Di bawah naungan Baiturrahman

Bagi masyarakat Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman adalah bagian hidup yang sulit untuk dipisahkan. Dibangun pertama pada 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah, masjid itu adalah jiwa dari kota berjuluk Serambi Mekkah. Di balik megahnya, sejumlah orang turut berperan dalam menghidupkan suasananya.
Editor Foto :
Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

NYAWA | Sejak dulu Masjid Raya Baiturrahman adalah bagian penting dari masyarakat Aceh. Mengisi lembar-lembar sejarah yang bergulir di sana, masjid itu adalah nyawa dari pergerakan Islam di tanah yang dinamai Serambi Mekkah.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

TERJAGA | Sebagai Rumah Allah, Masjid Raya Baiturrahman amat terawat. Selalu dikunjungi oleh ribuan orang, masjid yang dapat menampung 30 ribu orang ini selalu terpelihara pesona dan kesuciannya.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

TARAWIH | Jamaah salat Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman tak pernah sedikit. Setiap malam ribuan umat Islam turut dalam saf-safnya. Tak sekadar melaksanakan ibadah, orang-orang yang datang juga banyak mamanfaatkannya untuk mengkhatamkan Al Qur'an hingga waktu sahur menjelang.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

MUAZIN | Tengku H Abdullah Ibrahim, 54 tahun, adalah salah seorang muadzin yang bertugas di Masjid Raya Baiturrahman. Kala Ramadan, suara azannya adalah yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam yang menanti waktu berbuka. Sudah 33 tahun ia mengumandangkan Azan di Masjid Raya. Pria yang akrab disapa Tengku Nek itu mengaku banyak belajar agama di masjid yang dulu dijadikan tempat berlindung kala bencana tsunami datang.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

TEMPAT BERBUKA | Menjelang waktu berbuka, halaman Masjid Raya Baiturrahman selalu ramai didatangi warga yang menanti waktu berbuka. Datang bersama keluarga dan sejawat, umumnya mereka telah membawa tajil untuk disantap bersama.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

TEMPAT BELAJAR | Masjid Raya Baiturrahman bukan cuma tempat untuk beribadah saja. Sebagai rumah ilmu, sarana pendidikan berupa Taman Pendidikan Al-Quran dan Madrasah Darussyariah ada di dalamnya.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

KEBERSIHAN | Khadam, begitulah sebutan untuk petugas kebersihan yang bertugas di Masjid Raya Baiturrahman. Bekerja setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB, mereka tak diam jika melihat masjid nan megah itu kotor dan kusam. Saat ini, para khadam amat dimudahkan kala harus membersihkan lantai masjid yang luas. Keberadaan mobil pembersih lantai membuat lantai Masjid Raya berkilau setiap harinya.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

LANTUNKAN AYAT | Kala bulan Ramadan, lantunan ayat suci Al Qur'an selalu berkumandang sebelum waktu azan. Abi Jailani Mahmud yang juga sudah 33 tahun bertugas sebagai Muadzin adalah salah satu yang kerap membacakan ayat-ayat suci Al-Quran. Dari sebuah ruang kecil yang berada dibagian barat mesjid itu, lantunan yang indah selalu tersiar.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

PENGUNJUNG | Sejak Aceh resmi menjadi salah satu ikon wisata halal Indonesia, Masjid Baiturrahman selalu dipenuhi pengunjung. Selain berwisata, banyak pula orang datang untuk mencari ilmu. Di perpustakaan masjid, setidaknya terdapat 4925 judul buku, dan itu bisa diakses oleh masyarakat yang datang berkunjung.


Di bawah naungan Baiturrahman
Riska Munawarah

PENGABDIAN | Bagi mereka yang bernaung di Masjid Raya Baiturrahman, menjaga dan memakmurkan mesjid adalah bentuk pengabdian. Bermodal ikhlas, mereka berupaya menggapai keridhaan dari Allah SWT semata.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR