Tangis duka untuk raja yang pergi

Tangis duka cita menyelimuti rakyat Thailand setelah kabar meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej tersiar pada Kamis (13/10/2016).

Tangis duka untuk raja yang pergi
Apichart Weerawong /AP Photo

RAJA PERGI | Perjuangan Raja Bhumibol Adulyadej melawan penyakit yang ia derita selama sepuluh tahun kebelakang usai sudah. Di Rumah Sakit Siriraj, Bangkok, raja yang berkuasa sejak 9 Juni 1946 itu menghembuskan nafas terakhir.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Narong Sangnak /EPA

PANUTAN | Bagi masyarakat Thailand, raja ke sembilan dari Dinasti Chakri itu dianggap sebagai bapak bangsa, tak sekedar panutan, ia adalah benteng terakhir bagi rakyat Thailand ketika konflik terjadi beberapa kali mengancam stabilitas negeri gajah putih itu.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Sakchai Lalit /AP Photo

DOA RAKYAT | Beberapa bulan terakhir, rakyat Thailand selalu menyempatkan diri berdoa untuk kesembuhan tokoh yang dicintainyadi depan Rumah Sakit Siriraj. Dan pada hari ini, Jumat (14/10/2016), ribuan rakyat Thailand bertemu di jalan. Mereka bersama sama melangkah menuju istana raja di Bangkok.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Wason Wanichakorn /AP Photo

MERAH JAMBU Mengenakan pakaian berwarna merah jambu yang dianggap mampu mendatangkan kebaikan bagi raja, rakyat berkumpul. Begitu juga dengan para biksu, mereka keluar dari sejumlah wihara, dan memimpin rakyat melafalkan doa.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Rungroj Yongrit /EPA

MASA DUKA | Thailand menetapkan masa duka resmi selama satu tahun lamanya demi menghormati kepergian Raja Bhumibol yang telah bertahta selama 70 tahun itu.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Rungroj Yongrit /EPA

TANGIS RAKYAT | Bagi rakyat Thailand, Raja Bhumibol telah menjadi bagian dari hidup mereka. Ucapan dan seruan dari pria yang menghabiskan masa mudanya di Eropa selalu didengar dan dipatuhi. Maka saat kabar sang raja mangkat, rakyat menangis, duka mendalam terasa di sana.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Diego Azubel /EPA

PERSEMAYAMAN | Meninggalnya Raja Bhumibol yang sangat dihormati merupakan kehilangan besar bagi Thailand. Perannya sebagai penjaga stabilitas politik begitu penting. Selama bertakhta, ia telah berkali-kali menengahi kudeta yang terjadi di negeri itu.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Diego Azubel /EPA

PERSEMAYAMAN | Rencananya, persemayaman sang raja akan berlangsung selama 100 hari. Pada masa itu semua orang dapat memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang begitu dicintai.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Richard Vogel /AP Photo

PERSEMAYAMAN | Kharisma Raja Bhumibol begitu lekat pada dirinya. Untuk menghormatinya bendera setengah tiang akan berkibar selama 30 hari.


Tangis duka untuk raja yang pergi
Wason Wanichakorn /AP Photo

INGATAN | Rakyat Thailand selalu mengingat peran Bhumibol tatkala aktivis prodemokrasi ditembaki tentara pada tahun 1973. Sang raja kala itu membuka pintu istananya agar para pendemo pemerintah militer dapat berlindung dalam kekuasaannya. Hal itu menjadi ingatan abadi akan penguasa yang sangat mencintai saksofon dan fotografi.


FOTO LAINNYA