Badan Geologi (PVMBG), gunung Anak Krakatau erupsi dengan level Waspada. Sementara pukul 07.00 WIB, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Selat Sunda hingga 25 Desember.

    Pukul 21.00 WIB, Badan Geologi mengumumkan lagi ada erupsi Anak Krakatau dengan level tetap Waspada. Tujuh menit kemudian, BMKG membaca ada kenaikan air pantai secara tiba-tiba.

    "Ada indikasi erupsi dan gelombang tinggi, serta (bulan) purnama. Jadi tidak ada aktivitas seismik atau gempa yang memicu tsunami. Kami menduga longsor (ke dasar laut) akibat erupsi Anak Krakatau yang memicu tsunami," ujar Dwikorita dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12) dini hari WIB.

    PVMBG pun menyatakan masih mendalami data-data yang ada. Dalam siaran pers yang dilansir Minggu (23/12), PVMBG mengatakan bahwa letusan Anak Krakatau pun masih sebatas indikasi.

    Maklum, erupsi terbaru tidak lebih hebat dari edisi Juni 2018. Itu adalah masa rekaman getaran tremor tertinggi. Sedangkan lontaran saat terjadi letusan terbaru juga bersifat lepas dan langsung turun tak lama setelah erupsi.

    "Masih perlu data-data untuk menghubunhkam antara letusan gunung api dengan tsunami," demikian penjelasan PVMBG.

  20. Data terbaru BNPB: 168 orang tewas, 765 luka, 30 hilang

    Jumlah korban akibat tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan hingga Minggu (23/12) pukul 14.00 WIB, sudah 168 orang dinyatakan tewas, 765 luka, dan 30 hilang.

    "Ini data sementara, diperkirakan akan terus bertambah karena belum semua daerah terdampak berhasil didata semuanya," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan pers di Yogyakarta. "Saat ini aparat gabungan masih mengevakuasi."

    Selain korban jiwa, Sutopo memaparkan korban harta benda berupa rusaknya 558 rumah, 9 hotel, 60 warung kuliner, dan 350 perahu kapal.

    Semua korban berasal dari Kabupaten Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten, serta Kabupaten Lampung Selatan di Provinsi Lampung.

  21. Operasional Pelabuhan Banten tetap berjalan aman

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memastikan bahwa sarana dan pra sarana di pelabuhan sekitar Selat Sunda tidak mengalami dampak dari tsunami yang telah menerjang Selat Sunda.

    “Operasional pelabuhan tetap berjalan normal,” ujar Agus H. Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (23/11/2018), seperti dinukil Tempo.co

    Dia mengatakan bahwa sekarang kewaspadaan para petugas diminta untuk semakin ditingkatkan agar siap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca buruk.

    Agus juga memastikan, Kantor Kesyabandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Banten dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Panti (PLP) kelas I Tanjung Priok, telah disiapkan untuk memantau sekaligus memberikan bantuan kepada para korban musibah bencana Tsunami di pesisir pantai di Selat Sunda.

    Kompas.com menulis, seluruh petugas di pelabuhan khususnya pelabuhan Banten telah diminta untuk selalu mawas dalam memperhatikan informasi mengenai cuaca yang dirilis oleh BMKG dalam setiap kegiatan pelayaran yang akan dilakukan.

    “Saya meminta setiap petugas di lapangan meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor cuaca. Utamakan keselamatan pelayaran,” imbuhnya.

    Lalu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga menyatakan, kondisi operasional Pelabuhan Merak dan Bakeuheni tetap berjalan seperti sediakala pascatsunami.

    ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan situasi dan kondisi tetap aman untuk melakukan aktivitas penyeberangan.

  22. Korban tewas sudah mencapai 62 orang

    Jumlah korban tsunami di Selat Sunda makin bertambah. Menurut pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) hingga pukul 10.00 WIB korban tewas mencapai 62 orang. Selain itu, korban luka-luka 584 orang, dan hilang 20 orang.

    Untuk bangunan, ada 430 unit rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, 10 kapal kapal rusak berat. "Dan data ini akan terus bergerak naik," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Minggu (23/12/2018) seperti dikutip dari detikcom. Sebab, belum semua daerah bisa didata.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar sementara ini tak beraktivitas mendekati pantai.

    Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyatakan, pihaknya menunggu perkembangan status Gunung Anak Krakatau.

    "Kalau ada peningkatan ya tentunya kita harus waspadai," ujar Rahmat dalam konferensi pers di kantor BMKG, di Jakarta Minggu (23/12/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.

    Rahmat menyatakan potensi tsunami susulan bisa saja terjadi. Tsunami yang hanya setinggi 0,9 meter bisa berkembang menjadi 2 meter karena adanya gelombang tinggi. Namun, tergantung dari penyebabnya, apakah karena gempa atau yang lain.

  23. Pasokan BBM dan LPG aman

    Fasilitas pengisian BBM dan LPG untuk daerah terdampak tsunami di Provinsi Banten, Sabtu (22/12/2018) malam WIB, dipastikan aman. Hal ini dinyatakan oleh Unit Manager Communication & CSR MOR III Dian Hapsari Firasati.

    Lewat keterangan tertulisnya (H/T Detik), Dian mengatakan, kondisi Terminal BBM Tanjung Gerem dan Terminal LPG Tanjung Sekong dapat beroperasi secara normal.

    "Seluruh fasilitas penyimpanan dan penyaluran BBM dan LPG dalam kondisi aman. Namun kami tetap melakukan pengecekan dan pengawasan menyeluruh," ucap Dian.

    Sejauh ini, menurut laporan dari CNBC Indonesia, Pertamina memiliki 6 SPBU yang berada di sepanjang pantai Anyer dan Panimbang. Semua SPBU dalam kondisi aman dan beroperasi normal seperti biasa.

    Demikian juga dengan agen dan pangkalan LPG di sekitar wilayah terdampak, yang diupayakan beroperasi normal seperti biasa.

    Bila nanti ditemukan jalur yang dapat menghambat distribusi, menurut Dian, pihaknya akan segera mencari jalur alternatif. "Masyarakat tidak perlu panik, karena pasokan BBM dan LPG tetap kami salurkan seperti biasa," katanya.

    Hingga saat ini diketahui 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang akibat musibah tersebut. Sedangkan untuk kerugian fisik meliputi 430 unit rumah, sembilan hotel, dan 10 kapal rusak berat serta puluhan bangunan rusak.

    Pemerintah, melalui Kementerian Sosial memberikan bantuan tahap I sebesar Rp1 miliar. Bantuan yang diberikan berupa bantuan permakaman, peralatan evakuasi, hingga kebutuhan pokok untuk para korban.

    "Untuk pengiriman logistik tahap pertama akan dilaksanakan pagi ini setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan TAGANA Provinsi Banten dan Lampung," ujar Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita.

  24. Belasan awak Seventeen dan PLN belum ditemukan

    Belasan korban tsunami dalam acara outing PLN Unit Induk Transmisi Jawa bagian Barat, yang digelar di Tanjung Lesung, Banten belum juga ditemukan. Outing yang digelar pada 21-23 Desember itu menghadirkan band Seventeen.

    Saat air datang, band itu sedang memainkan lagu kedua di panggung yang membelakangi laut. Air datang mengagetkan dan menyapu peralatan musik dan semua yang ada di lokasi.

    Pemain bas Seventeen, M Awal Purbani dan Road Manajer Oki Wijaya meninggal dunia. Menurut Ifan, vokalis Seventeen, istrinya Dylan Sahara, Herman (gitaris), Andi (drum), dan Ujang (kru) belum ditemukan.

    Sedangkan dari PLN, banyak awaknya juga belum ditemukan. Menurut I Made Suprateka, Kepala Humas dan Informasi PLN, hingga pukul 09.00 WIB Minggu (23/12/218) ada 19 orang korban yang belum ditemukan.

    PLN tengah mengerahkan tenaga untuk mencari para korban.

  25. Gambar terbaru korban tsunami di Pandeglang

    Sejumlah warga mengungsi ke Masjid Jami Al-Mu'min di Kampung Laba, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.
    Sejumlah warga mengungsi ke Masjid Jami Al-Mu'min di Kampung Laba, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam. | Muhammad Bagus Khoirunas /AntaraFoto
    Warga berjalan di samping atap rumah miliknya yang roboh setelah diterjang gelombang tinggi di Kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Lesung, Pandeglang, Minggu (23/12/18).
    Warga berjalan di samping atap rumah miliknya yang roboh setelah diterjang gelombang tinggi di Kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Lesung, Pandeglang, Minggu (23/12/18). | Muhammad Bagus Khoirunas /AntaraFoto
    Korban bencana tsunami yang mengalami luka diperiksa aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk diobati di Kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018).
    Korban bencana tsunami yang mengalami luka diperiksa aparat Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk diobati di Kampung Cikadu, Kecamatan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). | Muhammad Bagus Khoirunas /AntaraFoto
  26. Pandeglang, area terdampak tsunami terparah

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Pandeglang, Banten adalah area terdampak paling parah akibat tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018). Di daerah tersebut, sebanyak 33 orang meninggal dunia, sementara di Lampung sebanyak 7 orang meninggal dan 3 lainnya di Serang.

    Peta ini menggambarkan area terdampak lainnya di sepanjang pantai di Banten dan Lampung Selatan. BNPB sedang memutakhirkan data korban untuk tiap daerah.

  27. Beberapa hotel di kawasan wisata Anyer rusak berat

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mendata jumlah korban beserta bangunan yang rusak akibat tsunami di perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam.

    Laporan terakhir menyebut sedikitnya sembilan hotel di kawasan wisata Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung, rusak berat, sementara beberapa lainnya mengalami kerusakan ringan. Belum diketahui sembilan nama hotel yang dimaksud.

    Laporan kondisi di Salsa Beach Hotel Anyer kepada Tirto.id menyebut tidak ada kerusakan bangunan akibat hantaman gelombang tersebut. Hanya saja, kursi-kursi yang berada di pantai bergeser terbawa arus.

    Tamu hotel juga tidak mengungsi. Hal ini lantaran sebelumnya BMKG memberikan informasi jika gelombang ditimbulkan oleh air pasang yang umum terjadi setiap bulan purnama.

    Kondisi serupa juga terjadi di The Jayakarta Hotel. Saat gelombang tinggi terjadi, para tamu hotel, pedagang, serta warga sempat berhamburan menyelamatkan diri dengan menjauh dari pantai.

    Tak ada kerusakan pada bangunan hotel, hanya beberapa warung milik warga yang rusak akibat ombak yang sangat deras, tulis CNN Indonesia.

    Petugas front office Aston Anyer Beach Asep Saefulloh melaporkan bahwa gelombang air laut sempat masuk hingga bagian kolam renang. Adapaun jarak dari bibir pantai ke kolam renang mencapai tiga meter.

    "Ada beberapa kaca penghalang dari pantai ke kolam yang pecah… Tamu yang di lobi tadi sempat keluar, tapi sekarang sudah aman," sebut Asep.

    Kepala Pusat data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada Jumat malam sempat mengabarkan, gelombang besar yang menghancurkan beberapa bangunan membuat aliran listrik di sejumlah lokasi wisata terputus.

  28. Erupsi Gunung Anak Krakatau intens seminggu terakhir

    Pada Sabtu (22/12/2018) sejak 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, tercatat erupsi Gunung Anak Krakatau lebih dari 423 kali, menurut keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Bersamaan dengan erupsi yakni asap kelabu hitam mencapai 1.500 meter dan aliran lava pijar.

    Selanjutnya, pada 21.03 WIB, Badan Meteorologi dan Klimatologi (BKMG) menurut keterangan resminya mencatat aktivitas seismik sekitar 24 detik.

    Dilihat dari data histogram kegempaan harian yang tercatat selama tiga bulan terakhir hingga 21 Desember 2018 pukul 23.59 WIB, aktivitas kegempaan gunung ini makin intens dalam seminggu terakhir. Pada 18-20 Desember 2018, gempa akibat erupsi terjadi lebih dari 500 kali. PVMBG menetapkan status waspada dan masyarakat tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.

    Selain itu, pada awal November 2018, frekuensi gempa juga meningkat dari pekan sebelumnya. Per 6 November 2018, erupsi gunung ini sudah memasuki fase magmatik yang menghasilkan asap abu pekat hitam akibat tebalnya konsentrasi material magmatik.

    Intensitas kegempaan harian Gunung Anak Krakatau sejak 24 September 2018 hingga 21 Desember 2018
    Intensitas kegempaan harian Gunung Anak Krakatau sejak 24 September 2018 hingga 21 Desember 2018 | MAGMA Indonesia /Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geolog
  29. Korban tewas bertambah jadi 43 orang

    Jumlah korban dampak tsunami bertambah. Hingga Minggu (23/12/2018) pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

    Menurut pendataan BNPB, daerah yang paling parah kena dampak adalah Kabupaten Pandeglang, Banten. Daerah yang terdampak adalah pemukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

    Di kabupaten itu 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan.

    Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

    Pendataan masih berlanjut. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah.

    Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.

  30. Penyeberangan Merak-Bakauheni tetap normal

    PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) memastikan layanan penyeberangan Merak (Banten)-Bakauheni (Lampung), dan sebaliknya, kembali normal menyusul tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.

    Humas PT ASDP Ellen Pirik kepada AntaraNews menyebut, penyeberangan sempat tertunda ketika gelombang tinggi lantaran kapal-kapal ferry membutuhkan waktu lebih lama untuk bersandar. Akibatnya terjadi keterlambatan pelayanan.

    Sebanyak lebih dari 10.000 kendaraan, roda dua dan lebih, terpantau menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Banten, sepanjang Jumat dan Sabtu (22/12/2018).

    ASDP mengoperasikan 58 kapal dan enam dermaga sepanjang libur Natal dan Tahun Baru 2019.

  31. Jalan Serang-Pandeglang putus dihantam tsunami

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tsunami yang melanda wilayah pantai di sekitar kawasan Selat Sunda mengakibatkan jalan raya penghubung wilayah Serang ke Pandeglang putus.

    "Jalan raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/12/2018) pagi.

    Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD Banten bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan.

    Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan.

  32. Aktivitas Anak Krakatau intensif sejak Juni 2018

    Aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau intensif sejak Juni 2018. Pusat Vulkanologi dan Miigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi dengan tipe strombolian, dengan ciri lontaran yang disertai pijar dan juga leleran lava.

    Sebelum tsunami Sabtu (22/12/2018), Gunung Anak Krakatau juga sempat bererupsi dengan melontarkan material gunung hingga ketinggian 1.500 meter. Lontaran terakhir terpantau setinggi 100 sampai 300 meter pada sekitar pukul 19.00 WIB.

    Suara dentuman serta getaran juga terasa di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau yang berada di Pasauran, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

    "Erupsi sempat terjadi lagi sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, karena faktor cuaca yang kurang mendukung, tidak terpantau ketinggiannya," sebut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar dalam laporan detikcom, Minggu (23/12/2018).

    Awal Desember, Gunung Anak Krakatau sempat mengalami tiga kali gempa disertai asap tebal. Jumlah itu tercatat menurun dari aktivitas terakhirnya pada 27 November 2018. Saat itu, terpantau terjadi 18 kegempaan letusan dalam satu hari saja.

    Aktivitas tersebut membuat status gunung dengan ketinggian 338 meter di atas permukaan laut (dpl) ini ditetapkan naik ke level II yang berarti waspada. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tak mendekat dalam radius 2 kilometer.

    Catatan PVMBG menyebut aktivitas terbanyak Gunung Anak Krakatau sepanjang tahun ini tercatat terjadi pada 6 Juni 2018. Terjadi letusan sebanyak 745 kali ketika itu. Letusan tersebut ditetapkan sebagai titik peningkatan intensitas letusan pada 2018.

    Kendati begitu, aktivitas vulkanik Anak Krakatau terpantau menurun pada Oktober 2018.

    Terkait tsunami yang terjadi Sabtu malam, tim PVMBG dikabarkan sudah berada di lokasi untuk memastikan ada tidaknya longsoran di sekitar Gunung Anak Krakatau.

    "Kalau secara visual dan morfologi Gunung Anak Krakatau memang ada kemungkinan, tapi kemungkinannya sangat kecil bisa merontokkan tubuh dari Gunung Anak Krakatau. Tapi kita buktikan sebesar apa," tukas Rudy.

  33. Kenapa sulit menentukan penyebab tsunami

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meralat pengumuman yang menyatakan tak ada tsunami di Selat Sunda Sabtu (22/12/2018) malam.

    Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo menyatakan memang benar ada tsunami. Kesalahan awal terjadi karena mengacu data dan informasi dari berbagai sumber menyatakan tidak ada tsunami. Namun sudah direvisi karena mengacu data dan analisis terbaru.

    Fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Sebab, letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor terus terjadi namun frekuensinya tak tinggi. Selain itu tak ada gempa yang memicu tsunami. "Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian," kata Sutopo, lewat akun twitternya, Minggu (23/12/2018).

    Tsunami tak disebabkan gempa bumi, tapi kemungkinan karena longsor bawah laut erupsi Gunung Anak Krakatau, yang bersamaan dengan gelombang pasang. Tsunami terjadi di Banten dan Lampung, dengan kisaran tinggi air 0,28 m hingga 0,9 m.

  34. Korban tsunami sementara 20 tewas, 165 luka, 2 hilang

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (23/12/2018), mengumumkan korban tsunami di Selat Sunda hingga pukul 4.30 WIB mencapai total 20 orang meninggal dunia, 165 luka, dan dua hilang. Data tersebut didapat dari Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

    Jumlah tersebut, menurut BNPB, masih bisa bertambah karena masih banyak daerah terdampak tsunami yang belum didapatkan datanya.

    Korban terbanyak sementara ini adalah warga Kabupaten Pandeglang. Data dari Kecamatan Carita, Panimbang, dan Sumur sementara mencatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, dan puluhan kendaraan rusak. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

    Kabupaten Serang melaporkan ada 3 orang tewas, 4 luka dan 2 hilang. Daerah yang terdampak di Kecamatan Cinangka.

    Sementara di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 korban tewas dan 11 orang luka-luka.

  35. BMKG pastikan terjadi tsunami di Selat Sunda

    Tsunami kembali menerjang kawasan Indonesia. Kali ini terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018), sekitar pukul 21.27 WIB. Demikian dikabarkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

    Tinggi gelombang air laut mencapai 3 meter dan menerjang pesisir barat Provinsi Banten dan pesisir selatan Provinsi Lampung.

    Sebelumnya BMKG sempat menyatakan bahwa yang terjadi bukanlah tsunami, melainkan gelombang besar akibat bulan purnama, hujan lebat, dan angin kencang. Namun pada Minggu (22/12) malam, Ketua BMKG Dwikorita Karnawati memastikan bahwa yang terjadi adalah tsunami.

    Tsunami kali ini tidak didahului oleh aktivitas seismik. Erupsi Gunung Anak Krakatau, menurut Dwikorita dalam konferensi pers yang disiarkan TVOne, sementara diduga sebagai penyebabnya. Erupsi tersebut mengakibatkan terjadinya longsor di dasar laut, yang memicu terjadinya tsunami.

    "Tipe polanya sangat mirip dengan yang terjadi di Palu," jelasnya.

    Namun Dwikorita menyatakan BMKG masih butuh waktu untuk meneliti apakah benar erupsi Gunung Anak Krakatau adalah penyebabnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat yang terdampak tsunami untuk tidak kembali dulu ke tempat tinggal mereka karena BMKG masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab bencana alam tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR