Langka air di pesisir utara Jakarta

Di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, krisis air terjadi sudah sejak lama. Tak peduli musim, air adalah barang langka di sana, jika ada pun itu cukup mahal harganya. Sungguh, air sangat sulit di sana, kocek selalu harus dirogoh dalam demi mendapatkannya. Pada akhir Juli, fotografer Wisnu Agung Prasetyo datang ke Kamal Muara, ia mengabadikan susahnya air yang terjadi di Kampung Nelayan, Kamal Muara.

Editor Foto :
Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

AIR LANGKA | Terpal yang usang dan menggantung adalah penadah air hujan yang dibuat oleh banyak warga di Kampung Nelayan, Kamal Muara. Pemandangan itu adalah hal biasa di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Sejak lama, wilayah itu sudah kesulitan air bersih untuk minum dan kebutuhan rumah tangga, demi mendapatkannya butuh perjuangan, modal, dan kesabaran.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

DEMI AIR | Hampir semua warga di Kamal Muara memiliki jeriken besar. Gunanya sama dengan terpal yang dipasang menggantung, untuk menadah air jika hujan kebetulan datang. Maklum, air amat mahal, untuk mendapatkannya warga di sana harus mengeluarkan uang sekitar Rp10.000 – Rp20.000 per hari demi perkara air saja. Jika musim kemarau, mereka harus rela melepas uang yang banyaknya setengah juta lebih.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

BISNIS AIR | Para pebisnis air di Kampung Nelayan pasang tarif Rp5.000 - Rp7.000 per gerobak (120 - 150 liter). Itu belum ditambah ongkos angkut sebesar Rp4.000 per gerobaknya. Ongkos angkut dibutuhkan bila jarak kios dan rumah pembeli terpaut jauh. Namun bila jaraknya hanya 10-30 meter, cukup menggunakan selang saja.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

BENCANA | Sejak lebaran lalu, hujan tak pernah menyapa. Itu menjadi perkara sulit bagi setiap keluarga di sana. Berbeda jika hujan tiba, uang yang biasanya digunakan untuk air bisa dialihkan ke kebutuhan lainnya, itu sudah cukup membuat warga bergembira. Banyak warga mengeluh, mereka terpaksa menahan kelu saat uang tak ada, bagi mereka itu bagai bencana.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

PAYAU | Di Kamal Muara, dan kebanyakan kampung yang berdekatan dengan pesisir utara, air yang bersumber dari tanah berjenis payau. Karenanya itu hanya bisa digunakan untuk cuci kaki, wudu, dan cuci pakaian saja. Untuk mandi dan memasak mereka harus membeli setiap hari. Banyak warga terpaksa menghemat, dibuatnya mandi cuma satu kali, dan itu bagi mereka sudah cukup membantu penghematan biaya.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MENYUSAHKAN | Bagi para pebisnis air, Kamal Muara adalah lahan yang menguntungkan. Tentu saja itu berbanding terbalik dengan kondisi warga yang beranggapan langkanya air sungguh amat menyusahkan. Tapi apa boleh buat, kelangkaan air di Kamal Muara memang kondisi yang tak bisa dihindarkan. Butuh perhatian lebih bagi pemerintah untuk melakukan pengadaan air di tempat ini.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

WILAYAH KRISIS | Kampung Nelayan di Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, hanya satu wilayah ibu kota yang berstatus wilayah krisis air. Saat ini, ada 20 kelurahan lain yang masih kesulitan air baku (untuk minum) dan air bersih.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

TERGUSUR | Mulanya, warga Kampung Nelayan menempati area bantaran Kali Muara. Pembangunan jalan dan Stadion Kamal Muara membuat mereka tergusur. Mereka lantas alih tempat ke “tanah timbul” (sedimen). Area itu berada di tepi laut, bersisian dengan muara Kali Kamal. Kini, area yang berhadapan langsung dengan Teluk Jakarta itu tumbuh jadi perkampungan padat dengan udara asin khas pesisir utara Jakarta.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

TUNGGU AIR | Kamal Muara disebut sebagai wilayah pelayanan air minum terjauh di DKI Jakarta. Namun bukan berarti kawasan itu dilupakan, setidaknya itulah harapan warga. Warga Kampung Nelayan memang sudah dengar kabar pipa air yang bakal masuk ke kampung mereka, konon kataya akhir tahun ini rumah-rumah di sana bakal terpasang pipa, tentu mereka menunggunya.


Langka air di pesisir utara Jakarta
Wisnu Agung Prasetyo

HARAP | Masyarakat di Kampung Nelayan, Kamal Muara ada yang skeptis, tapi ada juga yang penuh-penuh harap. Jika itu menjadi kenyataan, anak-anak di Kampung Nelayan pun bisa bahagia, mereka bisa mandi setiap hari dua kali untuk menyegarkan diri dan membasuh kulit yang lengket diterpa angin pesisir utara. Ibu-ibu pun turut senang karena mereka tak lagi takut tak bisa mandi dan memasak untuk suami dan anak-anaknya.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR