Berburu air bersih Tinambung

Di Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, air bersih amatlah berharga, dan itulah sebabnya perempuan-perempuan di sana rela berenang menyusuri Sungai Tinambung. Pada Jum'at (22/03/2019), Hariandi Hafid datang ke tempat itu dan mengabadikan keberanian mereka memburu air bersih untuk masyarakat Tinambung.

Editor Foto :
Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

AIR | Tinambung sejak dulu dikenal sebagai daerah kering. Karenanya air begitu amat berharga. Untuk mendapatkannya pun masyarakat di sana butuh perjuangan, dan itu tidak mudah.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

BERDAYA | Para perempuan di Tinambung adalah yang kerap terlihat berdaya. Mereka adalah para penambang air bersih, yang oleh warga di daerah itu disebut dengan istilah pa’ala wai sau'.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

AIR BERSIH | Upaya mereka mencari air amatlah luar biasa. Mereka akan bergerak cukup jauh, mengikuti alur sungai sejauh 4 km mereka selalu menuju ke arah hulu sungai, itu dilakukan agar kualitas air yang mereka dapatkan lebih bersih dan tidak terkontaminasi oleh limbah berbahaya.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

JUAL AIR | Badaria, 60 tahun adalah salah satu perempuan yang kerap turun ke sungai untuk mendapatkan air bersih. Setiap hari ia melakukan untuk menjual kembali air Tinambung dengan harga Rp. 500/jerigen.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

TAMBANG | Maraknya tambang pasir liar di sepanjang aliran sungai Tinambung menjadi salah satu ancaman bagi para pencari air bersih di sana saat ini. Aktifitas yang tidak ramah pada lingkungan tersebut mengakibatkan air sungai kian tahun menjadi keruh.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

DIBELI | Air-air yang diambil dari hulu sungai Tinambung umumnya telah dipesan oleh banyak rumah. Sulitnya air di kawasan itu memaksa setiap rumah tangga membeli air dari perempuan-perempuan penambang air Sungai Tinambung.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

SUMBER AIR | Sejak dahulu air sungai Tinambung adalah sumber air masyarakat Mandar. Suku Mandar bahkan kerap meminum langsung air dari Sungai Tinambung.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

JERIGEN | Usai jerigen terisi penuh, satu demi satu jerigen akan diikatkan menjadi satu dengan yang lainnya dan kemudia dibawa ke kampung untuk dijual. Bermodalkan ban bekas sebagai pelampung, jerigen itu dibawa oleh mereka dengan cara menghanyutkan diri.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

BERKELILING | Ketika sudah sampai di kampung-kampung mereka biasa menjajakan langsung dengan berkeliling kampung. Namun mereka tak lupa menyisakan untuk air untuk kebutuhan mereka sendiri.


Berburu air bersih Tinambung
Hariandi Hafid

PENJUALAN AIR | Mendapatkan air di hulu Sungai Tinambung bukanlah perkara mudah. Namun untuk hidup, para perempuan penambang air itu rela menerjang arus demi mendapatkan Rp 50 ribu/hari. Itulah yang dilakukan Sahidah selama ini.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR