Sampah plastik impor, rezeki dan polusi

Akibat kebijakan Pemerintah Tiongkok yang melarang masuknya sampah plastik impor ke negeri Tirai Bambu, sejumlah negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia menjadi kawasan terdampak dari sampah-sampah plastik yang berasal dari negara-negara maju.

Editor Foto :
Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
fulli Syafi

SAMPAH IMPOR | Sejak Januari 2018 Pemerintah Tiongkok telah melarang masuknya sampah impor yang datang dari negara-negara maju. Walhasil, sampah-sampah itu kini menyasar ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tak bisa dikendalikan, akhirnya sampah-sampah impor itu pun menumpuk menjadi masalah baru bagi negeri ini.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fulli Syafi

MASUKNYA SAMPAH | Tak semuanya sampah masuk secara legal, banyak pula sampah yang datang secara ilegal. Di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, awal Juli 2019, berton-ton sampah diamankan oleh pihak bea cukai. Kebanyakan sampah dari luar negeri berupa plastik, kertas, dan tekstil dijumpai.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fulli Syafi

REZEKI | Di Desa Bangun, Mojokerto dan Desa Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, sampah-sampah impor itu menjadi lahan rezeki nan ironis. Didatangkan oleh beberapa perusahaan importir sampah, sampah itu digunakan sebagai bahan baku kertas dan bahan plastik.



Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fully Syafi

SORTIR | Sampah plastik impor yang digunakan sebagai bahan baku kertas dan plastik itu didatangkan dalam bentuk gelondongan yang terikat kawat besi. Setiap datang jumlahnya mencapai puluhan ton, untuk menyortinya warga di sana pun dilibatkan.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fully Syafi

HARGA TINGGI | Musim kemarau menjadi saat tepat untuk melakukan pengolahan bahan baku sampah plastik. Jika bahan baku sampah plastik kering, pabrik plastik dan kertas yang membutuhkannya selalu membeli dengan harga tinggi.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fully Syafi

POSITIF | Dari data kepabeanan Tiongkok, pemberlakukan larangan masuknya sampah impor dianggap positif. Karena pada kuartal pertama 2018, impor limbah padat yang masuk ke Tiongkok (sudah termasuk plastik, kertas, dan logam), turun 54% . Itu berbanding terbalik dengan yang masuk ke sejumlah negara Asean saat ini.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fully Syafi

TAK TERKELOLA | Jika kondisi itu dibiarkan, maka indonesia akan menjadi negara penerima sampah plastik terbesar di dunia. Dan itu berdampak pada sampah lokal yang tidak terkelola dengan baik.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fully Syafi

UNTUNG | Puji Urip, 59 tahun, sudah sejak 1996 meraup rezeki dari sampah impor. Dalam sehari ia memperoleh Rp150 ribu rupiah. Tak hanya dia, sejawatnya sekampung pun turut menikmati rezeki dari sampah impor yang datang menumpuk.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fully Syafi

BAHAN BAKAR | Tak cuma dipekerjakan oleh pabrik-pabrik yang memproduksi kertas dan plastik, warga di sana juga kerap mendapat untung dari sampah yang menumpuk. Setelah dipilah secara mandiri, pecahan sampah-sampah plastik juga dijual ke pabrik tahu. Oleh pabrik tahu itu, sampah-sampah plastik dijadikan bahan bakar pengolahan makanan itu.


Sampah plastik impor, rezeki dan polusi
Fully Syafi

MASALAH | Limbah plastik impor yang datang terus menerus memang menjadi sumber rezeki bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi penimbunan. Namun itu menjadi ironis ketika kehidupan dan lingkungan di tempat itu hancur akibat polusi. Hingga hari ini sampah impor menjadi masalah yang belum dapat diakhiri, jika itu berlangsung lama, negeri ini akan menjadi tempat sampah besar bagi plastik dari luar negeri.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR