Pencari harta karun Kerajaan Melayu

Sungai Siak yang melintas di tengah Kota Pekanbaru, Riau, dipercaya masih menjadi tempat harta karun Kesultanan Siak Inderapura tercecer di dasarnya. Yakin dengan hal tersebut, sejumlah orang di Rumbai Pesisir sengaja memilih menjadi pencari harta karun. Menyelam ke dasarnya mereka berharap mendapatkan barang-barang antik dari Kerajaan Melayu Islam yang pernah jaya itu.

Editor Foto :
Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

SUSURI SUNGAI | Setiap pagi di Sungai Siak, kapal-kapal yang mengangkut para pencari harta karun melaju. Dari pagi hingga petang awak kapal yang terdiri dari tujuh orang menghabiskan hari menyusuri sungai dan melawan arus Sungai Siak dengan kapal pompong mencari satu tempat untuk diselami, mencari rezeki.



Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

GELIAT | Banyak yang mempercayai jika di Sungai Siak masih banyak tercecer benda-benda antik sisa kejayaan Kerajaan Siak Indragiri. Terlebih pada September 2018 lalu, sebuah meriam kuno dengan pelurunya ditemukan di sungai yang dikenal dalam itu. Temuan tersebut menambah geliat pencarian barang-barang kuno itu menjadi seru, terutama ketika ternyata barang antik yang ditemukan bisa menghasikan uang yang cukup lumayan.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

HARTA KARUN | Harapan tentu tidak sesuai dengan kenyataan, karena mencari harta karun di Sungai Siak kini lebih banyak mendapat 'harta karun' yang lain berupa besi-besi kapal yang tak lagi digunakan, meski begitu itu masih bisa diuangkan.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

SUNGAI DALAM | Menyelam di Sungai Siak bukan perkara mudah, apalagi itu dilakukan dengan peralatan seadanya. Disebut-sebut sebagai sungai terdalam, pandangan di dasarnya teramat gelap akibat lumpur dan air sungai yang berwarna keruh, dan akhirnya tanganlah yang digunakan untuk meraba di dalam air yang pekat.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

KOMPRESOR | Menyelam di kedalaman 15 meter dengan durasi 30 - 180 menit, para pencari harta karun memanfaatkan kompresor sebagai alat bantu untuk bernafas. Meski berbahaya bagi penggunanya, kompresor itu dianggap sangat berguna sebagai alat penyelamat dan alat penunjuk keberadaan penyelam yang berada di kedalaman Sungai Siak yang berlumpur dan gelap.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

TEMUAN | Besi sisa kontruksi bangunan di sekitaran sungai, timah bekas alat pemancing yang putus dan kayu balak adalah yang paling sering ditemukan di dasar. Untuk menguangkannya, besi dan timah mereka jual ke pengepul.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

HARGA | Jika besi dihargai Rp3 ribu, timah dihargai Rp25 ribu per-kilo. Sedangkan kayu balak yang kerap digunakan sebagai bahan untuk membuat kapal mereka serahkan ke pemilik kapal pompong untuk dijadikan bahan bagi kapal yang baru.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

KAPAL | Menyusuri Sungai Siak dengan kapal pompong lumayan beresiko. Sungai yang lebar dan dalam ini kerap dilalui pula oleh kapal-kapal besar yang pergi ke daerah Siak atau sebaliknya menuju Pekanbaru. Jika ada kapal besar melintas, para pencari harta Sungai Siak itu harus menepi, jika tidak mereka bisa saja terbalik akibat gelombang besar yang diakibatkan oleh kapal besar yang melintas.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

TEMUAN | Saat ini, temuan harta karun asli milik Kerajaan Siak Indragiri atau yang dikenal juga dengan Kerajaan Melayu Islam amatlah jarang, atau bahkan bisa dikatakan tak ada. Namun pengharapan para pencari harta di sungai itu tetaplah besar. Saban hari tetap saja mesin kapal dihidupkan guna mengantar menuju titik demi titik lain di Sungai Siak yang membentang panjang.


Pencari harta karun Kerajaan Melayu
Hadly Vavaldi

TERUS MENCARI | Sering kali menyelam di Sungai Siak tak membuahkan hasil, tapi itu tak menjadi para pencari 'harta karun' di Sungai Siak berhenti mencari. Demi hidup, katanya. Mereka pun meyakini, kelak barang-barang antik yang tercecer di dasar Sungai Siak nanti akan mereka temukan dan menjadi jalan pengubah nasib.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR