Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya

Di Teluk Bone ikan begitu banyak dan berlimpah. Menjadi ladang penghidupan, nelayan di kawasan pesisir timur Sulawesi selatan itu menjadikan cahaya sebagai bagian dari jebakan.

Editor Foto :
Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

NELAYAN | Teluk Bone adalah sumber penghidupan bagi sejumlah masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir timur Provinsi Sulawesi selatan, khususnya bagi mereka yang bekerja sebagai nelayan.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

BAGAN APUNG Kelompok nelayan “Ekor Kuning” di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi selatan adalah sekumpulan nelayan yang menggunakan bagan apung sebagai metode tangkapnya. Menggunakan jaring, cara tangkap ini dioperasikan oleh 8 hingga 10 orang nelayan.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

JEBAKAN IKAN | Kelompok nelayan ini biasanya melaut menjelang petang. Saat matahari tenggelam, jaring diturunkan, dan puluhan lampu merkuri yang tersebar di rangka bagan dinyalakan. Menurut para nelayan, cahaya yang menyala adalah cara terbaik menjebak ikan.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

TARIK JARING | Ketika ikan mulai tampak dari atas permukaan, penarikan jaring dilakukan setelah ada aba-aba dari pemimpin kelompok yang sebelumnya telah memantau ikan dari atas permukaan.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

MENUNGGU | Ketika ikan belum tampak, nelayan menanti di atas bagan sambil menikmati gawai yang mereka bawa. Tak seperti nelayan Bone dulu yang kerap bercengkarama, nelayan Bone kini lebih sibuk dengan layar kecil yang terang.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

CUACA | Proses menurunkan dan menarik jaring dapat berlangsung 3 kali dalam satu malam, tapi semua kembali tergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca buruk ikan tak terlalu banyak, sebaliknya jika cuaca terang benderang, para nelayan pulang dengan membawa kebahagiaan.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

PENGUMPULAN | Menjelang pagi semua hasil tangkapan akan dikumpulkan dan diangkut menggunakan perahu pengantar menuju pelabuhan. Hasil jualan kemudian akan dibagi rata sesuai dengan yang didapatkan.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

SANTAPAN | Selain untuk dijual, biasanya ikan tangkapan ada yang dijadikan santapan para nelayan. Ikan-ikan segar yang diolah langsung setelah didapat memiliki rasa yang nikmat, tentu saja rasanya berbeda dengan ikan-ikan yang telah mati saat sampai di daratan.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

MEMUDAHKAN | Bagi para nelayan di Teluk Bone, metode menangkap ikan menggunakan bagan amatlah memudahkan pekerjaan mereka. Tak perlu berlama-lama terombang-ambing di tengah lautan, waktu kosong mereka pun lebih banyak digunakan bersantai menikmati ayunan gelombang yang tenang.


Di Teluk Bone, ikan ditangkap dengan cahaya
Hariandi Hafid

WARISAN | Ikan di perairan Teluk Bone bak sebuah warisan. Dari generasi ke generasi nelayan di sana, hampir semuanya menikmati kayanya lautan yang hingga saat ini memberikan keberkahan dan kemakmuran.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR