Adu bagong sembunyi-sembunyi

Sempat menjadi kontroversi, adu bagong yang kerap berlangsung di sejumlah kabupaten di Jawa Barat, masih tetap berlangsung hingga kini. Dilakukan secara sembunyi-sembunyi, adu hewan itu menjadi kerap dianggap sebagai sebuah tradisi.

Editor Foto :
Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

SEMBUNYI | Di Arjasari, Bandung, Jawa Barat, adu bagong dengan anjing pitbull masih kerap berlangsung. Dianggap sebagai sebuah pertunjukkan tradisi, warga yang menggemari ajang aduan itu rela melakukan secara sembunyi-sembunyi.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

ADUAN | Di awal Februari 2019, ajang adu bagong tetap menjadi tontonan ramai dan seru. Diadakan di tempat rahasia yang jarang orang tahu, ajang aduan itu tetap berlangsung ramai dan seru walau suara keras penentangan terdengar riuh menolak diadakannya aduan itu.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

TAK BERHENTI | Pada medio 2017, para pegiat pecinta hewan bersuara keras atas pemberitaan adu bagong yang tersiar luas. Peringatan pun disampaikan ke pemerintah daerah dan lembaga-lembaga terkait yang mampu melarang ajang aduan ini. Namun, tradisi tetaplah tradisi, dan masyarakat penggila adu bagong tetap saja jalan terus tak berhenti.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

PELANGGARAN | Pada ajang aduan, anjing pitbull dan babi hutan dipaksa bertarung hingga terluka di dalam gedeg yang dijadikan arena. Para pecinta hewan menganggap pertarungan itu telah melanggar hak-hak satwa untuk bebas dari rasa.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

KEKEJAMAN | Seekor babi hutan yang diadu selain harus menerima luka akibat gigitan juga harus dikurung terlebih dahulu pada boks kecil yang sempit berhari-hari sebelum diadu dalam sebuah pertarungan. Sementara anjing pitbull pun tak luput dari luka akibat tandukan. Para pecinta hewan menilai bahwa itu jelas bentuk kekejaman terhadap hewan.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

DAMPAK | Tersiar luas melalui media massa membuat ajang aduan ini kini sensitif pada kamera. Untuk mendapatkan gambar pertarungan dua hewan itu, setiap fotografer yang datang harus pintar-pintar mengabadikan, termasuk para pewarta yang membuat pertarungan ini menjadi komoditas berita. Jika tertangkap basah, bukan cuma teguran saja didapat, bahkan bisa mendapat serangan fisik yang fatal.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

PERINGATAN | Pada pertarungan yang berlangsung pada awal Februari 2019, pihak penyelenggara bahkan sempat memperingati siapapun yang ada di arena agar tak merekam pertarungan. Tak cuma itu, penonton dilarang untuk mengunggah video adu bagong ke media sosial.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

INDUSTRI | Kini adu bagong sudah bukan jadi sekadar atraksi tradisi lagi, pertarungan itu kini telah menjelma menjadi industri. Satwa liar seperti babi hutan yang terjamin kebuasannya dihargai di kisaran Rp 3 sampai Rp 5 juta per ekor. Sementara harga anjing pitbull berpredikat juara harganya bisa mencapai Rp 10 juta per ekor. Dan anak anjingnya pun dihargai mencapai Rp 3 jutaan per ekor. Untuk menonton tarung adu bagong panitia mematok harga tiket antara Rp 5.000 - Rp 20.000 per orang.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

TRADISI | Berlangsung di sejumlah kabupaten di Jawa Barat seperti Bandung, Majalengka dan Kuningan, adu bagong telah menjadi sumber pendapatan musiman. Ditonton oleh ratusan orang membuat bisnis masyarakat di sebuah arena menjadi lahan bisnis yang menguntungkan, lalu kontroversi pun terjadi. Banyak yang menolak tapi tak sedikit juga yang mendukung pertarungan yang diakui sebagai bagian dari tradisi di Jawa Barat.


Adu bagong sembunyi-sembunyi
Prima

KECAMAN | Dikecam tak hanya di Indonesia, adu bagong juga menuai kecaman dari dunia internasional, terlebih ketika tahu bahwa pertarungan ini didiamkan oleh aparat pemerintah yang sebelumnya telah mengetahui berlangsungnya ajang ini. Pada 2017, The Independent, mengutip Wendy Higgins, juru bicara Humane Society International yang mengatakan, "Duel brutal dan eksploitatif antara anjing dan babi hutan di Indonesia merupakan tontonan yang mengganggu dan harus dikecam."


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR