Hong Kong kecil di bumi Borneo

Kota Singkawang di Kalimantan Barat menjadi satu wilayah di Nusantara yang hampir seluruh penduduknya keturunan Tionghoa asli. Pada Rabu (20/02/2019), fotografer Hariandi Hafid mengabadikan geliat kota itu yang kerap disebut Hong Kong kecil di tanah Borneo.

Editor Foto :
Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

PERSINGGAHAN | Dua setengah abad silam kota Singkawang menjadi persinggahan para penambang emas asal Tiongkok sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Monterado yang juga berada di Kalimantan Barat.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

MENETAP | Setelah emas di Monterado tak lagi berjaya, Singkawang lebih berkembang menjadi kawasan pemukiman, lambat laun para penambang Tionghoa pun beralih menjadi petani dan mulai hidup menetap disana.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

MASYARAKAT | Banyak penduduk keturunan Tionghoa di Singkawang memeluk Buddha dan Khonghucu, itu dapat dilihat dari jumlah bangunan vihara dan kelenteng yang ada di kota itu. Maka tak salah jika kemudian Singkawang didaulat menjadi Kota Seribu Kelenteng, dan tentu kultur Tiongkok pun masih kental di daerah itu.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

KEDATANGAN | Sejak 1740 mereka datang dan dipekerjakan di pertambangan emas oleh Sultan Sambas, puncaknya puncaknya berlangsung pada 1760. Saat itu orang-orang dari Tiongkok dianggap memiliki teknologi tambang yang lebih baik daripada pekerja dayak dan melayu .


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

SINGKAWANG | Nama Singkawang sendiri diambil dari kata kata “San Kew Jong “, yang dalam bahasa Hakka berarti: gunung, muara, dan laut. Hal itu cukup menggambarkan geografis kawasan tersebut.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

PENDUDUK | Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk di kota ini berjumlah 246 ribu, dengan mayoritas penduduk merupakan orang keturunan Tionghoa, Dayak dan Melayu. Dan yang menarik, jarag sekali di sana terjadi konflik antar penduduk. Justru perpaduan budaya pun berkembang menjadi daya tarik bagi kota itu.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

TATUNG | Setiap tahun, pawai Cap Gomeh berlangsung. Pawai yang diikuti oleh para dukun-dukun keturunan Tionghoa itu menjadi bukti bahwa budaya Tionghoa masih lekat di sini . Pawai Tatung yang berlangsung di Singkawang disebut sebagai yang terbesar di dunia. Perayaan ini beradaptasi dan berasimilasi dengan budaya, tradisi, dan ritual tradisional animisme yang ada di Singkawang sejak zaman dulu.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

BAHASA | Di Singkawang, sebanyak 62% warganya berbicara dalam bahasa Hakka, terutama orang-orang tua di kota itu yang hingga saat ini masih lekat dengan kultur daerah Jiaying, Dapu dan Huizhou. Sementara generasi mudanya yang kini lebih mendominasi sudah akrab dengan bahasa Melayu.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

WIHARA | Pada 1878 tempat peribadatan umat Tri Dharma dibangun di Singkawang. Wihara tersebut menjadi yang tertua di kota persinggahan itu. Tak cuma masyarakat dari Singkawang, Wihara Tri Dharma juga kerap didatangi oleh pengunjung dari kota-kota yang jauh.


Hong Kong kecil di bumi Borneo
Hariandi Hafid

WAJAH SINGKAWANG | Di Singkawang saat ini, wajah Tiongkok makin terlihat mendominasi. Dimana-mana warna merah tampak dan menjadi daya tarik, tak salah jika kemudian Singkawang disebut sebagai Hong Kong kecil di bumi Borneo.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR