Sahabat yang tersisa

Kawasan Kayutangan di Malang, Jawa Timur, mempunyai catatan sejarah panjang. Satu yang masih bertahan adalah tempat Pangkas Rambut Sahabat. Berdiri sejak 1965, pangkas rambut ini menjadi salah satu yang tua. Bertahan melawan gerus zaman, mereka tetap setia membuat para pelanggannya tetap bergaya, meski para pemangkasnya telah berusia senja.

Editor Foto :
Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

SAHABAT | Sejak 1965, Pangkas Rambut Sahabat sudah tiga kali berpindah tempat. Kini tempat pangkas itu bertempat di komplek pertokoan Kayutangan. Ketika bisnis pangkas rambut modern tumbuh bak jamur hari ini, Sahabat tetap bertahan dengan gayanya.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

RUANG INTERAKSI | Pangkas Rambut Sahabat didirikan oleh seorang warga keturunan Tionghoa, Chen Chung Ren. Kini, bisnis gaya itu dimiliki oleh generasi keempat, cicit dari Chung Ren—Ling-Ling, yang kini menetap di Kediri, Jawa Timur. Bukan cuma sekadar bisnis, Sahabat adalah ruang interaksi.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

PEMANGKAS TERSISA | Sebelumnya pemangkas rambut di Sahabat ada lima orang. Tapi saat ini yang tersisa hanya Subaqhir (88), Muh Nur (70), dan Sukadi (69). Satu pemangkas memilih pulang ke kampung halaman, dan satu lainnya telah terlebih dahulu dipanggil Tuhan YME.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

PERSONEL | Ketiga pemangkas sempat berpikir untuk menambah tenaga pemangkas anyar, namun yang diharapkan tak pernah memenuhi syarat yang diterapkan. Jika ada pun, pemangkas anyar itu tidak betah lama bekerja di Pangkas Rambut Sahabat.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

IDOLA | Momentum paling ramai bagi Pangkas Rambut Sahabat adalah tahun 1970-an hingga menjelang tahun 2000. Di masa-masa itu, jumlah para pelanggan bisa mencapai 30 orang setiap harinya. Banyak pelanggan bilang para pemangkas rambut di Sahabat menjadi idola karena teknik potongnya yang nyaman, rapi dan mengikuti tren di masanya.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

KENIKMATAN HIDUP | Bagi para pemangkas rambut Sahabat, pekerjaan yang mereka geluti telah menjadi bagian dari kenikmatan hidup. Mengisi hari tua agar tak diam, mereka sangat suka menjalin komunikasi dengan pelanggan. Tentu saja mereka kerap bertukar cerita.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

JASA PANGKAS | Selain cukur rambut, Pangkas Rambut Sahabat ini juga melayani jasa perawatan rambut lainnya, seperti creambath, keramas, semir rambut, hingga semir kumis. Tak hanya melayani pria dewasa atau remaja laki-laki saja, tempat pangkas rambut ini juga menerima pelanggan anak-anak.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

BERCENGKRAMA | Saat tak ada pelanggan, para pemangkas menikmati suasana tempat kerja mereka dengan saling bercengkrama. Satu yang dibicarakan tentu saja bagaimana kembali membuat bisnis mereka bisa bersaing dengan tempat pangkas modern yang dikelola oleh anak-anak muda.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

BERTAHAN | Kendati sudah melewati masa kejayaan, Sahabat tetap eksis walau pelanggannya telah berkurang. Kondisi itu membuat para pemangkas di Sahabat bekerja keras memutar otak untuk menghidupi diri, sekaligus menjalani profesi yang mereka cintai.


Sahabat yang tersisa
Irawan Suharto

TERUSKAN TRADISI | Pangkas Rambut Sahabat mempunyai kekhasan sendiri. Gaya rambut klasik ala bintang Mandarin dan Hollywood menjadi yang menjadi ciri, selain harga murah yang sampai hari ini tak beranjak naik tinggi. Bertahan sampai kini, Pangkas Rambut Sahabat akan tetap menjaga gayanya yang telah menjadi tradisi, dan mereka meyakini apa yang mereka jalani.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR