Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah

Kemeriahan menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2570 terlihat di sejumlah kota di Indonesia. Di Kelenteng dan Vihara, keberkahan dan kemudahan rezeki menjadi harapan yang dipanjatkan oleh masyarakat Tionghoa menyambut tahun babi tanah.
Editor Foto :
Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Dedi Sinuhaji /EPA-EFE

SAMBUT BABI TANAH | Datangnya Tahun Baru Imlek dirayakan dengan semarak oleh masyarakat Tionghoa di kota-kota besar di Indonesia. Di Vihara Pak Pie Hut Cou Medan, Sumatera Utara, Selasa (05/02/2019), kembang api dinyalakan sebagai penanda datangnya tahun Babi Tanah.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Bagus Indahono /EPA-EFE

RITUAL | Beragam tradisi dan ritual masyarakat keturunan Tionghoa terlihat menjadi warna. Di Vihara Gayatri, Cilodong, Depok, Jawa Barat, ritual mandi Tujuh Sumur dilakukan sebagai penyucian diri menyambut Imlek 2570.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Made Nagi /EPA-EFE

MERAH | Di Bali, kedatangan Babi Tanah juga dirayakan penuh pengharapan. Vihara Dharmayana, Kuta adalah yang kerap ramai didatangi oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Pulau Dewata ketika Tahun Baru Imlek. Berbagai ornamen-ornamen meriah berwarna merah menghiasi vihara membuat Imlek di sana begitu meriah.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Nyoman Hendra Wibowo /Antara Foto

AKULTURASI | Agak berbeda dengan yang terjadi di kota-kota lainnya di Indonesia, masyarakat etnis Tionghoa di Pulau Dewata mengenakan pakaian adat Bali ketika melakukan persembayangan. Berlangsung tenang, akulturasi budaya Bali dengan tradisi Imlek bersanding saat kehadiran canang maupun bija yang biasa digunakan kala persembahyangan warga Hindu di sana.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Wahdi Septiawan /Antara Foto

KELENTENG TUA | Di Jambi, ribuan masyarakat keturunan Tionghoa mendatangi Kelenteng Siau San Teng yang berada di Kampung Manggis. Dibangun pada 1881, Kelenteng Siau San Teng merupakan kelenteng tertua yang yang selalu ramai dikunjungi ketika Imlek tiba.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Made Nagi /EPA-EFE

KERUKUNAN | Pada Imlek 2570, masyarakat etnis Tionghoa yang datang ke kelenteng kebanyakan berharap setiap orang mampu menjalani hidup dengan kualitas lebih baik dari tahun sebelumnya. Tak lupa mereka pun berdoa agar kerukunan antarumat beragama tetap terjaga di Indonesia.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Made Nagi /EPA-EFE

SEMARAK | Imlek tak hanya dirayakan oleh orang-orang dewasa saja. Dengan suka cita, anak-anak pun datang ke tempat persembayangan dengan penuh keceriaan. Begitu juga dengan tempat persembayangan, hiasan berupa lampion-lampion berwarna merah membuat suasana Imlek begitu semarak. Dalam foto, seorang anak dengan baju merah menyambagi Vihara Dharmayana di Kuta, Bali.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Hotli Simanjuntak /EPA-EFE

NYAMAN | Di Banda Aceh, Provinsi Aceh, perayaan Imlek berjalan aman. Meski dijuluki kota Serambi Mekkah, masyarakat Aceh yang toleran membuat masyarakat keturunan Tionghoa yang datang ke Vihara Dharma Bakti, Peunayong, merasa nyaman.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Bagus Indahono /EPA-EFE

LEPAS BURUNG | Tradisi melepas burung pipit menjadi prosesi yang kerap dilakukan dalam menyambut Imlek. Selain melalui doa, masyarakat Tionghoa percaya bahwa melepas burung pipit bisa membuat rezeki didapat dengan mudah dan banyak.


Pengharapan menyambut Tahun Babi Tanah
Rivan Awal Lingga /Antara Foto

BUANG SIAL | Selain percaya agar mendapat kemudahan rezeki, masyarakat Tionghoa yang datang ke Vihara Dharma Bhakti di Petak Sembilan, Jakarta, percaya, burung pipit juga dapat menjadi media untuk membuang sial. Karenanya mereka pun rela membeli banyak burung pipit yang dijual dengan harga Rp 2 ribu per ekornya.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR