Gara-gara Batubara

Sudah sejak 2012 banjir kerap terjadi di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Selain curah hujan yang tinggi, hilangnya kawasan resapan air menjadi penyebab sebagian kota itu diterjang banjir. Industri tambang yang marak disebut menjadi penyebab banjir ini.

Editor Foto :
Gara-gara Batubara
Kirana Larasati /Antara Foto

BANJIR | Dalam sepekan terakhir atau tepatnya sejak perayaan Idul Fitri (05/06/2019), Samarinda dilanda banjir. Pada Rabu (12/06/2019), hampir tujuh puluh persen kota itu terendam air. Selain curah hujan yang tinggi, banjir diduga juga akibat dari semakin berkurangnya lahan resapan air.


Gara-gara Batubara
Kemal Jufri /Greenpeace

TAMBANG | Dalam beberapa tahun ke belakang, izin pertambangan begitu mudah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Akibat izin itu, kawasan-kawasan yang dahulu menjadi resapan air telah berubah menjadi kawasan eksplorasi. Di daerah Makroman, puncak-puncak bukit digali. Lubang-lubang besar yang menganga menjadi jejak eksploitasi.


Gara-gara Batubara
Kemal Jufri /Greenpeace

BUKA LAHAN | Sudah sejak 2007, pembukaan lahan tambang marak dilakukan tak jauh dari kota Samarinda. Pembukaan lahan untuk eksploitasi batubara itu dianggap berkontribusi terhadap hilangnya lahan resapan.


Gara-gara Batubara
Kemal Jufri /Greenpeace

JUMLAH TAMBANG | Dari catatan yang dimiliki oleh Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), saat ini di Kalimantan Timur terdapat 1.404 izin, 632 lubang bekas tambang. Akibat banyaknya lubang bekas galian, dan mengakibatkan 34 orang tewas tenggelam.


Gara-gara Batubara
Kemal Jufri /Greenpeace

PETANI | Komari, 58 tahun, bersama istrinya Nurbaeti adalah salah satu petani yang kehilangan lahan garapan di kawasan Makroman, Samarinda. Akibat terpapar limbah tambang tanahnya yang mulanya subur tak lagi dapat ditanami oleh tanaman apa pun.


Gara-gara Batubara
Kemal Jufri /Greenpeace

KESEHATAN | Banyak masyarakat di Kalimantan Timur hidup berdampingan dengan industri batubara. Akibat terpapar polusi udara dan juga limbah beracun, kesehatan mereka pun kerap terganggu. Tampak dalam foto sebuah perkampungan berdiri tak jauh dari kawasan industri batubara.


Gara-gara Batubara
Saipul Anwar /Greenpeace

KONSEKUENSI | Bersama Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah dan Kabupaten Konawe di Sulawesi Tenggara, Samarinda menjadi daerah terdampak industri tambang paling parah. Sebanyak 71 persen wilayahnya saat ini telah beralih fungsi menjadi kawasan tambang. Pemerintah Kota Samarinda sendiri masih meninggalkan warisan 76 izin dan 300 lubang galian tambang.


Gara-gara Batubara
Saipul Anwar /Greenpeace

DAMPAK | Sampai Rabu (12/06/2019), ribuan rumah masih terendam banjir dan itu membuat 30.580 jiwa masih mengungsi.


Gara-gara Batubara
Kemal Jufri /Greenpeace

BATUBARA | Pertambangan batubara yang saat ini tumbuh subur di Samarinda memiliki andil besar dalam menciptakan banjir tahun ini. Diperlukan peraturan daerah yang bisa membatasi laju pertumbuhan industri tambang di Kalimantan Timur, atau banjir terparah akan datang di kemudian hari.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR