Membunuh bosan dalam penjara tua

Di dalam penjara tua peninggalan Belanda yang kini berlabel Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Kelas II B Tangerang, Banten, berbagai kegiatan menjadi sumber semangat warga binaan dalam menjalani masa tahanan. Dari dalam penjara warisan kolonial itu, ada kebahagiaan terpancar. Auranya menjadi bagian dari jejak perjalanan para warga binaan.
Editor Foto :
Membunuh bosan dalam penjara tua
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

WARGA BINAAN | Mereka adalah perempuan-perempuan yang menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Kelas II B Tangerang, Banten. Meski menjalani masa hukuman, mereka bisa hidup dengan tenang dan senang.


Membunuh bosan dalam penjara tua
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MASA HUKUMAN | Meski berupa bangunan tua peninggalan kolonial, kesan angker lembaga pemasyarakatan tampak terlihat. Itu membuat hampir semua warga binaan riang menjalani masa hukuman.


Membunuh bosan dalam penjara tua
wisnu Agung Prasetyo /beritagar.id

TAMAN | Agar jauh dari kesan seram, taman di sekitar komplek penjara dihijaukan dengan tanaman. Untuk menjaganya, para petugas lapas bekerja sama dengan warga binaan bergantian merawat taman. Alhasil, suasana asri pun menjadi pemandangan penjara yang diwariskan oleh pemerintah kolonial .


Membunuh bosan dalam penjara tua
wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MASA SULIT | Bagi warga binaan di Lapas Anak Wanita Kelas II B, masa-masa terberat di dalam penjara adalah ketika awal mereka menjalani masa hukuman. Namun seiring waktu, masa-masa sulit itu pun hilang setelah keakraban antar warga binaan terjalin di lapas. Tak jarang kedekatan mereka di penjara pun berlanjut hingga mereka menyelesaikan masa hukuman.


Membunuh bosan dalam penjara tua
wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

RUANG | Di Lapas , ketersediaan ruang dan jumlah penghuni kerap menjadi masalah. Namun kondisi lapas yang kondusif membuat warga binaan merasa nyaman tinggal di penjara tua ini.


Membunuh bosan dalam penjara tua
wisnu Agung Prasetyo /beritagar.id

PESTA KECIL | Untuk menghilangkan kebosanan, sejumlah kegiatan untuk warga binaan dibuat. Satu di antaranya adalah kegiatan seni tari yang kerap diikuti warga binaan dengan riang. Dalam kegiatan seni itu, irama angklung, kulintang dan gendang, membuat warga binaan menari senang.


Membunuh bosan dalam penjara tua
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

BUKU HARIAN | Di dalam tahanan, banyak warga binaan memiliki buku harian. Buku itu kerap dibawa oleh warga binaan saat 'buka keong,' sebuah istilah di kalangan warga binaan saat pintu sel dibuka dan mereka bebas beraktifitas. Pada buku itu, segala rasa ditumpahkan, terutama kerinduan pada orang-orang yang mereka sayang.


Membunuh bosan dalam penjara tua
wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

IBADAH | Di dalam lapas, kegiatan keagamaan rutin diadakan. Pengajian dan Kebaktian sengaja digelar untuk memenuhi kebutuhan mereka yang haus akan siraman rohani, penyejuk kehidupan. Banyak warga binaan yang beranggapan bahwa masa hukuman adalah waktu terbaik memperbaiki jalan hidup agar terang. Namun, ada pula yang beranggapan kehidupan di lembaga pemasyarakatan hanyalah bagian dari jejak perjalanan.


Membunuh bosan dalam penjara tua
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

KOMUNIKASI | Menjadi bagian dari kebahagiaan, para tahanan juga diberikan hak untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Melalui fasilitas telepon yang disediakan oleh pihak lapas, para warga binaan kerap menggunakannya untuk bertukar kabar dengan sanak keluarga dan handai tolan.


Membunuh bosan dalam penjara tua
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

PELAJARAN | Setiap warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Kelas II B tak akan melupakan pengalaman hidup yang didapati sewaktu menjalani masa hukuman. Hubungan baik antara petugas lapas dengan warga binaan di lapas ini bisa dijadikan contoh baik yang berdampak pada suasanan di penjara warisan kolonial ini selalu tenang dan aman.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR