KELUARGA

Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci

Setelah doa yang dipanjatkan di Tanah Suci terkabul, kehidupan pasangan asal Cirebon, Jawa Barat, Habibie dan Lely tak lagi membosankan. Dikaruniai lima anak laki-laki kembar, dan satu anak perempuan, rumah mungil yang mereka tempati menjadi gudang kegembiraan yang tak lagi sepi.

Editor Foto :
Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

DOA TERKABUL | Tiga tahun menikah Habibie Ahmad Akbar dan Lely Solehati tak kunjung dikaruniai anak. Mereka pun memutuskan pergi ke tanah suci untuk berdoa agar diberi momongan penghibur hati. Tak tanggung-tanggung, pasangan ini ingin sekali dikaruniai anak kembar penghibur hati. Dalam doa itu Lely meminta, dan setelah menunggu tiga tahun, doa pun terkabul. Selain 1 anak perempuan, pasangan ini dianugerahi lima anak lelaki kembar.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

DRAMA PAGI HARI | Pada Jum'at (21/12/2018), sudah sejak jam empat pagi kegiatan di rumah pasangan ini dimulai. Sebelum anak-anak mereka bangun Habibie-Lely sudah terlebih dahulu menyiapkan kebutuhan harian seperti sarapan, susu, serta pakaian untuk anak-anak mereka. Drama keluarga ini pun dimulai. Satu persatu anak-anak mulai mandi dan sarapan, tak jarang keributan dan suara tangisan menjadi latar.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

ADIL | Memiliki 6 anak balita dalam satu rumah membuat pasangan ini seperti pusat semesta. Dari waktu ke waktu perhatian mereka diminta oleh anak-anak mereka. Terkadang rasa cemburu menjadi hiasan, namun Habibie dan Lely tetap berusaha adil dan sabar.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MASA KEHAMILAN | Saat dokter memberi tahu bahwa ia mengandung anak kembar 5 Lely sempat terkejut. Ia dan suaminya sempat berfikir bagaiamana membiayai kebutuhan anak-anak nya kelak. Kegundahan mereka terjawab sejak usia kandungan masih muda. Sampai trimester kedua Lely makan hingga 6 kali setiap hari banyaknya. Dan ketika usia kandungan berusia 6 bulan, perut Lely terasa penuh dan banyak makanan tak bisa masuk.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

SAYEMBARA NAMA | Saat mencari nama, Habibie dan Lely juga kebingungan. Setelah mereka mendapat inisial AIUEO, pasangan Habibie-Lely meminta bantuan keluarga melalui pesan di grup Whats App untuk mendapatkan nama beserta artinya. Dan akhirnya satu persatu nama pun didapat dan disematkan ke lima anak kembar mereka, tentu saja melalui diskusi yang lumayan panjang. Abbid, Izzul, Ukail, Ezra dan Oxy, adalah nama-nama mereka. Dan agar mudah pasangan ini kerap menyebut kembar lima itu sebagai kembar AIUEO.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

REPOT | Lely mengaku hal yang paling membuatnya repot dalam mengurusi anak adalah ketika musim sakit. Saat musim flu atau batuk, kembar AIUEO kerap sakit bergantian akibat tertular. Dalam keadaan tersebut biasanya Lely memanggil saudaranya untuk membantu menjaga dan merawat anak-anaknya, terutama ketika Lely sedang ada pekerjaan di luar rumah.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

KEBUTUHAN | Memiliki 5 anak kembar dan satu anak perempuan cukup menguras tenaga dan biaya. Dalam tiga tahun terakhir, pasangan ini mengaku hanya bisa tidur 4 jam tiap hari. Dan tak cuma itu , dalam sebulan pasangan ini juga harus membeli 30 bal pempers dan 15 karton susu berukuran 800 gram untuk sang buah hati. Untuk kebutuhan lainnya, Habibie dan Lely juga harus menyediakan biaya tambahan untuk biaya les, pakaian dan kebutuhan yang lainnya.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

BERSYUKUR| Kerepotan merawat buah hati setiap hari membuat Habibie dan Lely harus memiliki semangat ekstra. Meski begitu mereka tetap bersyukur karena anak-anak mereka sehat dan tak kekurangan apapun selama ini.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

DATANGNYA REZEKI | Demi memenuhi kebutuhan anak-anak, Habibie dan Lely bekerja keras mencari rezeki. Mereka sungguh bersyukur karena Allah SWT tak tidur. Sejak kelahiran enam anaknya, keluarga ini banyak dilirik oleh sejumlah produk ternama untuk melakukan promosi. Habibie pun turut kebanjiran rezeki. Berprofesi sebagai fotografer, bisnis jasa foto Habibie tak pernah surut order. Agar rezeki tak berhenti di situ, Habibie pun membuka bisnis studio yang ia namai studio foto AIUEO, sedangkan Lely giat menggeluti bisnis salon dan kecantikan untuk menambah pemasukan sang suami.


Lima anak kembar dari doa di Tanah Suci
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

CUKUP | Kebahagiaan selalu menghiasi keluarga ini. Riuhnya tawa dan tangis selalu saja menghiasi rumah mereka tiap hari. Enam orang anak sudahlah cukup bagi mereka, karena itu pun sudah teramat sulit untuk dilakoni. Bukannya kapok, Habibie dan Lely hanya takut tak mampu memberikan rasa adil, karenanya Lely tak mau menambah lagi.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR