Bertahan di utara

Perubahan iklim adalah persoalan serius yang dihadapi oleh bumi. Naiknya permukaan air laut di daerah pesisir adalah ancaman nyata yang kini terjadi. Pewarta foto asal Padang, Sumatera Barat, Zulkifli menjadikan fenomena itu sebagai latar bagi proyek foto dokumenternya.

Editor Foto :
Bertahan di utara
Zulkifli

DIGULUNG GELOMBANG | Petaka itu dimulai dua belas tahun lalu ketika gelombang pasang mengejutkan seisi kampung. Air laut bergulung-gulung menghantam pintu-pintu rumah. Tambak-tambak ikan dibenam gelombang. Masjid dan bangunan sekolah rekah. Bibir pantai semakin mendekat ke pemukiman warga. Rob merenggut setengah kehidupan penduduk desa.


Bertahan di utara
Zulkifli

PERUBAHAN | Pantai utara Jawa merupakan yang terparah dengan 44% lahan pantainya terkena abrasi yaitu 745 kilometer atau luasannya setara dengan 10.988 hektar. Perkampungan di pesisir utara dari tahun ke tahun semakin menyempit. Masyarakat yang bermukim di sana terpaksa beradaptasi dengan perubahan lingkungan itu. Seperti yang terjadi di kampung Sayim, Desa Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi.


Bertahan di utara
Zulkifli

MENYEMPIT | Desa di utara Bekasi ini diancam oleh gelombang pasang yang datang tak kenal waktu. Ruang-ruang pemukiman masyarakat berubah karena abrasi. Pemukiman mereka menyempit, garis pantai semakin dekat. Setiap bulan gelombang rob datang setiap bulan ke pemukiman mereka, dan akhirnya banyak yang memilih pindah.


Bertahan di utara
Zulkifli

ADAPTASI | Ada pula yang tidak pergi. Selain tak ada tujuan jelas, orang-orang yang memilih bertahan beralasan mereka tidak ingin meninggalkan kampung tempat mereka lahir dan besar. Akhirnya mereka dipaksa beradaptasi dengan perubahan lingkungan tempat mereka tinggal.


Bertahan di utara
Zulkifli

TERANCAM | Pantai utara Jawa merupakan yang terparah digerus abrasi, luasnya setara dengan 10.988 hektar, atau terbentang 745 kilometer jauhnya. Itu menjadi tanda bahwa Pulau Jawa benar-benar tengah menghadapi persoalan serius. Diperkirakan pulau ini terancam tenggelam.


Bertahan di utara
Zulkifli

HANCUR | Perubahan iklim benar-benar menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh bumi saat ini. Tak hanya menghancurkan infrastruktur tapi juga menghancurkan kehidupan sosial masyarakat di daerah terdampak abrasi.


Bertahan di utara
Zulkifli

CERITA MURAM | Masyarakat di Desa Pantai Bahagia masih ingat kondisi dahulu ketia mereka begitu sejahtera. Kepada Zulkifli, Sayim berkisah, “Dulunya, hasil tambak di sini sangat melimpah. Kapal-kapal dari Angke dan Cilincing pun banyak yang datang untuk membeli ikan yang diperoleh nelayan Desa Bahagia. Kala itu, desa kami dikenal dengan nama 'Kampung Dolar'. Namun, gelombang pasang berangsur merubah hidup kami,” dengan gundah pria kelahiran 1974 itu berkisah dengan wajah yang muram.


Bertahan di utara
Zulkifli

GARIS PANTAI | Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sekitar 400 kilometer garis pantai di 100 lokasi yang berada di 17 provinsi terkena abrasi. Tentu saja itu juga mengancam jutaan penduduk yang hidup di pesisir pantai di Nusantara.


Bertahan di utara
Zulkifli

HADAPI ABRASI | Perubahan iklim adalah persoalan serius yang dihadapi oleh bumi saat ini. Tak hanya di negeri ini, banyak pula di belahan benua lainnya pun berada dalam ancaman abrasi. Upaya pencegahan pun disiapkan, ada yang menggunakan cara alamiah seperti penanaman hutan mangrove, ada pula yang berusaha menahan laju abrasi dengan kemajuan teknologi.


Bertahan di utara
Zulkifli

PERINGATAN | Tak hanya menjadi cerita dari potret masyarakat yang bertahan di kawasan terdampak abrasi, foto esai ini juga menjadi peringatan dini akan bahaya abrasi yang saat ini mengikis pantai utara Jawa secara perlahan namun pasti.


FOTO LAINNYA