Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa

Kecintaan seorang bapak akan Jemparingan (seni memanah) ditularkan dengan penuh cinta pada anaknya.Tak hanya untuk merawat budaya, langkah itu juga dilakukan sebagai upaya melindungi sang anak dari kemajuan teknologi gawai yang saat ini telah menepikan nilai-nilai tradisi dan warisan budaya.
Editor Foto :
Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

WEDHA | Astrobinowo Danurwedha Priyotomo (6), adalah bocah laki-laki yang lahir dalam keluarga sarat budaya Jawa. orangtuanya, Hafiz Priyotomo dan Chri Ratna adalah pasangan yang hingga hari ini giat menjaga kebudayaan dan tradisi Jawa.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

ZAMAN | Kemajuan teknologi gawai saat ini membuat banyak anak Indonesiaakrab dengan produk telekomunikasi canggih. Tumbuh di tengah invasi teknologi, Wedha pun begitu fasih menggunakan gawai meski tak diajari.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

BERLATIH | Akhir pekan menjadi waktu paling menyenangkan bagi Wedha. Bersama ayahnya ia berlatih Jemparingan di tanah lapang yang berada di dekat rumahnya di Gamping, Sleman, Yogyakarta.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

PENGARUH | Kehadiran Wedha dalam latihan Jemparingan membuat teman-teman seumurannya tertarik ikut serta. Lewat komunitas Jemparingan yang digawangi ayah dan ibunya, anak-anak yang tinggal di dekat rumahnya pun turut berlatih seni panah seperti Wedha dan orang tuanya.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

Asuh | Gawai bagi Wedha memang bukan hal yang asing. Namun ada waktu khusus bagi Wedha menggunakannya, itu pun dalam pengawasan ayah dan ibunya. Proses dampingan dalam penggunaan gawai diterapkan Hafiz dan Ratna agar anaknya tidak hanya bermain hal-hal yang kekinian namun juga bisa merawat, dan melestarikan budaya tanah kelahiran.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

KEBANGGAAN | Kecintaan Wedha pada olahraga tradisi jemparingan yang diturunkan dari kedua orang tuanya terus tumbuh mencipta bangga. Kini Jemparingan menjadi bagian dari identitasnya sebagai anak yang tumbuh dalam kultur dan tradisi Jawa.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

CINTA | Tumbuh dalam kultur Jawa, orangtua Wedha mengharap sang anak mampu menjadi penjaga tradisi dan budaya Jawa. Selain jemparingan, Wedha pun diajari untuk berlaku santun layaknya orang Jawa.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

MUDA | Dalam komunitas jemparingan yang disebut sebagai paseduluran, Wedha adalah salah satu anggota termuda. Namun determinasinya tak kalah dengan orang dewasa.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

Titis | Dalam Bahasa Jawa, titis berarti tepat sasaran. Hal ini yang terus dilatih Wedha lewat olahraga tradisi Jemparingan. Sebab lewat Jemparingan, tak hanya olahraga yang dikedepankan, namun juga olah rasa.


Sang pemanah yang menjaga budaya Jawa
Anggertimur Lanang Tinarbuko

PENJAGA | Melalui jemparingan, Wedha kini berperan menjadi penyambung kebudayaan Jawa dalam keluarganya. Di tengah gempuran teknologi yang semakin mengggila, orangtua Wedha menyiapkan dengan bangga bahwa di kemudian hari nanti anaknya tumbuh sebagai penjaga nilai-nilai tradisi dan budaya Jawa.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR