Gawai pintar di tangan manusia

Kemajuan telepon genggam benar-benar mempengaruhi kebiasaan orang di lingkungan sosialnya. Hampir setiap detik, produk teknologi itu tak pernah jauh dari tangan pemiliknya. Di Medan, Sumatera Utara, pewarta foto Andri Ginting mengabadikan kebiasaan orang-orang di sekitarnya yang menjadikan telepon genggam sebagai pelengkap hidup mereka.

Editor Foto :
Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

GAWAI | Kehadiran telepon pintar dalam kehidupan manusia sungguh berpengaruh akan perilaku manusia saat ini. Setiap waktu, setiap detik gawai tak pernah jauh dari tangan, meski pun itu dalam kondisi-kondisi tertentu yang dirasa amat sulit.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

PRODUK TEKNOLOGI | Akhir 2008 adalah awal mula telepon pintar muncul. Tak sekadar digunakan sebagai sarana komunikasi, produk teknologi itu memberikan bermacam-macam fitur yang membuat penggunanya tak bisa melepas benda kotak itu. Terlebih ketika sejumlah aplikasi jejaring sosial lahir dan menjadi penghubung satu sama lain.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

MENIKMATI | Pengguna telepon pintar tak mengenal usia. Orang dewasa dan anak kecil amat menikmatinya.Jika dahulu pemilik telepon selular hanya orang tertentu saja, kini benda itu digenggam oleh siapa saja. Kebanyakan mereka yang menggunakan gemar dan menikmatinya.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

BISNIS | Pada 2018 tercatat, Indonesia berada di urutan ke enam untuk penggunaan telepon genggam terbanyak. Dengan jumlah penduduk sebanyak 261 juta jiwa, sebanyak 236 juta unit telepon genggam dimiliki oleh rakyatnya. Tentu saja itu menumbuhkan peluang bisnis baru, menjual kuota data.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

BERTAMBAH | Jumlah kepemilikan telepon pintar di negeri ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat tidak adanya pembatasan usia ataupun jumlah kepemilikan yang mengatur tentang kepemilikan dan penggunaan telepon genggam di Indonesia. Itu tentu saja akan mengubah perilaku generasi di masa mendatang.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

PENGGUNA | Tak cuma satu, pengguna telepon di Indonesia kebanyakan memiliki dua atau lebih gawai pintar. Artinya, rata-rata setiap penduduk memakai 1,4 telepon seluler karena satu orang terkadang menggunakan 2 hingga 3 kartu telepon seluler banyaknya.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

DAMPAK | Banyak dampak muncul disebabkan oleh telepon seluler. Selain positif, keberadaan gawai juga mendatangkan efek negatif bagi manusia dan lingkungannya. Meningkatkan konektivitas, baik jarak dekat maupun jarak jauh adalah satu dampak baik dari keberadaan telepon selular. Namun jika dilihat sisi negatifnya, keberadaan telepon pintar bisa menghadirkan risiko nyata ketidakpedulian terhadap informasi yang benar-benar tidak diperlukan dan menjadikan anda kurang mengontrol kehidupan.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

TIDAK PEKA | Selain itu, dampak negatif penggunaan ponsel yang paling mencolok pada pengguna telepon pintar adalah perubahan tingkah laku pemiliknya. Terlalu sering menggunakan ponsel yang memiliki beberapa aplikasi dan fitur menarik, membuat pengguna telepon tidak terlalu peka terhadap lingkungan.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

ANCAMAN | Saat ini, penggunaan telepon genggam telah membuat ketergantungan yang berlebihan pada banyak orang. Hingga sampai waktu tidur pun banyak pengguna tak bisa lepas dari teleponnya meski kebanyakan orang paham ancaman radiasi yang bisa melemahkan fungsi otak penggunanya.


Gawai pintar di tangan manusia
Andri Ginting

BISNIS | Banjir pengguna telepon genggam ternyata banyak melahirkan pekerjaan baru. selain bisnis data, tempat reparasi telepon genggam pun muncul di mana-mana. Rizky adalah salah satunya. Hampir saban hari ada saja telepon selular yang rusak dan diperbaiki olehnya. Namun sayang, banyaknya jenis telepon saat ini membuat ia kesulitan dalam mencari suku cadang telepon-telepon rusak di kiosnya.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR