Gelora tarian sufi mencari cinta

Pada bulan Ramadan, para santri di Pesantren Al Islah, Mateseh, Semarang, Jawa Tengah, belajar memaknai cinta kepada Sang Pencipta. Menarikan tarian sufi yang diajarkan oleh Kiai Budi Harjono, santri-santri muda menjelajahi filosofi yang terkandung dalam setiap putarannya dengan penuh gelora.

Editor Foto :
Gelora tarian sufi mencari cinta
Gholib

TARI SUFI | Ketika memupuk cinta kepada Illahi, ragam cara digunakan. Terinspirasi oleh filosof Islam, Jalaluddin Rumi, para santri di Pesantren Al Islah, Mateseh, Semarang, Jawa Tengah, menggunakan tarian sufi untuk mendekatkan diri pada Illahi. Adalah Kiai Budi Harjono yang menjadi salah seorang pengasuh di pondok pesantren itu yang mengajari bagaimana mengundang rasa cinta dalam setiap gerakan tari.


Gelora tarian sufi mencari cinta
Gholib

KOSTUM | Mengenakan kostum khas berwarna-warni, para santri dituntut mampu berkonsentrasi demi menghadirkan cinta Illahi. Dalam filosofi yang dimaknai Rumi, tari sufi dianggap sebagai bentuk ekspresi dari rasa cinta kasih yang dihadirkan melalui gerakan berputarnya bumi sebagai inspirasi.


Gelora tarian sufi mencari cinta
Gholib

FILOSOFI | Tari sufi melambangkan kemabukan dalam pelayanan hidup, kalau orang suka sendiri, ia cenderung egoistik, tapi ketika larut dalam samudera kebersamaan, ia mabuk pelayanan, hingga ia tak tahu siapa dirinya. Pada saat itulah Tuhan seolah bermahkota di hati, demikian yang diucapkan oleh sang kiai.


Gelora tarian sufi mencari cinta
Gholib

MENGUNDANG | Pada tari sufi, kehidupan di Bumi menjadi dasar inspirasi, karenanya tubuh yang berputar dalam tarian itu dihadirkan untuk mengundang curahan dari rasa cinta dan kasih kepada Illahi.


Gelora tarian sufi mencari cinta
Gholib

MENARI | Pada sebuah ilalang di dataran tinggi yang berada tak jauh dari Pesantren Al Islah, para santri menari. Diajak untuk bertafakur, mereka berdiri merenungi pesan penuh kasih dalam Islam yang hakiki.


Gelora tarian sufi mencari cinta
Gholib

DAMAI | Tatkala tarian dilakukan, seorang penari bergerak ibarat gasing. Memaknai, cinta dan kasih yang dijadikan landasan tari, mereka tenang dipayungi kerimbunan pepohonan dan bau rumput pengundang sunyi.


Gelora tarian sufi mencari cinta
Gholib

PESAN | Dilakukan selama bulan Ramadan, para santri berkumpul seminggu dua kali untuk menari. Dimulai selepas sholat Ashar, mereka menari hingga datang waktu berbuka puasa di senja hari. Melalui tarian sufi, kebiadaban diubah menjadi sebuah peradaban. Dan setiap orang yang membawakan tarian tersebut ibarat membawa pesan bahwa cinta itu begitu utama di mata Tuhan, Sang Pemilik alam.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR