Perempuan dan kopi

Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia, budaya minum kopi sudah bukan barang baru lagi. Jika dulu secangkir kopi amatlah identik dengan para lelaki, kini kaum hawa pun mulai senang menikmati. Di Medan, Sumatra Utara, budaya kopi tumbuh tak hanya dalam industri, di kedai-kedai kopi para perempuan mulai banyak menyesap nikmatnya minuman khas itu, bahkan memegang kendali atas bisnis kopi.

Editor Foto :
Perempuan dan kopi
Andri Ginting

ARABIKA | Di Simalungun, Sumatra Utara, kopi berjenis arabika tumbuh subur. Menjadi komoditas utama di daerah itu, kopi asli Simalungun berkualitas terbaik muncul karena dirawat oleh tangan para ibu. Begitu juga dengan di daerah lain di Sumatra Utara.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

PRIMADONA | Selain kopi asal Simalungun, banyak kopi juga tumbuh subur di daerah Sumatra Utara. Berkualitas nomor wahid, kopi Sidikalang, Sipirok, dan Karo pun kini menjadi primadona yang banyak disukai. Hebatnya, kopi-kopi itu adalah hasil olah para perempuan yang sudah terlatih dan memahami kopi.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

TINGGI | Permintaan akan biji kopi di pasar nasional dan internasional saat ini lumayan tinggi. Permintaan itu tentu saja menjadi peluang untuk mencari rejeki.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

BURUH KOPI | Di salah satu gudang pengolahan kopi yang ada di Medan, kebanyakan buruh pengolah biji kopi didominasi oleh pekerja perempuan, dan mengaku sangat terbantu dengan tingginya permintaan kopi. Lebih dari 70 persen buruh dalam industri kopi saat ini banyak didominasi oleh perempuan. Dari tangan merekalah kopi-kopi berkualitas terbaik tersebar ke seluruh dunia.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

PENGOLAHAN | Para pekerja wanita di gudang kopi yang letaknya di tengah kota Medan, bertugas memilih dan membersihkan biji kopi yang didatangkan dari berbagai daerah di Sumatra Utara. Dari pabrik pengolahan itulah kemudian kopi-kopi dikirim ke sejumlah wilayah di Indonesia dan di ekspor ke luar negeri.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

MANFAAT | Hari ini makin banyak kaum hawa suka minum kopi. Kebanyakan mereka tahu bahwa kopi memiliki sejumlah manfaat yang baik. Tak cuma meredakan rasa depresi, kopi juga dapat membantu para perempuan menurunkan berat badan dengan cepat dan efektif.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

NIKMATI KOPI | Minat perempuan pada kopi tak cuma hanya dalam menikmatinya, merek juga banyak yang mempelajari. Di sejumlah kota, sekolah kopi sudah banyak muncul. Para perempuan banyak yang tertarik belajar meracik kopi. Dari sekolah-sekolah kopi itu kemudian banyak muncul para pencicip kopi dan barista-barista perempuan yang ahli mengolah rasa kopi.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

BARISTA | Di kedai-kedai kopi, tangan barista menjadi penentu rasa kopi. Perempuan asli medan ini bernama Lily Anjarika, usianya 23 tahun. Sejak duduk di bangku Sekolah Menangah Atas (SMA) ia sudah tertarik akan nikmatnya kopi. Setelah lulus sekolah, ia pun memilih untuk lebih mendalami ilmu meracik kopi. Kini dia bekerja menjadi barista di sebuah kedai kopi.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

KEDAI KOPI | Banyak tempat minum kopi muncul saat ini. Kedai kopi yang didesain menarik menjadi daya pikat bagi kaum perempuan untuk duduk santai dengan kolega sambil menikmati kopi. Jika kaum pria lebih menyukai kopi hitam yang kental dan pahit, maka para perempuan cenderung memilih Cappuccino, dan Cafe latte. Tapi tak sedikit dari para perempuan yang datang ke kedai kopi juga senang menikmati kopi dengan teknik seduh manual seperti Tubruk, Aero Press, V60, dan French Press.


Perempuan dan kopi
Andri Ginting

BISNIS KOPI | Namanya Norita Chai, perempuan muda ini amat menyukai kopi. Kecintaannya akan kopi membuat ia sengaja membuka sebuah kedai kopi di Medan yang ia beri nama The Coffeenatics . Di kedainya ia kerap melihat bahwa kini banyak perempuan amat menyukai kopi. Dalam industri kopi peran perempuan sejatinya tidak bisa dihilangkan. Dari data yang dikeluarkan International Coffee Organization (ICO) menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam industri kopi dunia saat ini sangat signifikan. Setidaknya, 20-30 persen kebun kopi hingga hari ini dikelola oleh kaum perempuan.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR