Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi

Niat hati Pemerintah Hindia Belanda menyambungkan kawasan Priangan terhenti karena resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 1919 hingga 1921. Alhasil, jalur Banjar - Cijulang menjadi pencapaian paling jauh bagi pembangunan jalur kereta di kawasan selatan Priangan. Kini jalur itu akan diaktifkan kembali untuk menghubungkan kawasan Pangandaran yang sebelumnya terisolasi.

Editor Foto :
Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

JALUR KERETA | Tidak banyak yang mengetahui bahwa lintas kereta yang menghubungkan Banjar-Cijulang masih ada hingga saat ini. Dibangun oleh Pemerintah Belanda menggunakan sistem kerja paksa, lintasan Banjar dan Cijulang, hingga stasiunnya turut dibangun demi memenuhi ambisi menghubungkan daerah di Priangan selatan.


Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

TEROWONGAN | Jalur kereta dibuat melintas dan menembus bukit. Untuk mengakalinya, sebuah terowongan bernama Hendrik dibangun berbarengan dengan pendirian Jembatan Cikacepit. Membentang di Kecamatan Kalipucang, jembatan Cikacepit memiliki panjang 280meter. Sedangkan terowongan Hendrik memiliki panjang sekitar 100 meter.


Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

MISTIS | Jalur kereta peninggalan Belanda itu saat ini tak aktif, tapi warga tetap menggunakannya sebagai jalur transportasi yang efektif. Setidaknya butuh lima menit berjalan kaki untuk menembus terowongan. Suasana di dalamnya yang cenderung dingin, becek dan gelap membuat jembatan tersebut diyakini angker dan beraura mistis.



Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

KURANG STRATEGIS | Jalur Kalipucang-Parigi diresmikan penggunaannya oleh Pemerintah Belanda pada Juli 1921. Karena dianggap kurang strategis sebagai jalur menguntungkan, pembangunan lintasan kereta hanya diteruskan sampai Cijulang.


Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

LINTASAN BAJA | Ketika proyek pembangunan lintasan itu dilakukan, mesin derek baja digunakan oleh Pemerintah Kolonial dalam membangun konstruksi jembatan baja di kawasan bukit Cipamotan. Dibangun di atas pondasi beton, lintasan itu sampai kini masih berdiri eksotis. Arsitek Belanda, Insinyur Haarman adalah sosok dibalik jembatan kereta monumental jalur Banjar-Cijulang, Ia kerap mengajak sejumlah mahasiswa arsitektur terbaik dari Belanda untuk belajar pembuatan jembatan kereta dalam proyeknya di Pulau Jawa.



Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

HIDUP KEMBALI | Semenjak kawasan Pantai Pangandaran menjadi prioritas utama pariwisata Jawa Barat, potensi atas dibukanya lintasan kereta peninggalan kompeni yang menghubungkan Banjar-Pangandaran terbuka kembali. Pembukaan itu dianggap dapat membangunkan kembali pariwisata kawasan itu, dan membuat perekonomian Banjar tumbuh, hidup kembali.



Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

SEJARAH | Menelusuri jalur kereta api yang direncanakan akan beraktifitas itu, sejarah terserak di sepanjang jalur kereta api Banjar-Cijulang. Sisa-sisa bangunan tua bekas stasiun, juga jalur kereta api yang menggunakan lokomotif seri BB300 dan D301 tampak di sana-sini.


Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

DEPO TUA | Dalam sejarahnya, Stasiun Banjar dicatat sebagai depo lokomotif yang juga menjadi persimpangan jalur kereta api menuju ke Pangandaran atau pun ke Jawa Tengah. Depo tua itu kini terbengkalai, dan hanya diisi oleh gerbong barang yang tak lagi dipakai.


Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

STASIUN LAMA | Tidak banyak yang mengetahui keberadaan depo dan juga Stasiun Banjar lama, karena saat ini di Banjar sebuah stasiun baru dibangun menjadi pengganti. Dalam catatan sejarah kereta api, depo itu menjadi bagian dari sejarah Priangan yang dahulu disebut ibarat surga.


Jejak kolonial yang akan diaktifkan lagi
Moch Bustomi

PENTING | Menjadi jalur penting di selatan Priangan, jalur ini adalah sebuah harapan. Layaknya mimpi awal ketika lintasan kereta ini dibangun oleh pemerintah kolonial, dibukanya jalur ini tentu akan menjadi pintu kemajuan bagi pembangunan kawasan Banjar hingga Cijulang.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR