Bukan perempuan biasa

Sejatinya ia hanyalah perempuan mungil biasa. Namun karena keinginan hidup untuk mandiri ia justru menjadi perempuan yang tangguhnya luar biasa. Di atas pedal sepeda motor yang melaju kencang, nyawa kerap ia pertaruhkan. Dan dalam tong setan ia unjuk nyali dan keberanian.

Editor Foto :
Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

TONG SETAN | Dua tahun sudah, Devi Apriliani Lubis, 19 tahun, menggantungkan hidup dalam 'Tong Setan'. Datang dari Medan, Sumatera Utara, Devi menjadikan Aceh sebagai tempat mencari uang. Ia pun berlabuh pada sebuah pasar malam yang menawarkan banyak pertunjukkan. Meski tak suka, ia pun menjalani demi hidup yang mandiri.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

LINGARAN MAUT | Awalnya Devi tak suka dengan pekerjaannya. Suara mesin yang meraung kencang, dan polah tingkah para joki yang terlihat urakan membuat ia takut dan benci dengan pekerjaan yang ia dapatkan. Beruntung ia berjumpa dengan seorang kawan yang berbaik hati mengajarkan trik mengendarai motor dalam lingkaran maut bernama tong setan.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

JODOH | Bergaul dengan sesama pekerja pasar malam yang tak semuanya perempuan, Devi tak gusar. Berjalan waktu ia pun berjumpa dengan laki-laki yang kini menjadi suaminya. Tinggal di Provinsi Aceh Devi tunduk dengan hukum syariah yang berlaku di sana. Tak melalui proses pacaran, ia dan pria yang dicintainya itu pun langsung menikah dan membangun harapan.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

ANAK PEREMPUAN | Menikah dengan Ahmad Herdiansyah Daulay, 21 tahun, yang juga berprofesi sebagai joki tong setan, Devi dianugerahi seorang putri yang ia beri nama Cheyril Aulidia Rahma Daulay yang kini baru berusia lima bulan. Meski telah dikaruniai seorang bayi, Devi tak gentar menggeber motornya dan melakukan aksi berbahaya. Ia justru amat menikmati pekerjaannya.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

KEWAJIBAN | Sebelum Devi unjuk aksi dalam tong setan, ia selalu memberikan ASI pada putrinya. . Ahmad, suaminya kini tak lagi turut beraksi karena cedera yang didapat kala beraksi. kini Ahmad menggantikan peran Devi, sambil menjaga loket pertunjukkan ia pun bertugas menjaga sang buah hati.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

UNDANGAN BERAKSI | Ketika memutuskan untuk menikah, Devi kerap kebanjiran tawaran beraksi. Tak hanya bermain di Aceh saja, perempuan pemberani asal Medan itu juga kerap mendapat undangan untuk bermain tong setan di luar kota. Dan pada November ini, Devi mendapatkan kontrak lumayan untuk bermain di Yogyakarta. Menjadi pengalaman, Devi begitu antusias melakukan aksinya, terlebih ia diperbolehkan memboyong suami dan anaknya.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

JALAN-JALAN | Sesekali kala tak sedang ada jadwal beraksi, keluarga itu berjalan-jalan menikmati Alun-alun utara, Yogyakarta. Tentu saja itu menjadi pengalaman, karena sebelumnya mereka begitu jarang plesiran bersama hingga ke pulau Jawa.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

TEMAN | Kini, Devi begitu mencintai pekerjaannya. Hasil berapapun sudah tak lagi ia pedulikan jumlahnya. Di Pasar Malam Sekaten, Devi banyak mendapat teman. Tentu saja ini menjadi pengalaman istimewa yang tak terlupakan.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

AKSI DEVI | Umumnya aksi tong setan selalu saja menampilkan joki laki-laki. Namun kali ini, para pengunjung Pasar Malam Sekaten begitu terhibur dengan kehadiran Devi. Dengan tubuhnya yang mungil dan nyalinya yang besar beragam aksi berbahaya ditunjukkan Devi dari atas motor yang ia tunggangi, dan itu membuat Devi sebagai daya tarik baru bagi warga yang hadir di Pasar Sekaten Yogyakarta yang berlangsung sekali dalam setahun.


Bukan perempuan biasa
Dewi Nurcahyani

PELUK CHEYRIL | Seusai beraksi, Devi kembali memeluk Cheyril. Tak ingin nasib sang putri sama seperti kedua orangtuanya, Devi telah menyiapkan rencana untuk sang buah hati. Dalam angan-angannya, Devi dan Ahmad menginginkan Cheyril sekolah tinggi dan mandiri. Tentu saja agar sang buah hati hidup jauh dari arena tong setan tempat ibu dan bapaknya biasa beraksi.




FOTO LAINNYA