Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu

Sedikitnya satu juta orang di Indonesia menderita gangguan jiwa dan diperkirakan tiga puluh ribu orang di antaranya hidup dalam keadaan terpasung di lingkungannya. Di Bekasi, pewarta foto Agoes Rudianto mengabadikan upaya Marsan yang berusaha menyembuhkan mereka yang terganggu jiwanya.

Editor Foto :
Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

KUSAM | Pada sebuah ruangan berdinding kusam, sejumlah pria diam terpekur. Mereka adalah penyandang disabilitas mental yang tengah menjalani pengobatan di Yayasan Al Fajar, Bekasi, Jawa Barat.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

PANTI SOSIAL | Yayasan Al Fajar Berseri merupakan panti sosial yang didirikan oleh Marsan secara swadaya menggunakan uang dari kantongnya sendiri.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

RUMAH | Dibangun pada 1992, Yayasan Al Fajar merupakan "rumah kedua" bagi 300 orang penderita gangguan jiwa. Tak sekadar menampung, Marsan juga merehabilitasi mereka yang terganggu jiwanya.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

PENYEMBUH | Puluhan tahun sudah Marsan membaktikan dirinya untuk menyembuhkan mereka yang mengalami gangguan jiwa. Dengan terapi pijat dan obat herbal yang diraciknya, ia telah menyembuhkan mereka yang dahulu kerap disebut ''orang gila'' di lingkungannya.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

TERAPI | Tak jarang pasien berteriak karena merasakan sakit yang tak tertahan. Merehabilitasi mereka yang terganggu jiwanya bukanlah pekerjaan mudah, butuh kesabaran bagi Marsan untuk melakukannya.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

SADAR | Banyak mereka yang telah sadar kemudian dijadikan relawan oleh Marsan. Ada yang bertugas membersihkan ruang tempat mereka tinggal, ada juga yang bertugas memandikan mereka yang masih terganggu jiwanya.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

PASIEN | Para pasien di yayasan rehabilitasi milik Marsan memiliki tatapan mata yang kosong. Tidak sedikit pula mereka terlihat tersenyum sendiri di sudut-sudut ruangan sambil berceloteh tak karuan.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

JALANAN | Para penderita gangguan jiwa yang ditampung Marsan kebanyakan datang dari jalanan, ada pula yang sengaja dititipkan oleh keluarganya karena kesulitan dalam merawatnya.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

DIKURUNG | Di Yayasan Al Fajar Berseri, beberapa pasien terpaksa diikat dan dikurung dalam sel besi. Hal ini karena mereka agresif dan kerap mengamuk hingga membahayakan diri sendiri, juga pasien lain yang ada di sana. Ketika mereka telah tenang, mereka pun dilepas agar mereka bisa bergerak bebas.


Menjaga jiwa-jiwa yang terganggu
Agoes Rudianto

SEMBUH | Saat ini mereka yang telah sembuh dari cengkraman gangguan jiwa bahu membahu bersama Marsan menyembuhkan mereka yang masih bergelut dengan kehampaan.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR