Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi

Kematian bagi masyarakat Batak Toba bukanlah sebuah akhir dari perjalanan. Setidaknya itulah yang menjadi dasar bagi tradisi Mangongkal Holi yang berlangsung sampai sekarang. Dipercaya sebagai bentuk penghormatan, tradisi yang sudah ada sejak lama itu merupakan upaya dari sebuah keluarga mengantar kepergian leluhurnya menuju kesempurnaan.

Editor Foto :
Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

MAKAM | Pada tanah-tanah lapang di kawasan Toba, Sumatra Utara, makam-makam berdiri bak rumah yang ditempati. Ada yang besar, ada pula yang kecil, bangunan itu dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada yang lebih dulu pergi. Dalam bangunan makam itu lebih dari satu jasad disimpan, kebanyakan memiliki ikatan darah yang dekat.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

PULANG | Di Desa Sigaol Simbolon, Panguruan, Sumatra Utara, Juni 2019, keluarga besar keturunan Ompu Marojahan Marbun berkumpul. Mereka pulang demi mengikuti ritual Batak yang begitu sakral. Ritual itu adalah bentuk penghormatan kepada leluhur, mengantarkan jasad mereka ke sebuah akhir kesempurnaan.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

DIKELUARKAN | Dalam Mangongkal Holi, jenazah para leluhur yang terkubur di dalam bangunan makam dikeluarkan. Untuk membongkar kuburan itu, butuh persetujuan orang-orang yang dituakan dalam keluarga. Setelah mendapatkan persetujuan dari para sesepuh barulah jasad yang sudah berbentuk tulang-belulang itu dibawa pulang ke rumah untuk dibersihkan, tentu dengan prosesi ritual adat yang telah mengakar.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

MARTABAT | Mangongkal Holi kerap pula disebut sebagai bentuk upaya mengangkat martabat sebuah marga. Kerap, ritual ini berlangsung panjang hingga sepekan, selain kidung doa yang dipanjatkan, persembahan kerbau muda dan kerbau pilihan kepada keluarga dan undangan diadakan.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

GARIS PEREMPUAN | Dalam prosesi ritual Mangongkal Holi, pihak keluarga dari garis keturunan perempuan yang memiliki hak memegang dan membersihkan tulang-belulang leluhur mereka. Untuk melaksanakan ritual tradisi masyarakat Batak ini tidaklah mudah. Selain memerlukan biaya yang tidak sedikit, setiap keturunan juga harus menyetujui dilaksanakannya ritual tradisi ini. Itulah yang menyebabkan ritual ini jarang kali terjadi.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

PENCUCIAN | Dalam prosesi Mangongkal Holi, tulang belulang leluhur yang sudah puluhan tahun tertanam di dalam tanah dicuci dengan air jeruk. Agar tampak bersih tulang-tulang yang telah dicuci kemudian dilumuri oleh air kunyit. Setelah dikeringkan, barulah tulang-tulang leluhur mereka kembali dimasukkan ke dalam peti.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

KELUARGA | Setelah dicuci dan dikeringkan melalui proses penjemuran, tulang-tulang kembali dimasukkan ke dalam peti. Dalam sebuah prosesi adat, peti-peti itu diletakkan dihadapan keluarga untuk didoakan kembali.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

LARUT | Sebagai puncak ritual Mangongkal Holi, seluruh keluarga besar yang turut dalam ritual itu menggelar pesta. Dalam pesta itu mereka menari Tor-tor dengan diiringi tabuhan gondang. Dalam puncak ritual itu, keluarga dan tamu undangan yang hadir larut dalam suka cita, mereka bersentuhan wajah, berpelukan dan memberi salam kepada kerabat lain yang dituakan.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

LIMPAHAN | Kepada para sesepuh atau hula-hula, mereka yang lebih muda membagikan rezeki sebagai bentuk bakti dan penghormatan. Kepada kaum tua pula permintaan doa agar diberi limpahan berkat, berupa banyak keturunan, panjang umur, kehormatan dan kekayaan menjadi harapan.


Mangongkal Holi, sebuah penghormatan bagi yang telah pergi
Andri Ginting

IKATAN | Tradisi Mangongkal Holi memang amat mahal. Namun sebagai bakti, setiap marga pasti akan melakukannya walau itu berlangsung entah di waktu kapan. Sebagai sebuah tradisi, Mangongkal Holi adalah pengikat ikatan, karena dalam ritual tradisi ini mereka yang jauh pun berjuang untuk datang.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR