Unjuk otot pegawai jebor

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, unjuk otot buruh jebor di Jatiwangi, Jawa Barat berlangsung penuh aksi. Tak seperti kontes binaraga profesional yang menjadi tempat pamer badan kekar, unjuk otot para buruh jebor ini dikuti pula oleh mereka yang badannya kerempeng tapi tetap bisa unjuk aksi.
Editor Foto :
Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

KONTES OTOT | Bagi para pegawai jebor (tempat pembuatan genteng) di Jatiwangi, kontes otot yang digelar menyambut perayaan Hari Kemerdekaan adalah momentum penting yang tak boleh dilewatkan. Pada Minggu, 11 Agustus 2019, ajang unjuk otot yang telah memasuki tahun kelima itu diselenggarakan.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

OLAH OTOT | Para pegawai jebor yang setiap hari telah mengolah ototnya senang dengan kontes ini. Didukung oleh para pemilik pabrik genteng di Jatiwangi, mereka menjadikan kontes sebagai ajang unjuk diri. Dukungan para pemilik pabrik biasanya berupa uang untuk mendaftarkan diri. Per orang mereka dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 100 ribu, dan tiap pabrik kerap mengirim lebih dari dua pegawainya untuk turut dalam ajang tahunan ini.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

PERTUNJUKKAN | Di tahun kelima ini, kontes otot binaragawan jebor mulai berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain dikemas sebagai ajang olahraga, kontes ini telah disiapkan menjadi wahana pertunjukkan untuk menarik wisatawan. Cahaya warna-warni, panggung luas tempat unjuk aksi pun dibuat sedikit megah agar memiliki daya tarik.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

HIBURAN TAHUNAN | Dalam kontes binaraga jebor, jebor yang memenangi kontes tahun lalu menjadi tuan tumah di tahun ini. Tak seperti para binaragawan profesional yang punya bentuk badan besar sempurna, dalam pertandingan ini pegawai jebor dengan berbagai macam bentuk badan bebas turut unjuk otot. Ada yang besar, ada pula yang kerempeng, itu sudah cukup menjadi hiburan tahunan yang selalu ditunggu datangnya oleh warga di Jatiwangi.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

MENGENALKAN GENTENG | Pembuatan genteng di Jatiwangi sudah bermula sejak 1905. Pada masa jayanya, Jatiwangi bisa memproduksi ratusan ribu bahkan jutaan genteng setiap hari. Agar nama Jatiwangi tetap dikenal, kontes binaraga ini menjadi cara lain untuk mengenalkan genteng Jatiwangi ke publik tanah air.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

CARA AKSI | Di atas panggung kontes, para binaragawan jebor unjuk otot dengan menggunakan segala macam aksi. Dari mulai mengangkat lusinan genteng hingga menggigit genteng agar terlihat kuat dan perkasa.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

TAWA SENDIRI | Melihat aksi para lelaki, sejumlah penonton kerap tertawa sendiri. Terlebih jika yang muncul adalah suami mereka yang saban hari telah menyiapkan diri untuk bisa tampil gagah dalam kontes otot tahunan ini.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

PESERTA | Jumlah pesertanya terus bertambah. Dari 46 orangpada edisi perdana, naik menjadi 65 orang pada 2016, lalu tahun ini menjadi lebih dari 70 peserta. Hadiah yang diperebutkan terbilang lumayan, yakni uang berjumlah total Rp10 juta.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

BEBAN | Layaknya kontes-kontes kekuatan pada umumnya, ajang binaraga Jebor, juga melombakan sejumlah nomor atau gaya. Begitu juga dalam hal beban. Bedanya, beban yang harus mereka angkat bukan dalam bentuk barbell, tapi berbentuk genteng.


Unjuk otot pegawai jebor
Alfian Widiantono

TANTANGAN | Di Jatiwangi, olah otot dilakukan sambil mencari uang. Semakin banyak genteng diproduksi, maka semakin sukses para binaragawan dalam mengolah otot untuk unjuk aksi pada kontes tahun depan lagi. Selain itu, para buruh jebor di Jatiwangi pun sukses memberi penegasan bahwa binaraga bukan cuma milik orang-orang yang berlatih di pusat kebugaran terbukti, karenanya mereka menantang siapa pun yang ingin unjuk otot di Jatiwangi.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR