PARIWISATA LOMBOK SETELAH GEMPA

Yang merana diguncang bencana

Gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada akhir Juli 2018 lalu tak hanya menyisakan kesedihan dan trauma bagi masyarakat. Dunia pariwisata di sana yang menjadi harapan hidup masyarakat Lombok pun terkena imbasnya.

Editor Foto :
Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

TERDAMPAK | Pantai Selong Belanak yang berada di Lombok Tengah merupakan daerah terdampak gempa. Ketika musim libur datang, pantai ini biasanya selalu ramai oleh wisatawan dari dalam dan luar negeri. Namun suasana ramai itu tak ditemui ketika foto ini diambil pada Minggu (20/11/2018).


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

TURIS CEKO| Menurut para pemuda lokal yang membuka kursus selancar, semestinya saat ini pantai Selong Belanak ramai dikunjungi oleh wisatawan asing dari Republik Ceko. Dari cerita para penduduk lokal, wisatawan Ceko kerap berlama-lama di Selong Belanak, umumnya mereka datang untuk berlibur dan menikmati ombak di pantai yang tenang itu.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MENJAGA PANTAI | Lombok saat ini telah memasuki awal musim penghujan, pada musim itu sampah yang berasal dari sungai terbawa arus hingga ke pantai. Menjaga agar pantai Selong Belanak tetap bersih,T warga lokal bersama turis asing kerap menyempatkan diri untuk memungut sampah plastik yang berserak di tepi pantai.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

SEPI | Pasca gempa yang mengguncang Lombok, kawasan pantai Selong Belanak selalu sepi. Kursi-kursi yang biasanya terisi saat ini banyak yang kosong tak terisi. Dulu sebelum gempa terjadi, pada bulan Juli 2018, wisatawan asing banyak yang datang hanya untuk menikmati sinar matahari pagi.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

KEHILANGAN PENDAPATAN | Ono seorang pengajar selancar di pantai Selong Belanak, Lombok Tengah, mengaku pendapatannya turun drastis. Padahal di bulan yang sama pada tahun-tahun sebelum gempa terjadi, ia yang membuka kursus selancar dan menyewakan papan selancar itu bisa mengantongi uang hingga Rp 1,5 juta setiap hari.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

BANGKIT | Gempa yang terjadi pada Juli lalu memang tak membuat hancur kawasan Selong Belanak, namun imbas pemberitaan yang kuat membuat bisnis pariwisata di sana terkena dampaknya. Hengky adalah salah satunya. Berprofesi sebagai pemandu tamu, saat ini ia lebih banyak berdiam diri. Tak mau kalah oleh keadaan, ia pun bersama masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di sana berusaha untuk bangkit dan meramaikan kembali Selong Belanak.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

REZEKI VAKANSI | Bulan November dan Januari kerap diingat oleh masyarakat Selong Belanak sebagai waktu panen rezeki. Di sepanjang waktu itulah wisatawan dari sejumlah negeri datang untuk menikmati vakansi. Tapi di tahun ini harapan itu hanyalah mimpi, karena wisatawan yang datang setiap hari bisa dihitung dengan jari.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

BELUM PULIH | Tak berbeda jauh dengan Selong Belanak, pantai Senggigi yang juga menjadi tempat tujuan wisata juga masih terlihat sepi. Menurut seorang pekerja di La Chill Bar kondisi bisnis pariwisata saat ini sangat menyedihkan dan tak bisa disamakan dengan kondisi sebelum gempa terjadi.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

DIRUMAHKAN | Karena sepinya wisatawan yang datang ke Lombok, banyak hotel dan restaurant yang tak mampu membiayai dana operasionalnya, itu mengakibatkan ratusan pekerja pariwisata di kawasan Senggigi dirumahkan sementara hingga menunggu kondisi kembali normal seperti sedia kala.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

TURIS DOMESTIK| Di pantai Senggigi saat ini wisatawan lokal lebih mendominasi. Ditepi pantainya yang berpasir putih, wisatawan yang datang dari kota Mataram dan Jakarta tampak tengah menikmati matahari di sore hari.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

MENIKMATI MALAM | Jika para pebisnis pariwisata mengeluhkan kondisi sepi, lain lagi dengan wisatawan lokal yang menyukai sunyi. Momen sepi itulah menurut mereka menjadi waktu terbaik untukmenikmati pantai yang sejak dulu namanya disebut mampu menyaingi pantai Kuta, Bali.


Yang merana diguncang bencana
Wisnu Agung Prasetyo /Beritagar.id

PENGINAPAN | Sepinya wisatawan membuat sejumlah hotel di Lombok juga menurunkan harga. Namun sayang, harga yang rendah itu belum mampu mendatangkan dampak yang baik bagi bisnis pariwisata di Lombok kini.


FOTO LAINNYA