Menyelamatkan Leo dan habitatnya

Berdasar data yang dimiliki oleh Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), sebanyak 20-25 ekor orangutan Sumatera menjadi yatim piatu setiap tahunnya. Konflik antara manusia dan hewan menjadi menjadi salah satui faktor penyebabnya. Dan Leo adalah salah satu korbannya.

Editor Foto :
Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

LEO | Kisah Leo, seekor orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal menjadi salah satu bagian dari proyek foto jangka panjang fotografer asal Medan, Sutanta Aditya. Diselamatkan oleh relawan Orangutan Information Centre (OIC) dari warga di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, nasib Leo mewakili kondisi konflik orangutan dengan manusia yang semakin parah.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

REHABILITASI | Leo yang saat diselamatkan berstatus 'yatim piatu' kini menjalani rehabilitasi di karantina Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP). Di pusat rehabilitasi itu, Leo disiapkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

ANCAMAN | Konflik manusia dengan binatang di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), saat ini dalam kondisi yang begitu parah. Tak hanya mengancam habitat primata, konflik itu juga mengancan ekosistem hewan langka yang masih ada di sana seperti badak, hariu dan gajah Sumatera.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

KONDISI LEO | Ketika pertama kali jumpa dengan Leo, Sutanta menyaksikan primata itu dalam kondisi kekurangan gizi. Dari hasil pemeriksaan dokter di SOCP, Leo terinfeksi jamur dan Scabies (parasite kulit), dan itu membuat badannya berkerak, baunya pun begitu asam menyengat.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

PENDAMPINGAN | Di tempat karantina Sumatran Orangutan Conservation Programme, Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Leo mendapat dampingan dokter yang bekerja di lembaga tersebut. Sejumlah pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan apakah Leo terbebas dari penyakit zoonosis seperti TBC, Hepatitis, HSV dan juga malaria.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

PERIKSA | Ketika dijumpai kembali pada Oktober 2018, Leo telah tumbuh dengan sehat. Mendapat pemeriksaan secara berkala, Leo tengah disiapkan untuk kembali ke habitatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser sana.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

SOSIALISASI | Leo pun mengikuti program sosialisasi dengan primata sejenis. Dalam program itu, Leo telah mampu berinteraksi dengan baik, berbeda dengan kala ia untuk pertama kali masuk dalam rehabilitasi.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

TNGL | Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Provinsi Sumatera Utara, merupakan rumah bagi habitat orangutan. Saat ini ekosistem disana terancam oleh pembukaan lahan-lahan perkebunan, baik milik masyarakat atau perusahaan-perusahaan besar. A


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

CATATAN | Dari catatan Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), sebanyak 20-25 ekor orangutan Sumatera menjadi yatim piatu, kebanyakan akibat konflik yang melibatkan manusia.


Menyelamatkan Leo dan habitatnya
Sutanta Aditya

ANCAMAN NYATA | Untuk melanjutkan rangkaian fotonya, pada Minggu (04/11/2018), Sutanta mendatangi TNGL. Di sana ia menyaksikan seekor orangutan tengah berinteraksi dengan anaknya. Dari rangkaian foto yang dibuat, Sutanta ingin menyampaikan pesan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar adalah ancaman berantai bagi kelangsungan ekosistem primata dan juga hewan asli hutan Sumatera lainnya.


FOTO LAINNYA