TSUNAMI SELAT SUNDA

Cerita getir masyarakat Sumur

Cerita getir dirasakan masyarakat Sumur, Pandeglang, Banten, pasca tsunami. Selain menghancurkan rumah-rumah dan perahu pencari ikan milik mereka, tsunami empat hari lalu juga membuat penduduk di sana takut pada gelombang laut.

Editor Foto :
Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

DITEMBUS | Pada Selasa (25/12/2018), Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang mulanya terisolasi akhirnya dapat ditembus. Di perkampungan nelayan itu, tampak rumah-rumah penduduk hancur, dan perahu-perahu nelayan pun terserak di segala penjuru.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo

PASAR MALAM | Saat tsunami datang menyerbu daratan, keramaian pasar malam tengah seru berlangsung. Dikenal sebagai rumah bagi ribuan nelayan, perkampungan itu sungguh amat hidup.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo

JAUHI LAUT | Pasca tsunami, penduduk Sumur masih dicekam rasa takut. Bayangan gelombang tinggi yang memporak-porandakan kampung membuat banyak penduduk Sumur pergi mengungsi meninggalkan rumah mereka yang posisinya tak jauh dari laut.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MENGUNGSI | Etin adalah salah satu warga Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur. Bersama anaknya ia memilih mengungsi ke sebuah gubuk yang letaknya berada di tengah sawah dan posisinya lebih tinggi.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

GUBUK | Bersama keluarganya Jariyah mengungsi di gubuk sawah mereka yang berada di Desa Taman Jaya. Rumahnya di Kampung Paniis. Hampir semua warga Paniis telah pergi mengungsi ke tempat tinggi. Dan gubuk di tengah sawah adalah yang dipilih. Dalam satu gubuk 4 kepala keluarga tinggal. Untuk makan mereka memanfaatkan bantuan pemerintah dan juga bahan makanan milik mereka yang tersisa.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

RUMAH HANCUR | Nasib Marwa sungguh sedih. Tinggal di pesisir pantai Lampung Selatan, rumahnya hancur dihempas tsunami. Pada awalnya ia berharap rumahnya di Desa Sumber Jaya dapat ditempati, namun ia justru menemukan rumahnya lebur oleh tsunami.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

DI TENGAH LAUT | Ketika tsunami datang banyak nelayan yang tengah melaut, Eman adalah salah satunya. Ia bercerita, ketika ia berada ditengah laut, ia melihat gelombang yang amat tinggi. Dengan telepon selularnya ia pun menghubungi keluarganya di Sumber Jaya untuk lari berlindung.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

TELEPON | Selain Eman, empat nelayan ini juga lolos dari maut. Zaenal, Hendar , Ucok dan Mehdi menyaksikan bagaimana ombak besar berlari kencang menuju Sumur. Dengan telepon yang mereka miliki, keluarga mereka hubungi. Karena telepon itu banyak orang selamat dari amukan tsunami malam itu.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

RUSAK | Tak ada nelayan saat ini melaut. Banyak kapal-kapal pencari ikan milik warga di Sumur rusak akibat menghantam rumah kala terbawa arus gelombang yang kuat. Untuk hidup mereka pun menggantungkan pada bantuan yang datang.


Cerita getir masyarakat Sumur
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

SUNYI | Jika malam menjelang, suasana kampung-kampung di Kecamatan Sumur mendadak sepi. Banyak peduduk mengaku trauma dan masih takut oleh amuk gelombang tsunami. Hanya beberapa orang saja yang bertahan, itu pun akan lari jika ada peringatan gelombang tinggi.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR