Demam berdarah yang mengancam

Indonesia ditetapkan sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi kedua setelah Brasil. Pada 2018, tercatat puncak kasus demam berdarah mencapai 204 ribu. Di musim hujan, penyakit itu menjadi ancaman. Terbukti, saat sejumlah daerah tengah menghadapi wabah.

Editor Foto :
Demam berdarah yang mengancam
Raisan Al Farisi /Antara Foto

WABAH | Demam berdarah kini tengah mewabah di sejumlah daerah di Indonesia. Seiring datangnya musim hujan, korban berjatuhan. Dari tahun ke tahun cukup kasus bertambah secara fluktuatif. Tak kenal umur, DBD benar-benar menjadi sebauh ancaman. Pada foto di atas, seorang anak tergolek lemas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).


Demam berdarah yang mengancam
Prasetia Fauzani /Antara Foto

BERJATUHAN | Tak hanya menyasar anak-anak, DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes eegypti dan Aedes albopictus juga menyasar orang dewasa.Di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Kamis (17/1/2019), korban mulai berjatuhan. Data dari Dinas Kesehatan setempat menyebutkan sedikitnya 486 warga terserang DBD dengan sembilan orang di antaranya meninggal dunia dalam kurun waktu dua pekan terakhir.


Demam berdarah yang mengancam
Raisan Al Farisi /Antara Foto

DARAH | Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per 31 Januari 2019, jumlah kasus sesuai laporan dari 34 provinsi, tercatat ada 15.132 kasus DBD dan dilaporkan 145 orang meninggal dunia. Jumlah itu mempengaruhi kebutuhan stok di sejumlah rumah sakit daerah.


Demam berdarah yang mengancam
Mohammad Ayodha

PENGASAPAN | Di Jawa Tengah, pemerintah Kabupaten Sragen menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) setelah tercatat 188 kasus warga terjangkit DBD, dua diantaranya meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Menanggulangi wabah itu pengasapan pun dilakukan.


Demam berdarah yang mengancam
Moch Asim /Antara Foto

PEMANTAUAN JENTIK | Gerakan pemberantasan sarang nyamuk juga digalakkan di Surabaya, Jawa Timur. Pada Jumat (01/02/2019) kegiatan apel dilakukan. Ibu-ibu di sana digerakkan untuk pemantauan jentik nyamuk ke rumah-rumah warga guna mengantisipasi dan memberantas penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).


Demam berdarah yang mengancam
Yulius Satria Wijaya /Antara Foto

PEMBERANTASAN | Pemerintah Kota Bogor mencanangkan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Bogor. Dalam gerakan itu, siswa sekolah dasar membersihkan tempat sampah untuk pemberantasan sarang nyamuk di SDN Balungbang Jaya 3, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (01/02/2019).


Demam berdarah yang mengancam
Moch Asim /Antara Foto

Aedes aegypti yang membawa virus dengue, memiliki sifat yang bisa bertahan tanpa air hingga enam bulan. Dalam sehari, aedes aegypti bisa bertelur sebanyak 30-150 telur, karenanya sosialisasi terus dilakukan hingga rumah ke rumah.


Demam berdarah yang mengancam
Syaiful Arif /Antara Foto

PEMANGSA JENTIK | Di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (19/1/2019) penjualan ikan pemangsa jentik meningkat. Tak mampunya pengasapan karena hanya mematikan nyamuk dewasa membuat ikan pemangsa jentik nyamuk diburu oleh masyarakat.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR