Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan

Jika ingin melihat era keemasan Mataram, datanglah ke Kotagede, Yogyakarta. Bukan hanya akan menemukan laku dan tradisi masyarakatnya, jejak-jejak kejayaan kerajaan Islam Jawa itu hingga saat ini pun masih tetap berdiri dan terjaga.

Editor Foto :
Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

KEJAYAAN | Dalam sejarah kerajaan di Nusantara, Kotagede tak bisa dipisahkan dari kejayaan Kerajaan Mataram. Menjadi ibukota, sejumlah bangunan dan budaya masih tegak dan terjaga. Begitu juga dengan tradisi berbusananya, juga laku masyarakat yang hidup di sana.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

HADIAH | Berawal dari sebuah hutan yang dihadiahkan oleh Sultan Hadiwijaya, raja di Kesultanan Pajang, pada Ki Gede Pemanahan, Kotagede yang mulanya hanya sebuah alas kemudian berganti rupa menjadi ibukota Kerajaan Mataram yang berselimut kejayaan. Tak salah jika hingga saat ini wajah patih yang masyhur dalam meluaskan kekuasaan Pajang itu masih tergantung di rumah-rumah yang ada di sana.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

BUDAYA | Statusnya sebagai kota cikal bakal lahirnya Kerajaan Mataram membuat Kotagede amatlah sakral bagi masyarakat di sana. Sejumlah kebiasaan untuk menghormati Ki Gede Pemanahan pun masih kerap dilakukan. Terutama pada hari Jum'at yang menjadi waktu untuk nyekar ke makam sang patih yang ada di sana.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

ISLAM | Meski tradisi dan budaya Jawa begitu kental, Islam juga menjadi landasan yang kuat bagi masyarakat di Kotagede. Bahkan organisasi Islam Muhammadiyah besar dan berkembang dari sana.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

WARUNG | Masyarakatnya Kotagede banyak yang berprofesi sebagai pedagang. Di warung kopi dan makanan kehangatan terdapat. Tak peduli usia, mereka kerap bertandang untuk mengobrol sembari menikmati jajanan.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

PENGRAJIN PERAK | Masyarakat di Kotagede dikenal mahir dalam kerajinan perak. Di rumah-rumah mereka, perak tak hanya di buat tapi juga dipasarkan. Pardi adalah salah satunya, di depan rumahnya ia kerap menerima pesanan dari wisatawan yang berkunjung ke Kotagede sana.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

WARISAN | Kerajinan perak diwarisi dari generasi ke generasi oleh masyarakat Kotagede hingga saat ini. Menjadi sumber penghasilan, perak Kotagede tak hanya dikenal di dalam negeri, beberapa pengrajin perak di sana bahkan kerap mendapatkan pesanan dari luar negeri secara berkala.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

BISNIS | Perak asal Kotagede saat ini telah diekspor hingga ke Turki, Iran, Arab Saudi dan Yunani. Kemajuan bisnis itu tentu saja berdampak pada taraf hidup dan kemakmuran masyarakat di sana.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

PENOPANG | Kaum perempuan di Kotagede banyak yang memilih berdagang di pasar. Dikenal gigih, mereka juga banyak yang menjadi penopang keluarga. Maklum, pesanan perak tak selalu ada tiap hari, sementara dapur harus dijaga agar tetap mengepul dan bisa menghidupi.


Di Kotagede, kejayaan dan cinta dilabuhkan
Arthasari Noworetno

DAYA TARIK | Meski banyak dihuni oleh orang tua, rumah-rumah di Kotagede tetap menyimpan daya tarik.Tak salah jika banyak orang kembali datang ke tempat itu. Tak cuma ingin membeli perak, mereka juga ingin menikmati kehangatan masyarakat di sana yang berbalut budaya dan tradisi.


FOTO LAINNYA