Yang dulu merah

Saat konflik di Aceh masih berlangsung, Cot Seutui di Buloh Bereughang, Aceh Utara dikenal sebagai kawasan merah. Menjadi basis simpatisan Gerakan Aceh Merdeka, di kawasan itu kerap kali terjadi baku tembak. Pada Kamis (14/02/2019), Raudhatul Jumala memotret kampungnya yang saat ini telah berubah.
Editor Foto :
Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

ZONA MERAH | Bagi Marli, 38 tahun, penduduk Cot Seutui, konflik yang berlangsung di Aceh pada 2001 tak mungkin ia lupakan. Pernah terjebak dalam baku tembak, peluru tajam menyasar pahanya. Cot Seutui dahulu adalah zona merah. Dihuni oleh banyak simpatisan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), membuat Cot Seutui kerap disambangi militer Indonesia.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

RAMAI | Sejak konflik bermula pada 1976, Cot Seutui di Aceh Utara amatlah sepi, terutama ketika Operasi Jaring Merah diterapkan pada 1990. Saat itu kebanyakan warga takut dan memilih bersembunyi. Nyaris kawasan itu amat sunyi.Di jalan-jalan yang berada di Cot Nibon, sweeping aparat TNI kerap terjadi, dan nyalak senjata kerap kali berbunyi. Namun kini, seiring berakhirnya konflik di Aceh kawasan itu telah ramai, warga hilir mudik berkendara tak henti, dan sawah tumbuh subur hingga menguning.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

TELEPON | Di Cot Seutui kini, para lelaki berani memegang telepon genggam dengan bebasnya, padahal dulu tak ada satu pun warga yang berani menggenggamnya. Saat konflik masih berlangsung, baik Teuntra Aceh Merdeka atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) kerap menebar curiga pada mereka yang memegang telepon berkamera. Tuduhan cuak, atau mata-mata pasti tersemat pada yang memilikinya. Pemilik telepon genggam berkamera sering kali dituduh sebagai cuak, atau mata-mata. Tanpa bukti yang pasti mereka ditangkap, lalu disiksa, dan kemudian hilang tak tahu rimbanya.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

MEUNASAH | Ketika konflik masih berlangsung, meunasah di Cot Seutui juga selalu sepi.Jika waktu shalat tiba, hanya orang tua saja yang berani datang, tapi saat ini suasana sepi di meunasah hampir tak ada lagi. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan selalu datang untuk shalat dan mengaji, sesudahnya mereka pun lanjut bercengkerama.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

BERSANTAI | Tak ada orang bisa bersantai dengan tenang saat itu. Meski di teras rumah mereka umumnya takut. Suara derap langkah serdadu, atau orang berlari saja bisa membuat kuduk berdiri, tapi kini itu tak ada lagi. Setiap sore, di Cot Seutui teras rumah menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

PETANI | Tiap pagi para petani di Cot Seutui selalu bergegas ke sawah saat ini. Berbeda sekali suasananya ketika konflik senjata masih terjadi. Dulu sering sekali jasad ditemukan mati, dan semua sudah paham dengan apa yang terjadi.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

TENANG | Di rumahnya, Tihalimah, 57 tahun bercerita, tak ada perempuan berani keluar rumah. Umumnya mereka takut pada peluru yang menyasar. Dahulu, ia dan keluarganya selalu berdiam diri di dalam rumah, dan perasaaan was-was kerap menghantui berhari-hari. Ia menyambut baik ketika perjanjian damai terjadi, karena dengan itu masyarakat Aceh bisa hidup tenang membesarkan generasi.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

KEBUN | Kala konflik masih berlangsung di Aceh, kebun sawit di Kubu Tungku kerap dikenal sebagai tempat untuk membunuh. Karenanya kebun di sana dahulu selalu sunyi tak seperti saat ini. Tampak seorang petani beraktivitas, mempunyai penghasilan, kini mereka telah sanggup bermimpi.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

SERAGAM | Dianggap merepresentasikan Indonesia, murid-murid sekolah dasar di Aceh tidak diperbolehkan menggunakan seragam putih merah. Tapi saat ini, seragam itu sudah bisa dikenakan setiap mereka pergi ke sekolah. Pada foto, murid-murid Sekolah Dasar Negeri 7 Kuta Makmur tampak tersenyum berseri.


Yang dulu merah
Raudhatul Jumala

GENERASI | Tak ada lagi wajah takut anak-anak Aceh saat ini. Tak merasakan konflik, generasi Aceh kini tengah merajut cita-cita yang tinggi.


FOTO LAINNYA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR