Lima hari menaklukan samudera

Menerjang ombak, melintas samudera, kegigihan pelaut-pelaut Bugis dengan kapal pinisinya tak perlu diragukan lagi keandalanya. Syamsudin Ilyas menyaksikan ketangguhan mereka dalam pelayaran dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

Editor Foto :
Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

ARUNGI SAMUDERA | Sunda kelapa masih terlelap dari tidurnya ketika mesin pengganti layar sudah dihidupkan. Dinahkodai oleh Fuang Baso dan 5 orang ABK yang terdiri seorang Krani, 2 orang juru mudi dan kepala mesin beserta oliman, Kapal layar pinisi Social An’nur bersiap mengarungi samudera.


Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

MENJAUH | Pinisi yang kerap membawa 1000 ton semen dari Jakarta ini memiliki panjang 35m. Bergerak lamban, kapal khas pelaut Bugis menjauh dari Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat.



Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

BERGUNCANG | Cuaca yang semula bersahabat berubah mendung. Laut terus berguncang, juru mudi pun dengan sigap memutar kemudinya di anjungan. Deras ombak pun masuk ke geladak, membuat seluruh lantai menjadi basah. Kondisi itu kerap membuat pinisi karam.


Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

ARAH | Dalam cuaca yang tak mendukung, sesekali nahkoda melihat anjungan. Melihat peta, ia mencari lintasan aman. Ketika nahkoda memutar jangka arah ditetapkan agar kapal tak berubah haluan.



Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

TENANG | Empat hari sudah berada di tengah samudera, rasa jenuh pun mulai menyerang. Ketika memasuki Laut China Selatan yang tenang, para anak buah kapal mulai mencari ketenangan melepas penat di lautan.


Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

MEMANCING | Beberapa awak memilih ada pula yang memancing untuk melengkapi bahan makanan. Mereka dengan senang mencari tempat untuk mencari ketenangan.


Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

KESIBUKAN | Berada di laut Cina selatan, kecepatan kapal berada di 4,5 knot menuju 189’ lintang selatan. Cuaca yang tak menentu membuat awak selalu sibuk mengurus layar agar terus berkembang.


Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

ISITIRAHAT | Saat kondisi dinilai aman, para anak buah kapal pun mulai menyantap makanan. Mereka beristirahat dan menyandarkan punggungnya. Sesekali mereka pun bercanda untuk mengusir kebosanan.


Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

SURGA PELAUT | Pelayaran menuju Pontianak kerap dihantam angin kencang disertai mendung dan hujan. Gelombang setinggi 1,8-4 meter sering pula menghantam dek hingga anjungan. ''inilah surganya para pelaut,'' teriak Daeng Asbudin, sang kepala mesin yang berasal dari tanah Ara Bulukumba tempat asal pinisi dibuat.


Lima hari menaklukan samudera
Syamsudin Ilyas

TANGGUH | Lima hari lamanya berada di lautan lepas akhirnya pelayaran pun sampai juga ke tujuan. Lautan yang ganas adalah sahabat dalam perjalanan dan pinisi menjadi lambang ketangguhan pelaut Bugis di tengah maraknya teknologi yang semakin berkembang.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR