Tanah Humba peninggalan para leluhur

Kuda dan padang rumput hijau nan luas adalah ingatan akan tanah Sumba yang elok. Menjadi tanah asal Marapu, Sumba disebut sebagai pulau yang diberkahi senyum para leluhur. Pewarta foto Anggertimur Lanang Tinarbuko memotret Sumba yang mataharinya selalu berkilauan ketika bersentuhan dengan lautnya yang biru.

Editor Foto :
 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

KUDA | Di tanah Sumba, Nusa Tenggara Timur, kuda, atau ndara begitu dekat dengan masyarakat dan budayanya. Di pulau yang dikelilingi oleh samudera itu, kuda adalah cerminan keluarga, kebanggaan dan titisan dari leluhur.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

SABANA | Sejauh mata memandang, Sumba atau Tanah Humba hanyalah sabana hijau nan menawan. Warna hijau padang rumputnya bersanding elok dengan warna biru dari samudera yang menghampar. Berdiri di atas bukitnya, debur ombak pun terdengar, seperti bait mantera Marapu yang kerap hadir di telinga masyarakat Tanah Humba sampai sekarang.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

BERCAHAYA | Matahari tanah Sumba sinarnya terik menyengat di kala siang. Namun kala sore menjelang, sinarnya menjadi hangat, terutama ketika menyentuh bentangan pantai yang berkilauan. Itulah anugerah Tuhan untuk Sumba yang berada di tengah laut yang luas.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

MODERNITAS | Meski secara kultural masyarakat Sumba masih tradisional, modernitas kini mulai hadir menyerang. Tak hanya parabola yang berdiri bersanding dengan rumah-rumah beratap jerami, anak-anak di Sumba kini mulai menggemari gawai, dan menikmatinya setiap hari.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

BAHAGIA | Menjejak Pulau Sumba, kesan bahagia selalu hadir pada wajah masyarakatnya. Senyum dari mulut-mulut yang memerah selalu saja tampak menghiasi raut mereka kala berjumpa.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

HARMONI | Tak cuma orang tua, anak-anak Sumba juga masih memegang teguh tradisi. Mereka masih menikmati kehidupan tanpa rasa khawatir. Selama harmoni antar sesama dan alam semesta dijaga, mereka percaya Sang Pencipta dan para leluhur terus hadir di tengah mereka.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

PENDEKATAN | Rumah adat di Pulau Sumba disebut Uma Kalada. Memiliki puncak yang menjulang hingga 15 meter tingginya, jerami dan alang-alang menjadi penutupnya. Atap-atap tinggi itu adalah wujud pendekatan diri orang Sumba pada para leluhur dan Sang Pencipta.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

MARAPU | Masyarakat Sumba memiliki keyakinan kuat untuk mempertahankan adat leluhur, terutama mereka yang menganut kepercayaan Marapu, agama yang menjadi peninggalan leluhur.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

MODAL | Marapu sendiri kini hanya sedikit pemeluknya. Kebanyakan orang di Tanah Humba memilih agama resmi di negeri ini. Meski begitu tata kultural masih lekat. Selain demi adat, itu juga menjadi modal pariwisata di pulau itu.


 Tanah Humba peninggalan para leluhur
Anggertimur Lanang Tinarbuko

TERATUR | Tanah Humba di timur Nusantara ini langgeng sampai kini. Laku hidup yang diatur oleh adab kultural membuat masyarakat di sana hidup akur dan teratur.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR