Cerita dari kampung halaman

Bagi banyak perantau, lebaran adalah momen penting untuk kembali pulang. Di sebuah dusun kecil Miridoyong, Ngawi, Jawa Timur, pewarta foto Wisnu Agung Prasetyo memotret tetangganya yang pernah hidup di perantauan. Dari mulut mereka, jejak perantauan yang mereka lakukan dikisahkan. Menjadi landasan bagi mereka memilih untuk tetap di kota atau kembali pulang.

Editor Foto :
Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MENERUSKAN TRADISI TANI | Bersama keluarga besarnya Lagi berpose. Lagi adalah satu-satunya pemuda yang tak pergi dari desanya, Miridoyong demi meneruskan tradisi menjadi petani. Ia memilih itu karena saat ini tak ada anak muda menjadi petani, karenanya keberadaan di Miridoyong menjadi penting dalam melanjutkan tradisi.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

SENIMAN | Bakat seni yang dia miliki membuat Teguh merasa tak perlu pergi ke kota untuk memperbaiki nasib. Pernah bekerja di perkebunan karet dan memutuskan berhenti, ia lebih memilih mencari nafkah di jalur seni. Pandai bermain gendang, membuat ia kerap diundang bermain dari panggung ke panggung. Bermodal satu set gendang ia bisa hidup tenang di kampungnya yang asri.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo

PERGI MERANTAU | Tak banyak pekerjaan bagi perempuan seperti Sulastri dan Surati saat menjalani hidup di Miridoyong. Setelah usai menyelesaikan pendidikan, mereka menjemput harapan. Surati pergi ke Bandung turut kakaknya, dan Sulastri memilih negeri jiran untuk melabuhkan harapan. Tak hanya mendapat pekerjaan, keduanya juga mendapatkan jodoh di tanah rantau. Kala lebaran mereka selalu pulang. Baginya pulang bukan cuma untuk berjumpa handai taulan, tapi juga mereguk bahagia dengan menghirup harumnya tanah di kampung halaman.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

JALAN SUPARMAN | Awalnya Suparman sempat bekerja di Jakarta. Namun ia merasa hasil keringatnya tak menjadi apa-apa. Suparman kemudian pergi ke Malaysia, namun itu pun tak sesuai dengan yang diimpikan. Selama dua tahun ia bekerja di perkebunan sawit yang ada di Malaysia Timur, namun kemudian ia jatuh sakit. Suparman pun pulang kembali ke tanah air, hingga akhirnya ia memutusan untuk tinggal di kampung halaman. Baginya Miridoyong adalah rumah, tempat ia mewujudkan kebahagiaan yang selama ini dikejarnya.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

PULANG | Sutarno adalah generasi pertama Miridoyong yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Berbekal gelar sarjana agama, Sutarno memutuskan untuk hijrah ke Bengkulu. Dua belas tahun ia menjadi guru agama di sekolah negeri, dan dua belas tahun pula ia tak pernah pulang ke Ngawi.Pada lebaran 2019 ini ia pulang, dan kepulangannya ini adalah yang pertama semenjak ia pergi. Bersama istri dan anaknya ia kemudian memutuskan untuk tak kembali ke perantauan. Melalui pemikiran yang panjang ia memilih untuk menetap di Ngawi.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo

BELAJAR DI KOTA | Haryono amat menggilai segala hal yang berkaitan dengan otomotif. Karenanya, setelah ia lulus dari sekolah teknik menengah, ia langsung pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib. Bekerja di bengkel mobil milik kerabat ia mencari pengalaman. Merasa cukup, ia akhirnya memilih kembali ke Ngawi. Percaya diri ia pun membuka bengkel sendiri.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

PENGABDIAN | Iwan tak seperti pemuda-pemuda ksmpung pada umumnya yang pergi meninggalkan desanya demi dapat bekerja di kota besar. Seusai menamatkan pendidikan keguruan, Iwan memilih untuk mengabdikan diri sebagai guru honorer di kampung halaman. Sudah belasan tahun ia menjalani profesi tersebut dengan sabar, dan harapannya tentu saja pengangkatan.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

BERKARIER DI DESA | Berbagai pekerjaan telah Warsito lakoni. Dari menjadi supir angkot di Jakarta, hingga menjadi buruh sawit di Malaysia. Setelah lama berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kampungnya. Bekerja di sebuah lembaga koperasi, ia tekun menjalankan tugasnya. Demi masa depan keluarga, katanya.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MEMILIH KOTA KECIL | Jakarta terlalu macet dan semrawut dalam pandangan Kornelius. Meski orangtuanya tinggal dan bekerja di Jakarta, dia tak tertarik untuk berjibaku mencari peruntungan di sana. Dia pun lebih memilih untuk bekerja di kota-kota yang tak terlalu besar di Jawa Tengah dengan alasan mencari ketenangan.


Cerita dari kampung halaman
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MEMBAWA ISTRI | Banyak alasan para pemuda desa pergi meninggalkan kampung halaman. Dari mencari penghidupan yang layak hingga menghindar dari suara sumbang tetangga yang tak tahan melihat mereka menganggur berlama-lama. Tapi tidak dengan Ismail, pemuda Miridoyong ini terpaksa bekerja demi membantu kondisi orang tuanya yang tengah mengalami kesulitan ekonomi. Bertahun-tahun ia bekerja keras demi membantu orang yang disayangi. Dan ia pun sukses mendapatkan untung. Pada lebaran ini ia kembali ke Ngawi. Tak hanya membawa pundi-pundi uang hasil kerja keras, ia juga membawa seorang gadis yang telah jadikan istri.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR