Irama hidup suku Dayak Kenyah

Nun jauh di pedalaman Malinau, atau tepatnya di Desa Setulang, Kalimantan Utara, suku Dayak Kenyah hidup dengan damai. Hutan yang hijau dan sungai yang bersih terjaga menjadi sumber kehidupan yang bestari.

Editor Foto :
Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

KACANG | Ketika asap membumbung dari kacang yang direbus di sudut lamin (rumah), hidup bagi masyarakat Dayak Kenyah Uma'lung sudahlah cukup. Tak mewah, namun  kacang rebus menjadi salah satu makanan yang kerap dikonsumsi oleh masyarakat  suku Dayak Kenyah Uma’ lung sebagai sarapan. 
 


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

LAMIN | Di dalam lamin, ragam aktivitas kerap dilakukan. Tak hanya berinteraksi dengan keluarga-keluarga mereka, mereka pun menjadikan laminnya sebagai tempat menyiapkan strategi berburu yang sudah menjadi tradisi turun temurun. Salah satunya membuat sumpit untuk berburu.


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

TRADISI | Sejak kecil, para lelaki Dayak Kenyah Uma'lung telah lekat dengan tradisi berburu. Mereka mahir membuat sumpit guna dijadikan senjata, tak hanya itu, mereka pun pun pandai dalam mengolah racun alami yang kemudian dioleskan ke ujung mata sumpit agar buruan mati seketika.


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

SUNGAI | Layaknya hutan, sungai yang mengalir di Desa Setulang adalah halaman rumah yang memberikan hidup. Ikan segar yang berlimpah menjadi sumber kecerdasan anan-anak suku Dayah Kenyah Uma'lung. 


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

MATA PENCAHARIAN | Berburu menjadi salah satu mata pencaharian suku Dayak Kenyah Uma’ lung. Selain berbekal sumpit, para pemuda dari suku Dayak Kenyah Uma’ lung kerap membawa senjata tombak serta membawa serta anjing peliharaan untuk berburu. 


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

HASIL BERBURU | Untuk mendapatkan tangkapan yang bagus para pemuda harus selalu siaga dan hati-hati ketika menjelajah hutan rimba, mata mereka di tajam dibentangkan. Walaupun strategi berburu sudah disiapkan dengan matang, tidak jarang saat berburu mereka pulang tanpa hasil.


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

HEWAN PELIHARAAN | Masyarakat suku Dayak Kenyah Uma’ lung di Desa Setulang akrab dengan hewan-hewan peliharaan mereka. Monyet dan anjing banyak dimiliki oleh mereka. 


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

MENEMANI | Dalam beraktivitas, masyarakat Dayak Kenyah Uma'lung selalu ditemani oleh hewan-hewan peliharaan mereka. Ketika berburu mau pun menjala di sungai pun hewan-hewan peliharaan itu turut dalam aktivitas itu.



Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

SAPE | Dalam bidang kesenian masyarakat suku Dayak Kenyah Uma’ lung menggunakan alat musik  sape. Alat musik sape ini merupakan jenis alat musik yang dipetik seperti gitar dan menjadi ciri khas dari suku dayak pada umumnya. 


Irama hidup suku Dayak Kenyah
M Fadlansyah

PENJAGA | Meski modernitas telah menyentuh daratan Malinau di ujung Kalimantan Utara, Dayak Kenyah Uma'lung masih menjaga tradisinya. Di tengah hutan tapak-tapak mereka masih menjelajah, mata mereka masih tajam untuk mendapati buruan dan Irama sape masih merdu didengar.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR