Nestapa di tengah asap

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada akhir September 2019 membuat banyak warga dirundung nestapa, terlebih mereka anak-anak. Sementara di kawasan hutan yang terbakar, ekosistem didalamnya juga terancam. Fotografer Greenpeace, Jurnasyanto Sukarno, memotret kondisi itu dari dekat,ia menjadi saksi rasa sakit yang mendera anak manusia.

Editor Foto :
Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

SULIT | Masyarakat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, merasakan sekali sulitnya hidup di tengah asap. Pada peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di bulan September 2019, kawasan yang terbebas dari asap amat sukar didapati.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

ANCAM | Pembukaan lahan ditengarai menjadi penyebab munculnya titik api di banyak tempat di Kalimantan Tengah. Jilatannya pun mengancam masyarakat yang tinggal di sana.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

PRIMATA | Tidak cuma manusia, kebakaran hutan juga mengancam kehidupan orangutan di kawasan konseravasi Pulau Salat. Akibat hawa panas dan asap yang pekat membuat primata dilindungi tersebut masuk ke kebun dan permukiman warga.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

INFEKSI | Orangutan yang berada di Pusat Rehabilitasi dan Konservasi Nyaru Menteng pun turut merasakan akibatnya. Meskipun kondisi yang ada tidak seburuk 2015 lalu, sebanyak 37 orangutan muda (bayi hingga anak-anak) dan dewasa, menderita penyakit infeksi saluran pernafasan ringan.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

AREA TERBAKAR | Berdasarkan data Posko Satgas Karhutla Kalimantan Tengah, area terbakar sejak awal Januari hingga 17 September 2019, seluas 8.312 hektar. Tercatat, 24.532 hotspot, dan 1.925 kejadian karhutla dengan area pemadaman terbanyak di Kota Palangkaraya.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno

BERBAHAYA | Di Kota Palangka Raya, orangtua dan anak menjadi korban terdampak paling parah. Pada pertengahan September lalu, Data AirVisual mencatat rata-rata kualitas udara berada di angka 2000 USAQI yang artinya dalam kondisi berbahaya. Dalam beberapa jam konsentrasi asap kerap berubah, tetapi tetap saja di atas angka 1000. Dan itu artinya masyarakat di kota itu hidup dalam ancaman udara mengkhawatirkan. Untuk diketahui, Indeks Standar Pencemaran Udara [ISPU] dengan parameter berbahaya PM10 berada pada angka 500.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

SESAK | Ketika berada di Rumah Sakit Umum Doris Sylvanus, fotografer Jurnasyanto Sukarno menyaksikan bagaimana udara di Palangka Raya membuat banyak anak di sana mengalami sesak nafas. Rafa adalah salah satunya. Bayi berumur 50 hari itu mengalami sesak nafas setelah semalaman rumahnya terkepung asap dari lahan yang terbakar.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

RENTAN | Akibat karhutla, tak hanya Rafa saja yang menjadi korban terdampak. Di banyak kota yang juga menjadi lokasi karhutla, ribuan anak lain juga merasakannya. Mereka adalah golongan yang rentan terhadap asap kebakaran.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

TERPAPAR | Serangan asap akibat karhutla bisa berdampak parah masyarakat. Kondisi semakin parah jika orang yang terpapar asap punya genetik kanker paru pada tubuhnya. Itu menjadi ketakutan banyak orang di sana.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

RISIKO | Saat ini di Kalimantan Tengah terdapat 100-500 lebih pasien TB> Sementara warga yang menderita kanker paru sebanyak 400-an pasien hasil biopsi. Dengan kondisi lingkungan seperti saat ini, di mana tiap tahunnya kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi risiko bertambahnya penderita TB dan kanker paru-paru bisa saja semakin tinggi.


Nestapa di tengah asap
Jurnasyanto Sukarno /Greenpeace

PENCEGAHAN | Di tingkat provinsi, Kalimantan Tengah sudah membentuk tim penanggulangan bencana kebakaran. Meski upaya melakukan pencegahan serius dilakukan, tidak tampak adanya kekuatan yang mampu memaksa perusahaan-perusahaan sawit yang beroperasi di kubah gambut mengembalikan fungsi utama lahan di Kalimantan Tengah.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR