Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai

Mencintai olahraga skateboard di Jakarta nyatanya begitu sulit. Arena bermain yang sedikit, membuat kawasan pertokoan Blok M, Jakarta sebagai arena unjuk aksi. Di sana, penggila olahraga ekstrem itu bertahan dan bermain. Demi mempopulerkan olahraga itu agar besar dan dicintai, mereka unjuk aksi setiap hari.
Editor Foto :
Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

GAYA | Mulai dikenal di Indonesia pada dekade 80-an, skateboard menjadi pilihan anak muda untuk mengekspresikan diri. Beraksi di trotoar jalan dan lahan parkir pertokoan, skateboard saat itu tak hanya dikenal sebagai olahraga saja. Dengan papan berodanya, skateboard juga dikenal osebagai olahraga aksi yang penuh gaya.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

PAPAN SKATE | Skateboard banyak disukai oleh berbagai lapisan. Tak hanya para pengangguran, pekerja kantoran pun ada yang menjadikan olahraga ini sebagai hobi yang dibelanya. Bagi Aria Oktavinda Putra (28), papan skateboard ibarat dompet. Tak pernah jauh dari badan, papan skateboard itu adalah jalan keluar untuk mengusir penat setelah bekerja seharian di belakang mejanya.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

ARENA | Di Jakarta, komunitas skateboard tumbuh tanpa arena yang memadai. Sejak era 80-an bahkan hingga sekarang para penggila skateboard menjadikan trotoar jalan, lahan parkir pertokoan dan taman sebagai tempat untuk unjuk aksi dan kemampuan. Mohamad Sharief (42) adalah pelopor permainan ini di Blok M. Ia mengisahkan perjalanannya bermain dan berpindah-pindah dari satu taman ke taman lainnya di kawasan Otista, hingga akhirnya ia menjumpai kawasan parkir Blok M sebagai tempat melampiaskan hasrat skateboardnya.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

BLOK M | Setiap sore di trotoar jalan dan lahan parkir yang ada di Blok M, para penghobi skate bermain. Unjuk aksi dan kemampuan mereka selalu menjadi tontonan masyarakat yang ada di sana. Mulanya pada era 90-an, hanya lima orang saja bermain di sana. Namun seiring waktu, komunitas skateboard di Blok M berkembang pesat hingga berjumlah puluhan orang banyaknya.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

JALAN HIDUP | Skateboard bagi sebagian orang adalah jalan hidup yang mereka pilih. Dari asah kemampuan dan aksi-aksi di arena, sejumlah sponsor kerap datang menyambangi. Karenanya banyak pemain skate rela berlatih hingga tulang patah dan bagian tubuh berdarah.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

Minimnya arena skateboard menjadi yang kerap dikeluhkan oleh para penggila papan luncur ini di Jakarta. Meski bermain di trotoar jalan dan lahan parkir pertokoan, banyak pemain skateboard malah tumbuh alami dan bernyali. Bahkan mereka pun kerap menjuarai berbagai kompetisi.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

CEDERA | Tak peduli main di jalanan atau di arena, cedera adalah hal biasa yang didapat oleh para penggila skateboard. Tapi karena kecintaan, hal itu dianggap biasa.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

PEMAIN | Meski dikenal sebagai olahraga ekstrem, banyak juga perempuan yang menyukai skateboard. Dalam ajang Asian Games 2018 yang baru saja berlangsung kemarin, para pemain skateboard perempuan mampu bermain dan bersaing dengan atlet-atlet pria yang sebelumnya telah mendominasi.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

GENERASI | Meski olahraga ini tak populer di mata masyarakat, regenerasi pemain skateboard terbilang sukses meski minim arena dan kejuaraan. Jika pada era 90-an Indonesia memiliki Tony Sruntul yang melegenda, kini di era milenial lahirlah Sanggoe Dharma atau Nyimas Bunga yang mampu mempersembahkan medali untuk Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 yang baru saja berlangsung.


Jungkir balik demi skateboard yang mereka cintai
Edi Susanto

MEMBANGUN | Melihat aksi Sanggoe dan Bunga di ajang Asian Games, harapan kepada pemerintah untuk membangun arena skate yang memadai begitu besar. Jika itu dapat direalisasi, banyak pemain-pemain skate yang lahir di jalanan mampu bersaing unjuk aksi demi merah putih yang dicintai.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR