Lembar hidup Syifa yang merana

Pewarta foto Jefri Tarigan mendokumentasikan derita penyandang gizi buruk yang menjadi potret kemiskinan di Kecamatan Parigi, Pangandaran, Jawa Barat.

Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

KISAH SYIFA |  Di Kampung Petir, Desa Cintakarya, Pangandaran, Jawa Barat, kisah Syifa yang hidup dalam dekap kasih kakeknya adalah duka yang terselip di serambi Pantai Pangandaran yang menawan. Melalui rangkaian foto bercerita, pewarta foto Jefri Tarigan mengisahkan kondisi pilu Syifa dan keikhlasan mantan tentara yang merawat cucunya penuh kesabaran dan kasih sayang.


Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

ANUGERAH | Bagi Syifa, kasih sayang sang kakek adalah anugerah Tuhan YME untuknya. Tubuh Syifa yang tinggal tulang tak lagi mampu menopang. Hidup bagi Syifa seolah telah usai.  Saat itulah tangan keriput sang kakek menyentuhnya, merawatnya, menyuapinya dan mengangkatnya demi melihat cahaya matahari memberikan yang memberikan sinar.


Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

PERGI | Syifa tak lagi mengenal kasih sayang orang tua kandungnya. Sang ayah meninggal saat ia berusia lima bulan dan sang ibu, yang seharusnya menjadi sumber kasih sayang telah pergi bersama laki-laki yang menikahinya. Kini Syifa hidup dengan kakek dan neneknya.


Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

MAKAN | Tergolek di atas kasur, tak ada yang mampu dilakukan oleh Syifa. Tulang dan persendian yang dimilikinya tak lagi bisa bergerak. Syifa juga tak lagi mampu bersuara. Jika lapar datang, sang kakek datang tanpa diminta, ia seolah telah menyatu dengan hatinya, perlahan pria tua itu menyuapinya.


Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

PENOPANG | Derita Syifa bagi Tonton adalah ujian di penghujung usianya. Kakek berusia 80 tahun itu dengan penuh kesabaran dan keikhlasan merawat sang cucu yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dahulu ia seorang pejuang, sayang pria berpangkat terakhir Prajurit Dua ini tak memperoleh hak pensiunnya.



Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

IRONI | Ketika melihat pemandangan di depannya, pewarta foto Jefri Tarigan tak mampu bicara, baginya kehidupan Syifa adalah sebuah ironi menyedihkan yang terabaikan.


Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

BERTAMBAH | Berdasarkan pantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran pada tahun 2016, jumlah bayi di bawah usia lima tahun yang menderita kekurangan gizi di Kabupaten Pangandaran berjumlah sekitar 48 anak, sebelumnya di tahun 2015, tercatat terdapat 41 anak menyandang predikat sebagai penderita gizi buruk.


Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

SULIT | Di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, banyak masyarakat hidup dalam kondisi yang sulit. Kebanyakan warga bekerja sebagai nelayan dan buruh musiman. Begitu juga dengan Toton, meski kemiskinan membekapnya tak membuat ia berhenti merawat cucunya, tanpa keluh ia rela berkorban, dan jadi penopang.


Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

PIJAKAN | Toton adalah pijakan bagi Syifa, selama enam belas tahun lebih Toton merawat Syifa tanpa sedikitpun bantuan datang. Semua kebutuhan cucunya dia penuhi sendiri dari hasil kerjanya sebagai buruh tani. Kini ketika ia tak mampu bekerja lagi, pria yang masih menyisakan tanda-tanda keperkasaan itu hanya mampu berserah diri. Dengan bahasa hati, setiap hari Toton menyuapi Syifa dengan tangannya sendiri.



Lembar hidup Syifa yang merana
Jefri Tarigan

DERITA LAIN | Tergolek lemas tangan Toton menggenggam tangan Syifa, ia mencoba menghibur gadis belia itu agar melupakan derita yang dialaminya. Di Parigi, Pangandaran,  Syifa tak sendiri, kondisi mirip gadis itu juga dialami oleh Eko Hadianto (26), Kelvin (10), Amanda dan Yadi (20), dan hingga kini semuanya tergolek lemah, tak mampu berdiri untuk menopang tubuh sendiri.


FOTO LAINNYA