Terkatung jauh dari negeri yang dicinta

Di Amsterdam, Belanda, Sarmadji masih tinggal hingga kini. Ia adalah salah seorang dari banyak orang Indonesia yang tak bisa pulang karena kekisruhan politik pada 1965. Paspornya dicabut oleh pemerintah, dan ia pun terkatung jauh dari negeri yang dicinta.
Editor Foto :
Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

NASIB EKSIL | Sarmadji, masih berusia belasan saat ia dikirim ke Tiongkok untuk belajar tentang pendidikan anak di luar sekolah pada tahun 1965. Pria asal Solo itu bercita-cita menjadi guru dan kembali mengajar di Indonesia setelah ia menyelesaikan studinya di luar negeri. Namun nasib berkata lain, selama bertahun-tahun Sarmadji justru menjadi eksil.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

TUDUHAN | Setelah peristiwa 30 September 1965 pecah, para pelajar yang sedang belajar di luar negeri diperiksa. Sarmadji dituduh menjadi bagian dari komunis karena ia menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Soekarno. Dengan alasan tersebut, pemerintah mengambil paspornya sehingga Sarmadji tidak dapat kembali ke Indonesia.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

HILANG HAK | Tanpa paspor, tak hanya tak bisa pulang, Sarmadji pun tidak dapat melanjutkan studi. Ia kehilangan hak-haknya sebagai WNI di negeri orang. Sarmadji tinggal di Tiongkok hingga ia berusia 45 tahun. Setelah itu ia memutuskan pindah ke Belanda. Hingga kini Sarmadji menetap di Amsterdam.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

GURU | Setelah berbagai proses yang melelahkan, Sarmadji diterima sebagai warga negara Belanda. Ia pun diharuskan mencari kerja. Di usia yang tidak muda lagi, Sarmadji bekerja sebagai buruh pemotong kaca di sebuah perusahaan. Di perusahaan itu pula ia bertemu dengan orang-orang Suriname yang pandai berbahasa Jawa. Oleh teman-teman Surinamenya itu pula, Sarmadji diminta untuk mengajarkan cara menulis dalam bahasa Jawa. Di tengah berbagai kesulitan hidup, Sarmadji kembali menjadi guru sesuai keinginannya.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

KEKUATAN | Dalam pergulatannya melawan orde baru, Sarmadji kemudian membuat Perkumpulan Dokumentasi Indonesia atau disingkat Perdoi. Perdoi memuat kumpulan arsip dan dokumentasi tentang sejarah Indonesia yang berkaitan dengan tragedi 65/66. Sekarang sekitar 20 orang Indonesia menjadi relawan untuk menjalankan perpustakaan tersebut. Sarmadji percaya untuk mengubah kesedihan menjadi kekuatan dan hal itulah yang tetap membuat Sarmadji bertahan.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

SEJARAH | Pada tahun 1964, Soekarno mengirim banyak orang ke luar Indonesia, terutama orang-orang muda, untuk belajar di negara-negara sosialis seperti Uni Soviet, China, dan Kuba.Narasi sejarah menyebutkan Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan upaya kudeta dengan melakukan pembunuhan terhadap enam jenderal pada 1 Oktober 1965. Kenyataan sejarah tersebut masih menjadi perdebatan hingga sekarang.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

KORBAN | Namun, pada tahun 1965-1966, jutaan orang Indonesia menjadi korban pembunuhan, korban secara fisik, juga mental karena dituduh sebagai orang komunis atau bagian dari PKI.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

SOSIALIS | Eksil 65 adalah mereka yang pada masa itu berada di luar Indonesia untuk belajar atau menjadi delegasi negara untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi di negara-negara sosialis. Peristiwa- peristiwa itu berlangsung dalam konteks Perang Dingin global.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

MEMILIH | Pada tahun 1980-an sebagian dari para eksil berimigrasi ke Jerman, Belgia, dan Belanda. Di negara-negara itu mereka melamar jadi warga negara. Sarmadji memilih Belanda.


Terkatung jauh dari negeri yang dicinta
Rosa Panggabean

PERBAIKI SEJARAH | Para eksil 65 masih berharap pemerintah Indonesia mau memperbaiki penyimpangan sejarah yang membuat mereka terkatung jauh dari tanah air. Tak menuntut kompensasi materi atas penderitaan politik yang dialami, mereka hanya berharap pemerintah Indonesia mau meminta maaf atas dosa politik masa lalu yang pahit jika diingat kembali.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR