Di atas kapal legendaris bernama Jelatik

Jika dilihat bentuknya, KM Jelatik tampak seperti rumah burung bertingkat. Dibuat dari kayu, kapal motor ini adalah kapal favorit perantau asal Selatpanjang yang ingin mudik ke kampung halaman. Disebut sebagai kapal legendaris, KM Jelatik tak kalah dalam persaingan bisnis, meski dalam perjalanannya, kapal angkut ini pernah tak boleh beroperasi karena kerap membahayakan penumpangnya.

Editor Foto :
Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

KAPAL MURAH | Bertahun-tahun, masyarakat asli Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, menggunakan KM Jelatik sebagai sarana transportasi. Bukan karena KM Jelatik menjadi sarana angkutan satu-satunya, harga tiketnya yang murah menjadikan kapal itu sebagai pilihan bagi banyak orang.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

KM JELATIK | Sudah sejak akhir Mei 2019, KM Jelatik diserbu penumpang yang ingin mudik ke Selatpanjang. Berangkat dari Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru, kapal motor ini amat penting bagi warga Selatpanjang.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

MURAH | Harga tiket KM Jelatik tergolong murah, untuk penumpang yang membutuhkan kamar, setiap penumpang cukup membayar Rp120 ribu per orangnya. Sedangkan tiket tanpa kamar dijual dengan harga Rp100 ribu saja. Menurut penumpang yang kerap memanfaatkan kapal itu untuk pulang ke kampung halaman, harga itu tak pernah mengalami kenaikan sejak beberapa tahun ke belakang, tentu saja itu membuat para penumpang senang.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

KAPAL CEPAT | Sebenarnya ada kapal yang waktu tempuh perjalanannya lebih cepat dari KM Jelatik. Namun dengan tiket yang dibandrol seharga Rp160 ribu per orangnya, kapal itu bukan menjadi pilihan bagi kebanyakan pemudik setiap tahunnya. Menggunakan KM Jelatik, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Selatpanjang adalah 16 jam, sedangkan menggunakan kapal cepat, pemudik hanya menghabiskan waktu setengah hari perjalanan.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

PENUMPANG | Kebanyakan penumpang KM Jelatik adalah pelanggan setia yang tak pernah pindah ke lain kapal. Karenanya, suasana di dalam kapal begitu hangat karena kebanyakan dari mereka telah saling kenal sebelumnya. Para penumpang KM Jelatik terdiri dari beragam lapisan. Kebanyakan dari mereka adalah perantau asal Kepulauan Meranti yang bekerja di Pekanbaru sebagai ASN, polisi, pengusaha, penjaga toko hingga asisten rumah tangga.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

LEGENDARIS | Hanya kendaraan roda empat saja yang tak bisa diangkut KM Jelatik, sedangkan untuk kendaraan roda dua, harga yang dipatok sama dengan satu tiket untuk penumpang tanpa kamar. Berpuluh-puluh tahun beroperasi, masyarakat Kepulauan Meranti menyebut Jelatik sebagai kapal legendaris, meski dalam operasionalnya, manifes penumpang kerap tak sesuai dengan aslinya.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

DIHENTIKAN | Pada akhir Juli 2018, Jelatik sempat tak diperbolehkan beroperasi. Akibat membawa banyak penumpang diluar kapasitas, ijinnya dicabut untuk beberapa saat. Namun setelah kapal mengikuti uji prosedur keselamatan kembali, KM Jelatik pun kembali beroperasi.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

WAKTU OPERASIONAL | Jadwal keberangkatan KM Jelatik dari Pekanbaru tidak setiap hari. Karena armada terbatas, kapal motor ini beroperasi hanya pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu saja. Sedangkan dihari lainnya, KM Jelatik melayani rute sebaliknya, Selatpanjang-Pekanbaru dengan masing-masing rute mengangkut penumpang sebanyak180 orang, termasuk anak buah kapal (ABK).


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

RUMAH BURUNG | Melihat KM Jelatik tak ubahnya melihat rumah burung yang disusun bertingkat. Pada sisi-sisinya, puluhan jendela terdpat dan membuat kapal motor ini antik ketika dilihat. Yang menarik, di dalam kapal ini tak ada kursi, papan panjang yang dibentang menjadi dipan adalah tempat duduk yang nyaman bagi penumpang untuk menikmati perjalanan.


Di atas kapal legendaris bernama Jelatik
Afrianto Silalahi

KUAT BERTAHAN | Meski terbuat dari kayu, KM Jelatik tak lekang dimakan waktu. Begitu juga dalam persaingan bisnis angkutan air di sana. Meski dikepung kapal-kapal cepat modern berbahan fiber berkualitas, kapal kayu itu tetap memimpin dalam persaingan bisnis angkutan di Perairan Siak, dan sebagai kapal angkutan legendaris, KM Jelatik tetaplah menjadi pilihan masyarakat Selatpanjang yang ingin mudik ke kampung halaman.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR